Badan condong kesamping, posisi kepala miring….bibir sedikit manyun, terus …JEPRET……, masuk ke akun FB trus aplot……
Ini kondisi yang sering kita lihat saat ini, banyak balita tua yang terjangkit virus alay-isme, ini bisa dilihat dari akun FB, Status dan DP BBM, semuanya memperlihatkan sebuah gerakan menyukai diri sendiri dan mempertontonkan kebiasaan pribadi kepada orang lain. Status FB atau BBM ataupun Twetter menjadi sebuah untaian kata-kata yang sebenarnya tidak pada tempatnya, ungkapan-ungkapan pribadi sering menjadi konsumsi publik. Hal ini memang disengaja, kadang hanya untuk memperoleh tanggapan dari para penggemarnya…kalau komentar yang ada dibawah statusnya banyak….hal ini akan menjadi sebuah pencapaian tertinggi dan berdampak sangat baik bagi prestasi per-alay-an nya.
Bukan hanya anak muda, Bapak-bapak yang sudah tua pun mulai menjadikan narsisme sebagai ajang mencari popularitas, apalagi di masa-masa kampanye yang semakin dekat ini. Ditambah lagi sudah ditetapkannya nomor urut partai-partai yang akan bertarung di pemilu legislatif 2014 mendatang.
Beberapa waktu kedepan, kita akan banyak melihat di jalanan, dipohon-pohon, di dinding-dinding rumah dan fasilitas-fasilitas umum sampai ke tempat-tempat ibadah akan bertebaran photo-photo para bapak-bapak dan ibu ibu tua ini. Inilah spirit narsisme yang mulai menjadi patern dan gaya hidup para pesohor di negeri ini.
Para pejabat yang aktif juga memanfaatkan dana operasionalnya untuk memajang photo-photonya serta himbauan-himbauan di pelosok daerah yang dikuasainya. Tidak pernah ada yang mengkritik adanya baliho-baliho dan spanduk para pejabat daerah dipelosok negeri ini, sehingga terkesan menjadi sebuah pembiaran.
Tidak ada aktivis ataupun masyarakat yang pernah mencegah pembusukan kota yang terjadi akibat keindahan kota sudah beralih menjadi ajang pamer-pamer diri yang akan memberikan dampak ketidak nyamanan orang dalam menikmati kotanya. Tidak ada masyarakat yang menyuarakan perubahan terhadap kondisi yang ada.
hufffffffffffffffffff………….maap para pembaca
saya lagi cuap-cuap nggk jelas, hanya untuk mengulang-ngulang kejelian dalam menuangkan kata-kata…….
Possibly Related Posts: