8 Tahun

Posted: 14th March 2013 by dejavu in Bebas

hari ini, 8 tahun yg lalu saya mengambil langkah besar dalam hidup saya dengan menerima pekerjaan yang sangat2 didambakan oleh beberapa orang….saya termasuk salah satunya….

perjalanan untuk mendapatkan pekerjaan ini cukup menyita energi dan waktu saya, prises rekruitmentnya sampai 8 bulan

saya menandatangani surat perjanjian kerja di gedung kantor pusat dengan beberapa orang rekan saya lainnya, ada juga yang memilih mundur karena sudah diterima dibeberapa instansi lainnya di kota Padang ini.

 

 

Possibly Related Posts:


Narsisme Yang Mewabah

Posted: 4th February 2013 by dejavu in Bebas, Pemikiran Dejavu

Badan condong kesamping, posisi kepala miring….bibir sedikit manyun, terus …JEPRET……, masuk ke akun FB trus aplot……

Ini kondisi yang sering kita lihat saat ini, banyak balita tua yang terjangkit virus alay-isme, ini bisa dilihat dari akun FB, Status dan DP BBM, semuanya memperlihatkan sebuah gerakan menyukai diri sendiri dan mempertontonkan  kebiasaan pribadi kepada orang lain. Status FB atau BBM ataupun Twetter menjadi sebuah untaian kata-kata yang sebenarnya tidak pada tempatnya, ungkapan-ungkapan pribadi sering menjadi konsumsi publik. Hal ini memang disengaja, kadang hanya untuk memperoleh tanggapan dari para penggemarnya…kalau komentar yang ada dibawah statusnya banyak….hal ini akan menjadi sebuah pencapaian tertinggi dan berdampak  sangat baik bagi prestasi per-alay-an nya.

Bukan hanya anak muda, Bapak-bapak yang sudah tua pun mulai menjadikan narsisme sebagai ajang mencari popularitas, apalagi di masa-masa kampanye yang semakin dekat ini. Ditambah lagi sudah ditetapkannya nomor urut partai-partai yang akan bertarung di pemilu legislatif 2014 mendatang.

Beberapa waktu kedepan, kita akan banyak melihat di jalanan, dipohon-pohon, di dinding-dinding rumah dan fasilitas-fasilitas umum sampai ke tempat-tempat ibadah akan bertebaran photo-photo para bapak-bapak dan ibu ibu tua ini. Inilah spirit narsisme yang mulai menjadi patern dan gaya hidup para pesohor di negeri ini.

Para pejabat yang aktif juga memanfaatkan dana operasionalnya untuk memajang photo-photonya serta himbauan-himbauan di pelosok daerah yang dikuasainya. Tidak pernah ada yang mengkritik adanya baliho-baliho dan spanduk para pejabat daerah dipelosok negeri ini, sehingga terkesan menjadi sebuah pembiaran.

Tidak ada aktivis ataupun masyarakat yang pernah mencegah pembusukan kota yang terjadi akibat keindahan kota sudah beralih menjadi ajang pamer-pamer diri yang akan memberikan dampak ketidak nyamanan orang dalam menikmati kotanya. Tidak ada masyarakat yang menyuarakan perubahan terhadap kondisi yang ada.

hufffffffffffffffffff………….maap para pembaca

saya lagi cuap-cuap nggk jelas, hanya untuk mengulang-ngulang kejelian dalam menuangkan kata-kata…….

Possibly Related Posts:


Kemaren saya meminta ijin untuk tidak masuk kantor untuk mengurus SPPH (Surat Pendaftaran Pergi Haji). Prosesnya cukup lama, saya mesti menunggu dari pukul 8.30 WIB dan baru selesai pada pukul 13.30 WIB, padahal saya memperoleh antrian ke-4. Setelah diberikan penjelasan oleh petugasnya, saya mengambil kesimpulan bahwa sitem online yang dimiliki oleh Kantor Depag tersebut sedang mengalami kepadatan traffic. Satu orang jamaah calon haji memakan waktu 1 jam bahkan lebih, padahal…jika dilihat dari prosesnya, yang hanya melengkapi data-data, saya pikir hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk 1 orang. Dan saya berharap kedepannya proses pengambilan SPPH ini bisa di sinergi-kan dengan program E-KTP yang sudah jalan di negara ini, karena data-data yang diminta sebenarnya sudah dimiliki di E-KTP seperti, photo diri, data diri sampai kepada sidik jari.

Kepadatan traffic ini merupakan efek dari informasi Dirjen penyelenggraan haji dan umrah yang menyatakan bahwa awal tahun 2013 Kemenag akan menaikkan dana setoran pengambilan porsi haji menjadi Rp. 30 juta atau bisa jadi lebih, ini merupakan salah satu strategi yang harus dilakukan guna meredam daftar antrian yang semakin meningkat.

Kenaikan setoran porsi haji tersebut jika tidak diimbangi dengan kebijakan dan juga perubahan Undang-undang secara tegas tidak akan memberikan efek yang nyata terhadap pengurangan antrian umat yang berkeinginan naik haji.

Rata-rata masyarakat (sekitar 65%) membayar setoran awal pengambilan porsi haji dengan memanfaatkan kredit/pembiayaan dari bank, sehingga berapapun dana yang akan ditetapkan oleh pemerintah…tidak akan memberikan efek terhadap masyarakat.

Bagi PNS/Karyawan, mereka lebih cendrung mengajukan pinjaman konsumtif ke bank, pinjaman tersebut rata-rata mereka arahkan untuk mengambil porsi haji (bagi yang sudah terpanggil hatinya dan sadar untuk segera mendaftar), dan sebahagian lagi digunakan untuk kebutuhan konsumtif mereka. Ada juga yang memanfaatkan Dana Talangan Haji pada beberapa Bank Syariah, dana ini pun bisa dengan mudah diakses oleh PNS/Karyawan dengan pilihan bank dan juga fitur produknya yang beragam. Dengan kondisi antrian yang sudah sangat jauh saat ini, bukan hanya masyarakat yang memiliki umur yang hampir tua saja yang akan sadar melakukan pendaftaran haji, akan tetapi anak-anak muda yang sudah memiliki pekerjaan tetappun akan mulai mengambil langkah cepat untuk bisa masuk dalam daftar antrian terdepan. Read the rest of this entry »

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Possibly Related Posts: