Mudharabah dikenal sebagai salah satu akad yang digunakan oleh Bank Syariah dalam menghimpun dana dari masyarakat dan juga menyalurkan dana dalam bentuk pembiayaan kepada masyarakat. Akad mudharabah pada produk simpananlah yang menjadikan bank syariah terkenal dengan konsep “Bagi Hasil” dan menjadi pembeda dengan konsep bunga pada bank konvensional.

Berdasarkan kewenangan yang diberikan kepada mudharib (bank), prinsip mudharabah dibagi menjadi mudharabah mutlaqah dan mudharabah muqayyadah.

Mayoritas Akad Mudharabah yang saat ini digunakan pada produk penghimpunan dana pada Bank Syariah adalah Mudharabah Mutlaqah dengan karakteristik “tidak ada pembatasan bagi bank dalam menggunakan dana yang dihimpun”, sehingga bank diberikan keleluasaan penuh menyalurkan dana tersebut kepada nasabah.

Berbeda dengan Mutlaqah, saat ini penggunaan Akad Mudharabah Muqayyadah belum begitu maksimal dan bisa dikatakan tidak populer, hal ini bisa jadi dikarenakan pemahaman baik dari sisi Praktisi maupun nasabah yang menganggap bahwa akad Mudharabah Muqayyadah ini memiliki alur yang rumit dan susah untuk dijalankan.

Padahal, jika mudharabah muqayyadah ini di eksplore lebih mendalam, maka terdapat beberapa skema keuangan yang bisa menjadi solusi bagi struktur perekonomian bangsa.

Mudharabah Muqayyadah merupakan akad antara shahibul maal (pemilik dana) dengan mudharib (pengelola dana) dengan beberapa persyaratan/ketentuan terkait penggunaan dana tersebut. Pada sisi shahibul maal, si pemilik dana/nasabah boleh mensyaratkan bahwa dana yang disimpannya harus diserahkan pada usaha tertentu atau pada perusahaan yang ditunjuk, dengan konsekuensi keuntungan dan kerugian yang menjadi risiko shahibul maal.

Akad mudharabah muqayyadah seharusnya bisa menjadi solusi bagi struktur permodalan, mudharabah muqayyadah memiliki 2 (dua) jenis yaitu : Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


2016 kurang 2005

Posted: 14th March 2016 by dejavu in Bebas, Pemikiran Dejavu

Kayaknya tanggal ini akan selalu menjadi jadwal rutin saya untuk membuat sedikit tulisan, walaupun sudah lama tidak mencet keyboard lepi untuk membuat tulisan di rumah yang satu ini, tapi aura tanggal ini akan selalu menjadi magnet untuk sedikit bergurau dengan kondisi kehidupan ini.

tepat 11 tahun yang lalu saya dan beberapa rekan seperjuangan menandatangani perjanjian untuk mengikatkan diri sebagai karyawan di sebuah perusahaan lokal yang terkemuka di Kota ini. Hari itu juga menjadi tonggak awal dan spirit baru bagi beberapa kawan-kawan untuk memulai hidup dengan status baru, yang oleh beberapa orang dianggap sebagai pekerjaan yang sangat menjanjikan dari sisi financial dan juga prestise.

Saya pun juga ikut-ikutan mewakafkan diri untuk bisa ikut andil diantara ribuan karyawan lain untuk sekedar memberikan makna dan loyalitas agar perusahaan ini bisa berkembang sebagaimana pesan tetua saat pembekalan awal 11 tahun yang lalu. Alhamdulillah sampai saat ini saya loyal dengan perusahaan ini, nggk tau juga beberapa tahun kedepan manatau akan ada perubahan yang terjadi jika perusahaan ini tetap terjebak dengan budaya kerja yang bagi saya tidak berorientasi kepada profesionalisme yang berkemanuasiaan (halah…..ntah ao-apo se…tapi cocok juga menjadi kosa kata baru).

Yang saya tau, dalam membangun sebuah perusahaan, apalagi perusahaan di bidang jasa, loyalitas dan kenyamanan karyawan akan memberikan kontribusi positif bagi pencapaian target perusahaan. Sehingga untuk meningkatkan daya saing, perusahaan harus menempatkan karyawannya sesuai dengan kompetensi dan memberikan ruang yang luas bagi kreatifitas karyawan selama hal tersebut tidak bertentangan dengan tujuan perusahaan. Dan inilah yang menjadi tolak ukur saya memberikan statemen diatas, belum adanya perubahan significant terhadap budaya kerja yang lebih didominasi dengan budaya subjektif sehingga yang sampai saat ini tidak terlihat objektifitas dalam segala bidang. Read the rest of this entry »

Possibly Related Posts:


Dalam dunia perbankan, kredit/pembiayaan biasanya di cover oleh jaminan yang diserahkan oleh nasabah, baik berupa jaminan bergerak maupun yang tiidak bergerak. Perlakuan pengikatannya juga akan berbeda sesuai dengan jenis jaminan/agunan yang diserahkan.

Hak Tanggungan merupakan salah satu pengikatan yang cukup kuat di gunakan oleh Bank dalam mengamankan posisi jaminan/agunan, biasanya Hak tanggungan di gunakan untuk Tanah/Bangunan yang memiliki Sertifikat (SHM). Sedangkan untuk kendaraan bermotor, mesin biasanya diikat dengan Jaminan Fidusia.

Fidusia menurut asal katanya berasal dari bahasa Romawi fides yang berarti kepercayaan. Fidusia merupakan istilah yang sudah lama dikenal dalam bahasa Indonesia. Begitu pula istilah ini digunakan dalam Undang-undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Dalam terminologi Belanda istilah ini sering disebut secara lengkap yaitu Fiduciare Eigendom Overdracht (F.E.O.) yaitu penyerahan hak milik secara kepercayaan. Sedangkan dalam istilah bahasa Inggris disebut Fiduciary Transfer of Ownership. Pengertian fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tetap dalam penguasaan pemilik benda. Sebelum berlakunya Undang-undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia terdapat berbagai pengaturan mengenai fidusia diantaranya adalah Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun telah memberikan kedudukan fidusia sebagai lembaga jaminan yang diakui undang-undang. Pada Pasal 12 Undang-Undang tersebut dinyatakan bahwa, Read the rest of this entry »

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Possibly Related Posts: