“Patch Adams” Inspirator Dunia Kesehatan
Patch Adams adalah seorang penggagas pelayanan kesehatan dengan pendekatan persuasif dengan berbagai macam gaya, kadang-kadang dia menjadi seorang badut, kadang menjadi seorang saudara, kadang menjadi seorang bapak dan bentuk-bentuk pendekatan lainyya. Patch Adams merupakan seorang dokter lulusan dari Medical College of Virginia, Health Science Divisions of Virginia Commonwealth University. Dia lebih dikenal sebagai seorang dokter yang eksentrik dengan penampilan yang familiar dengan hidung merah besar ala badut.
Sewaktu kuliah Patch tidak menyukai kedokteran modern yang tidak berpihak kepada pasien, dengan kekakuan berinteraksi dan biaya yang mahal, dan birokrasi pengurusan administrasi rumah sakit yang berbelit-belit sangat menyusahkan pasien dalam mengakses kebutuhan layanan rumah sakit. Karena itulah Patch terinspirasi untuk membangun sebuah klinik kecil dengan layanan yang maksimal dan tanpa dipungut biaya. Inilah yang dilakukan Patch untuk mengembalikan seni ilmu kedokteran ke asalnya yang beorientasi kepada rasa kasih sayang dan penuh perhatian kepada pasien.
Dunia kedokteran adalah dunia yang dipenuhi oleh alat-alat canggih yang dibeli dari dana negara yang berasal dari uang rakyat. Dan lebih ironis lagi, tidak semua rakyat –yang turut membayar lewat pajak- bisa menikmatinya.
Banyak cerita dokter-dokter baru yang ditempatkan di daerah terpencil sangat kesulitan mengembangkan kemampuannya dibandingkan ketika dia kuliah dulu . Hal ini disebabkan oleh ketergantungan alat-alat kedokteran yang mereka rasakan sebagai penentu dalam menyembuhkan pasien, sehingga kemampuan dasar dari si dokter ini ti
dak tereksploitasi dengan baik.
Dengan beberapa orang temannya Patch membuka rumah sakit dengan nama Gesundheit Institute dengan luas 147 Ha yang berada di Pocahontas County, West Virginia, Amerika Serikat. Siapapun boleh datang kesini, orang miskin, yatim piatu, orang kaya (yang tidak mendapatkan kenyamanan di rumah sakit modern), korban p
erang yang tidak diperhatikan oleh negara, semuanya di layani secara gratis.
Dengan tanpa pungutan biaya Patch memperlihatkan ke dunia luar bahwa bisnis sudah tidak berperan penting dalam memberikan kesehatan bagi pasien, dan dengan gratis tersbut Patch memperlihatkan kasih sayangnya terhadap sesama.
Patch melakukan praktek kedokteran dengan cara yang berbeda, ia mendatangi pasiennya dengan sepeda beroda satu, pakaia
n yang lebih mirip badut dan juga dengan bernyanyi-nyanyi yang membuat seluruh pasien merasa dihibur dan dengan sdikit tertawa rasa sakit yang mereka rasakan sedikit terobati. Patch juga melakukan kunjungan kerumah pasien dengan asumsi bahwa penyakit yang dialami oleh pasien bisa berasal dari mana saja da
n dengan mengunjungi rumahnya dan mengetahui kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh pasien Patch akan bisa menilai faktor apa yang menimbulkan penyakit ditubuh pasien.
Selain layanan kese
hatan, Patch juga menyediakan sebuah kebun untuk ditanami oleh siapa saja yang berkeinginan untuk bercocok tanam hasilnya akan dimakan dan dinikmati oleh seluruh pasien yang ada disana. semua pasien diperbolehkan tinggal disana dan boleh membantu pasien lain dengan rasa kebersamaan.
Karena itulah banyak dari pasien yang dirawat oleh Patch dan rekan-rekannya sembuh diluar dugaan, ini semua berkat penye
mbuhan dengan rasa cinta kasih dan perhatian yang tulus. seluruh praktisi kesehatan di Gesundhuit telah memberikan era baru penyembuhan pasien dengan teknik kasih sayang.
Agak telat sih mengeksploitasi cerita ini, tapi ini terinspirasi dari penayangan pilem Patch Adams di sebuah stasiun swasta kamis tgl 28 Agustus 2008 pukul 19.00 WIB….
Possibly Related Posts:
August 29 2008 05:00 am | Inspiration Dejavu




September 14th, 2008 at 4:34 pm
bagus juga kalo ada patch adams di indonesia