33 Juta Orang Hidup dengan HIV

JAKARTA, SENIN - Situasi epidemi HIV di dunia menunjukkan saat ini ada 33 juta orang hidup dengan HIV. Menurut laporan UNAIDS, pada tahun 2007 terdapat sebanyak 2,7 juta infeksi baru HIV dan dua juta orang meninggal karena AIDS.

“45 persen infeksi baru terjadi pada usia antara 15-24 tahun,” kata Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat sekaligus Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional Aburizal Bakrie saat membuka Pekan Kondom Nasional 2008 di Jakarta, Senin (1/12).

Pada Pekan Kondom yang dibarengi dengan Konferensi Kondom bertema Gunakan Kondom dan Selamatkan Banyak Jiwa tersebut dipaparkan bahwa hampir 1.800 orang yang hidup dengan HIV positif adalah anak di bawah usia 15 tahun yang tertular dari ibunya, dan sekitar 1.400 anak meninggal akibat AIDS.

“Penularan virus HIV melalui hubungan seksual berisiko di Indonesia cukup tinggi, yakni sekitar 50,2 persen,” kata Sekretaris KPA Nasional Nafsiah Mboi.

Selain itu, kasus aborsi juga tinggi, yakni sekitar 2,3 juta per tahun. Fenomena yang menyangk ut generasi muda Indonesia ini, antara lain disebabkan minimnya pendidikan seks di kalangan kaum muda.

Sampai akhir September 2008, Depkes mencatat 21.151 orang di Indonesia telah terinfeksi HIV, 15.136 orang sudah dalam fase AIDS, dan sebanyak 54,3 persen di antaranya kaum muda berusia 15-29 tahun.

Beberapa upaya yang harus dilakukan untuk menghindari penularan HIV antara lain dengan pantang seks alias tidak melakukan hubungan seks, jika melakukan hubungan seks sebaiknya dengan satu pasangan.

“Jika dua-duanya tidak bisa, maka sebaiknya memakai kondom,” kata Nafsiah.

Namun, menurut Lula Kamal yang menjadi aktivis untuk isu HIV/AIDS, sangat susah baginya mempromosikan penggunaan kondom bagi mereka yang memiliki perilaku seks berisiko tinggi.

“Di Jakarta saja, ibu-ibu yang dari penampilannya berasal dari kalangan berada dan berpendidikan salah mengerti terhadap iklan saya yang mempromosikan pemakaian kondom. Saya dianggap menganjurkan hubungan zinah,” kata Lula Kamal.

Menurut Lula Kamal, promosi pemakaian kondom sebaiknya dipandang sebagai upaya untuk menghindarkan diri dari penularan HIV/AIDS.  “Sebaiknya kita realistis saja terhadap apa yang terjadi di sekitar kita,” kata Lula Kamal.

Mengenai rendahnya pemakaian kondom, hal itu dibenarkan oleh Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Sugiri Syarief. Pengetahuan perempuan yang telah menikah berusia antara 15-49 tahun mengenai manfaat kondom sebanyak 76,8 persen.

“Ini angka yang cukup tinggi. Tapi sayangnya tidak dibarengi dengan pemakaian kondom. Hanya di tingkat pengetahuan saja. Sedangkan pemakaian kondom hanya 1,3 persen,” kata Sugiri Syarief.

Sumbar mencatat angka 400 lebih ODHA, hal ini sejalan dengan perkembangan epidemi ini di beberapa lokasi yang masih belum tersentuh oleh Stake holder, Pengambil kebijakan  ataupun LSM. Hal ini akan menjadi hal yang sangat penting sekali dilakukan Sumbar untuk lebih menggiatkan lagi kampanye pemutusan rantai HIV/AIDS.

HIV/AIDS jangan dianggap tabu lagi, Falsafah ABS-SBK sudah selayaknya dijadikan ujung tombak memperjuangkan nasib hidup penderita HIV/AIDS dan juga mengkampanyekan instrumen-instrumen pemutus rantai tersebut, seperti kampanye pemakaian kondom dan lain-lain……Sudah saatnya Tigo Tungku Sajarangan bergerak bersama dengan pemerintah dan juga para stake holder lainnya untuk menyelamatkan Sumbar supaya bisa memproteksi diri dari ancaman virus HIV ini.

Disadur dari sini

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter
  • Add to favorites
  • email
  • Print
  • Technorati
  • PDF
  • Yahoo! Buzz

December 01 2008 08:49 pm | Dejavu Ngomong HIV/AIDS

One Response to “33 Juta Orang Hidup dengan HIV”

  1. ahmadx Says:

    sayangi dirimu sendiri,pakai helm biar aman..,he..87x
    just info:ada bisnis online nich gratis tanpa resiko di sini & di sini

Leave a Reply

canada prescriptions