Lebaran Keliling Dunia (Kota-Kota Yang Sangat Megah)

Mantep….dari judulnya udah kebayang kalo ceritanya bakal seru abis….Sip…Kita mulai saja.

Lebaran kemaren saya memiliki banyak pengalaman yang cukup menarik (yang menariknya saya critain di episode selanjutnya). Perjalanan Lebaran saya mulai dari padang ke Solok seperti yang udah diceritain sebelumnya, abis dari Solok saya langsung ke Air Bangis yang merupakan Ujungnya Pasaman Barat. Di Air Bangis saya mencoba menikmati suasana lebaran kedua yang masih terlihat meriah (Ini perbedaannya lebaran di Kota Besar dengan di kampung-kampung, suasananya benar-benar terasa….., suasana silaturahmi, jalanan yang nggak pernah sepi, sampai mobil-mobil truk yang dijejali oleh anak-anak yang akan bertamasya di sepanjang pantai Air Bangis yang terkenal dengan ombak besarnya).

Lebaran Ketiga, my family berencana untuk berlebaran ke kampungnya father di Sungai Aur, ini memang menjadi momen tahunan yang biasa kita lakukan bersama…setiap lebaran kita ngunjungi keluarga-keluarga yang notabane emang jauh dimato dekat dihati. Jam 9-an kita start menuju daerah Silaping yang juga merupakan jalan utama menuju daerah Medan (dari kecil dulu saya sering dikasi tau ma keluarga kalo jalanan itu menuju ke Medan, ditambah lagi banyaknya mobil bus yang wara wiri dengan kaca depan bertuliskan Padang-Medang dengan ukuran font yang cukup besar).

Jalan ke Silaping memakan waktu 1 jam-an, saya sempat bertanya-tanya…di silaping ini mau mengunjungi siapa, karena selama ini saya blon pernah diajak ma keluarga ke daerah sini. Sesampainya dirumah yang dituju, rombongan yang terdiri dari 2 buah mobil dan 3 unit motor dengan beranggotakan sekian orang….hehehe… (ada skitar 4 KK yang merupakan keluarga dari mama) masuk dan bersalam-salaman dengan keluarga yang tengah kita kunjungi. Kita berinisiatif untuk mengadakan acara ta’aruf (bukan yang di pilem AAC) atau perkenalan antar sesama keluarga. Setelah selesai kamipun mohon pamit karena akan melanjutkan perjalanan ke Sungai Aur yang merupakan kampungnya father, diperjalanan saya di beritau sebuah info yang kalau keluarga kami di Silaping tadi (keluarga dari ayahnya mother) merupakan keturunan raja Silaping…..mantep…saya punya family yang berdarah biru).

Jam 11-an kita sampai di Sungai Aur yang merupakan daerah beriklim panas, dan banyak ditumbuhi oleh Kebun Kelapa Sawit dan banyak lagi hasil bumi lainnya. Kita pun cuman sebentar disana karena perjalanan yang akan ditempuh selanjutnya akan memakan waktu cukup lama dan daerah yang dihadapi cukup rawan.

Jam 12 -an siang kita ngelanjutin ke Lubuk Sikaping yang merupakan ibukota Kabupaten Pasaman Barat dan di daerah inilah saya menghirup udara untuk pertama kalinya. Perjalanan diperkirakan akan memakan waktu selama kurang lebih 5 jam-an. Untuk menghemat waktu father mengambil jalan pintas di daerah Kinali untuk mempersempit jarak tempuh ke target.

Benar saja jalan yang kita tempuh sangat beresiko, dimana lebar jalan yang hanya kurang lebih 3,5 m dengan jurang-jurang yang cukup dalam dan proses berpapasan yang benar-benar sulit. Akhirnya sekitar jam 7-an kita pun sampai di Kota kelahiran rifkadejavu. Kamipun beristirahat sebentar dan dijamu makan malam oleh Paman yang merupakan adik dari mother. Selesai makan kita bincang-bincang sampai jam 11-an malam, karena rombongannya manda (adik dari mother juga) mau ngelanjutin perjalanan menuju Padang. Setelah melepas kepergian manda ‘n the gank, kami pun beristirahat karena perjalanan yang akan ditempuh besok lagi-lagi akan membuat panek-panek dan membuat pantat akan terasa tebal.

Bangun Pagi kuterus mandi…tidak lupa menggosok gigi…habis mandi kulangsung pake baju, berkemas dan manasin mobil. setelah seluruh keluarga yang masih tersisa telah siap sedia, mother ‘n fatherpun ngajakin kita kerumah dimana saya dibesarkan sampai berumur 6 tahun. Saat ini rumah tersebut telah beralih tangan kepada Bu sa’a (mertuanya paman). Kita sempat bernostalgia sebentar dan dijamu dengan kue-kue dan makanan khas lubuk sikaping oleh ibu. Bu Sa’a merupakan salah seorang yang menjadi sasaran mother buat nitipin saya kalo mo pergi dinas….tuh ibu punya banyak jasa rupanya, dari hasil interogasi sama mother, terbukti mother sering nitipin saya di toko nya ibu yang berada dekat dengan rumah kami dulu. setelah asik bernostalgia, kami pun beranjak untuk melanjutkan perjalanan, disaat salaman mo pergi….terlihat ada air mata yang menetes di pipi ibu….dia cuman bilang…”udah besar ya sekarang”. Thank’s bu atas bantuannya disaat saya kecil dulu…..



Perjalanan pun dilanjutkan, sekitar jam 10-an kita start dengan arah ttujuan ke Payakumbuh yang merupakan kampungnya mother. Perjalanan pun tidak begitu sulit dilalui karena cuaca yang cukup bersahabat diwaktu itu. dari hasil negosiasi dengan father ‘n mother didapatkan hasil kalo saya diperbolehkan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Payakumbuh, karena ada beberapa dan lain hal yang akan dikerjakan di Padang. Saya dan Adik pun akan mengundurkan diri sesampainya di Bukittinggi nantinya. (Perjalanan selanjutnya akan lebih seru…….baca )

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter
  • Add to favorites
  • email
  • Print
  • Technorati
  • PDF
  • Yahoo! Buzz

October 13 2008 10:29 pm | Dejavu Jalan-jalan

6 Responses to “Lebaran Keliling Dunia (Kota-Kota Yang Sangat Megah)”

  1. elly lubis Says:

    salam kenal..
    abang asli d bsilaping, kah?
    kalo kami dari kampung mesjid baru
    gak jauh dari silaping

  2. Riki Adrianus Lubis Says:

    wah baca ceritanya jadi kangen neeh ma keluarga yang ada di silaping…jauh juga seh kalo kesana, coz saya skarang tinggal di purwakarta west java…tapi tetep aja kangen./…he…asli mana neeh bung…..kalo gw ke padang lg gw harus ubrek2 isi padang..haha….salam buat orang padang semua nya…

  3. yusuf Says:

    untuk melengkapi kebutuhan sarana bagi kelengkapan perkebunan kelapa sawit kami dari asosiasi tani organik nusantara (astonusa) menawarkan produk baru berupa jaring pengaman buah kelapa sawit yang bisa digunakan saat pemanenan agar buah tidak jatuh ketanah sehingga tetap terjaga kualitas buah atau sebagai pengaman hasil panen yaitu sebagai penutup bak truk yang mengangkut hasil panen sehingga memungkinkan hasil panen tidak terjatuh saat diperjalanan. ahmadyusuf81@gmail.com. 0285 797 2992 / 085640835825

  4. zukarim Says:

    Assalamu`alaikum pak Rifka?
    Jadi Pengen Pulang kampung pak dengan tulisannya, perkenalkan pak, saya Zulkarim dari jorong Muara Mais Parkandangan,1 km dari Silaping. Setelah 5 tahun di Kairo-mesir sekarang lagi di Malaysia ngambil pasca sarjana. oya..pak rifka domisili dimana sekarang? emailnya apa ya pak? barangkali boleh kita saling tukar fikiran untuk membangun negrfi pak, walaupun baru dalam tataran fikiran/tulisan.. mudah-mudahan bermanfaat.

    Zulkarim2000@yahoo.com

  5. dejavu Says:

    sekarang saya mukim di Padang……
    email saya : de_javu1505@yahoo.com

    mudah2an kita bisa bertukar pikiran untuk kontribusi positif yang bisa dilakukan ….terima kasih pak zul

  6. rama tanjunh Says:

    Ini cerita to Silaping Pasbar apa Lubuk Sikaping Pasaman
    dua tempat yang berbeda dan sangat berjauhan.
    terima kasih

    rata108.bm@gmail.com

Leave a Reply