Archive for September, 2008

Bioskop-Bioskop Sepi Saat Ramadhan

September 16th, 2008 -- Posted in Bebas | 3 Comments »

Photo ini diambil pada hari minggu kemaren tanggal 14 September 2008, kebetulan ada film lucu di salah satu bioskop di Padang. Kita sampai di bioskop jam 13.00 WIB, kami pikir waktu itu jadwal pertama udah dimulai, pas di depan loket dibilang sama penjual tiket pilemnya blon dimulai, ntar jam 3-an.
Sambil menunggu, kami muter dulu keliling kota Padang nyoba ngukur luas jalan di Padang. Tepat jam 3 kita sampai ke bioskop tadi, kliatannya lokasi bioskop sepi. “Kayaknya orang-orang udah pada masuk nih” kata salah seorang teman. Dengan sigap salah seorang teman dengan segera membeli tiket dan menanyakan pilem yang kita pengen tonton udah mulai atau blon. Si tukang karcis bilang “pilem barat udah mulai seperempat jam tadi, kalo pilem indonesia blon”. Kita malah bingung, kalo blon mulai mana penontonnya, kebingungan kami kayaknya dipahami oleh sang penjual karcis, dia langsung ngomong “pilemnya cuman nunggu adek-adek saja, minimal 5 orang pilemnya kita puter”.
Wuih mantap….baru kali ini saya dan teman-teman yang lain bisa menguasai lapangan….hehehe….maksudnya bioskop, karena nggk ada saingan……Sip

Possibly Related Posts:


Rumah baru, ide baru, pemikiran juga mesti baru

September 15th, 2008 -- Posted in Bebas | No Comments »

sip….akhirnya bisa juga pindah ke rumah baru, setelah sekian banyak tipe cashing rumah yg dicoba, akhirnya kepincut ama yg satu ini…thank’s buat teman yg bantuin ngangkat-ngangkatin barang waktu pindahan…thank’s juga buat salah seorang Rekan di Palanta yg juga dah bantuin nyari cashing yg cucok buat rumah ini….sip….

Possibly Related Posts:


Tradisi Balimau yang sudah menyalahi makna

September 1st, 2008 -- Posted in Kayak Berita di Koran | 5 Comments »
Hari minggu kemarin merupakan hari terakhir umat islam bisa mencicipi makanan di siang hari dan dalam kurun waktu sebulan kedepan semua umat islam akan menghadapi bulan ramadhan yang dipenuhi berkah dan setiap muslim akan berlomba-lomba dalam melengkapi dan memaksimalkan ibadahnya.



Di Sumatera Barat khususnya di Kota Padang pergantian bulan Sya’ban ke Ramadhan ini di lakukan dengan sebuah tradisi yang di beri nama ”BALIMAU”. Balimau ini dimaknai oleh masyarakat sebagai kegiatan mensucikan diri dengan mandi-mandi di tempat pemandian umum. Tradisi ini sudah berjalan cukup lama, seiring waktu dan kemajuan zaman yang terlindas oleh modernisasi, Balimau sudah dimaknai menjadi sesuatu yang tidak sakral lagi tapi cuma untuk ajang mandi-mandi saja. Lebih parahnya di beberapa tempat di kota Padang kegiatan Balimau ini dihiasi dengan beberapa kegiatan yang dirasa tidak cocok untuk menyambut sebuah bulan yang begitu mulia. Seperti contoh di Jembatan By Pass Polsek Kuranji, disana diadakan kegiatan Balimau yang sepertinya telah dikoordinir secara baik karena ada beberapa rambu-rambu yang bertuliskan “tempat balimau Laki-laki’ dan bagi yang tidak balimau disuguhi dengan hiburan dari sebuah grup band yang panggungnya diletakkan di depan Polsek Kuranji. Sebuah perhelatan yang di restui oleh pihak yang berwajib, tetapi ada beberapa hal yang disayangkan dilokasi tersebut. Pertama rambu-rambu untuk mandi sesuai dengan tempat yang disediakan tidak berjalan sebagaimana mestinya (Gabung antara cewek dengan cowok), kemudian dengan adanya hiburan gratis yang disuguhkan kepada masyarakat pada sore itu menyebabkan antrian kendaraan dari dua arah yang menyebabkan kemacetan yang cukup panjang.



Lain lagi di Jembatan Kelawi, digawangi oleh persatuan pemuda daerah setempat diadakanlah hajatan untuk menyambut Bulan Ramadhan dengan menghadirkan hiburan berupa orgen tunggal yang ditonton oleh masyarakat banyak. Ada beberapa hal yang disayangkan juga dengan rangkaian kegiatan tersebut, seharusnya dengan kegiatan yang bertemakan menyambut bulan ramadhan lagu-lagu yang ditampilkan juga lagu-lagu yang lebih islami atau minimal tidak seperti penampilan orgen tunggal disaat Baralek. Akan tetapi lagu yang ditampilkan masih seronok dan kurang tepat dengan kondisi, walaupun pakaian yang dipakai artisnya masih terlihat sopan akan tetapi goyangannya masih terlihat sensual dan mengundang. Dengan ditonton oleh banyak orang dan tidak terkecuali oleh anak-anak, apakah tradisi yang telah dikemas apik ini memberikan efek yang baik, apa tindakan pemerintah memaknai kegiatan-kegiatan seperti ini, malahan di Jembatan Kelawi ini kegiatan tersebut dibuka dan diramaikan oleh satu pasang calon Walikota dan Wakil Walikota Padang yang notabene akan memimpin Kota Padang kedepan. Mau dibawa kemana adat dan istiadat yang dari hari kehari dihilangkan demi mengikuti kemajuan zaman.



Apakah ini sebuah makna tradisi balimau yang selama ini dilakukan oleh seluruh masyarakat di Sumatera Barat. Apa yang harus diwariskan kepada masyarakat jika makna adat dan tradisi pun telah dikelola secara modern

Possibly Related Posts:


Tak Ada Perahu Papan pun Jadi

September 1st, 2008 -- Posted in Saatnya Photo berbicara | No Comments »
Photo diatas diambil di perairan Kuranji tepatnya di bawah jembatan By Pass Kuranji, terlihat 3 orang yang sedang menggunakan sebuah papan yang disulap menjadi perahu pada tradisi balimau hari Minggu tgl 31 Agustus 2008 pukul 17.30 WIB

Possibly Related Posts:


Awal Ramadhan yang penuh misteri

September 1st, 2008 -- Posted in Bebas | No Comments »
Setelah selesai sholat tarawih pertama tadi malam saya ditelpon oleh seorang rekan di PMI Cab. Padang yang meberikan informasi bahwa ada anak hilang di daerah Purus tepatnya di pertemuan (muaro) air laut dan air tawar di dekat danau buatan. Setelah sampai dilokasi di dapatkan informasi kalau anak tersebut berjumlah 6 orang dan terseret arus dikarenakan mereka mencoba menyeberangi muaro tersebut. Kejadiannya sekitar jam 3 sore, dan sampai saat ini 5 orang anak telah ditemukan dalam kondisi selamat dan sampai tadi malam pukul 24.00 WIB korban terakhir belum diketemukan. Dari kesaksian korban yang selamat, korban yang bernama fadhli (8,5 tahun) berada tepat dibelakangnya dan sempat merangkul pinggang temannya, ketika temannya bisa mengangkat badan keatas korban tidak bisa berpegangan lagi dan akhirnya hilang. Beberapa tim pencari yang berasal dari unit 113 dan juga dari KSR PMI Cabang Padang meyakini kalau korban menginjak tanah yang lunak sehingga tertarik kedalam.
Dari beberapa informasi dilapangan, didapatkan bahwa daerah muaro tersebut memang sudah sering memakan korban, tahun kemaren bertepatan 1 hari sebelum ramadhan terjadi juga hal yang sama seperti kejadian ini. Anak –anak tersebut di temukan terpisah ada yang ditemukan diperairan belakang Transito ujar salah seorang orang tua korban yang anaknya meninggal tahun kemaren.
Penduduk disanapun menyatakan tempat tersebut memang terkenal dengan nama “muaro lasak” karena pertemuan airnya tidak jelas dan sering memakan korban.
Setiap Awal ramadhan selalu ada kejadian-kejadian yang kadang-kadang berbentuk bencana, keunikan ataupun yang lain. Oleh karena itu tidak ada salahnya memaknai Ramadhan lebih berarti dan selalu mendekatkan diri kepada yang kuasa….(Kayak ustadz ya……)

Possibly Related Posts:


« Prev