POLTABES PADANG (Harapan Seorang Ibu)
Mau cerita dikit nih………….
Beberapa waktu yang lalu saya ketemu dengan salah seorang ibu yang keliatannya lagi panik ngurusin sesuatu. Pas ditanyain “ibu lagi kebingungan kenapa”…jawaban ibu itu singkat tapi bisa langsung saya pahami “Ngurus surat di Poltabes benar-benar susah ya nak”. Dari situlah saya tergerak untuk menuliskan cerita ini, karena beberapa hal yang saya pikir sudah terkesan kurang manusiawi. Berikut cerita selengkapnya tanpa ada bumbu-bumbu yang saya tambahkan.

Pada tanggal 6 November 2008 sekitar pukul 3 Pagi di Jalan Parak Gadang terjadi kebakaran yang menghanguskan 2 buah rumah dengan cukup parah dan satu buah rumah lagi mengalami kerusakan ringan. Api muncul dari sebuah mobil sedan yang di parkir di halaman salah satu rumah korban (usut punya usut..ada unsur kesengajaan…katanya orang-orang yang ada di TKP, ada orang yang melemparkan sesuatu yang mirip Bom Molotov ke mobil yang terparkir tersebut) akibatnya mobil tersebut meledak dan api pun menjalar kerumah sebelah. Nah…rumah ibu yang saya temuin tersebutlah yang berada di sebelah rumah pemilik mobil sedan yang meledak tadi.. Karena kepanikan (kebetulan didua rumah tersebut hanya dinaungi oleh beberapa orang perempuan) korban dan masyarakatpun hanya menunggu bala bantuan dari pasukan 113, sehingga rumah dan segala barang yang ada di dalamnya (termasuk beberapa buah motor) tidak bisa diselamatkan.

Setelah kejadian tersebut kunjungan dari sanak famili dan juga teman-teman yang ingin mengucapkan belasungkawa-pun mengalir tanpa henti, dan siangnya juga datang beberapa orang karyawan dari Bank dan asuransi (Ibu tersebut ternyata memiliki pembiayaan di salah satu bank yang ada di Kota Padang). Setelah dilakukan diskusi antara ketiga belah pihak (pihak bank, asuransi dan juga ibu tersebut sebagai nasabah) didapatkan kesimpulan bahwa untuk mencover pembiayaan yang sedang berjalan, maka asuransi bersedia membayarkan klaim untuk pelunasan pembiayaan ibu tersebut dengan beberapa kelengkapan yang harus dipenuhi.
Semua persyaratan yang harus dilengkapi ibu tersebut sudah diserahkan ke pada pihak asuransi melalui bank, akan tetapi masih ada satu surat lagi yang belum selesai yaitu Surat Keterangan dari Kepolisian yang menerangkan kejadian kebakaran tersebut, dari sinilah kebingungan ibu tersebut dimulai.
Untuk Surat tersebut sang ibu yang sebenarnya sudah kelelahan memikirkan dimana dia dan keluarganya akan tinggal (kebetulan ibu tersebut sudah janda dan meiliki satu anak perempuan) mencoba mendatangi Polsek Padang Timur karena kawasan Parak Gadang masuk dalam daerah kerja dari polsek tersebut. Di Kantor Polsek tersebut sang ibu tidak mendapatkan jawaban yang dia tunggu
Kalo mau dapat surat tersebut, sang ibu mesti menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian, dan untuk proses selanjutnya ibu tersebut dirujuk ke POLTABES PADANG. Sewaktu memproses surat di Poltabes padang (ibu tersebut datang jam 9 pagi) proses yang dijalani ibu tersebut terasa berbelit, nunggu inilah, bapaknya lagi keluarlah…sampai jam 3 belum ada penjelasan mengenai surat yang diurus tersebut . Barulah ibu tersebut berinisiatif memberikan semacam uang pelancar sebesar Rp. 100.000,- dan barulah ada jawaban dari petugas tersebut “ibu tunggu aja konfirmasi dari kami, besok ibu datang lagi”.
Dari Poltabes sang ibu langsung menuju Bank untuk mengkonfirmasikan surat tersebut (karena ibu tersebut telah merasakan jalan usahanya untuk menyelesaikan asuransi bakal cepat selesai), di Bank ibu tersebut masih teringat cicilannya yang telah jatuh tempo pada bulan november tersebut. Pihak bank pun merasa cukup terharu dikarenakan sang ibu yang notabene sedang mengalami musibah itu masih saja teringat kewajibannya terhadap bank. Akhirnya pihak bank mengeluarkan statement yang meyakinkan ibu tersebut “….Ibu tidak usah memikirkan cicilan ibu, sekarang ibu konsentrasi saja ngurusin tempat tinggal ibu, biarlah kami yang mengurusi tagihan ibu…”
Dua hari setelah itu sang ibu kembali lagi ke Poltabes untuk menagih janji petugas untuk memproses suratnya. Jawaban yang diterima ibu itupun terkesan masih berbelit-belit, malah petugas polisi meminta ibu tersebut memintakan contoh dari asuransi tersebut (contoh surat keterangan)…..”"Mungkin nggak, polisi yang sudah bangkotan ngurusin hal begiuan malah nanyain contoh surat…kemana aja sih pak”". Sang ibu pun langsung menelpon orang bank untuk memintakan contoh surat ke asuransi. Dengan jawaban singkat pihak bank menjawab…”mungkin ada syarat yng masih kurang bu” (yang dimaksud Pelicin). Ibu itupun pulang dengan tangan hampa, sambil berpikir mau nyari uang kemana buat bayarin ke polisi.
Baru-baru ini ibu itu kembali lagi ke Poltabes Padang, Surat tersebut sudah selesai dan menunggu di tanda tangani oleh Kapoltabesnya. Petugas memberikan alasan karena ada pertukaran Kapoltabes, makanya belum ditanda tangani…”Nggak logis aja, masa’ ada pertukaran pimpinan bisa menghentikan proses pelayanan publik yang sudah menjadi tanggung jawab mereka”. Karena pengen urusannya cepat selesai ibu tersebut kembali memberikan uang untuk pengurusan tanda tangan tersebut sebesar Rp. 150.000,-. yang lebih parahnya tuh petugas meminta kepada sang ibu uang sebesar Rp. 1.000.000,- untuk mempercepat penyelesaian surat menyurat ini, dan tuh petugas juga ngomong “kita tau kok bu kalo ibu sedang kesusahan, tapi prosesnya emang seperti itu”.
Padahal ada keputusan dari Kapolri bahwa petugas kepolisian dilarang menerima segala macam bentuk sogokan dan pungutan yang diluar prosedur. Apakah keputusan tersebut hanya pembohongan publik semata, apakah keputusan tersebut hanya menutupi tindakan yang lebih dahsyat akibat sebuah ke munafikan terstruktur. Malahan tahun 2010 depan gaji kepolisian akan dinaikkan oleh pemerintah, pangkat paling rendah akan menerima gaji sebesar Rp. 7 juta untuk mengatasi penyimpangan-penyimpangan wewenang seperti ini. Kalau hal ini tidak bisa dirubah sekarang, buat apa kenaikan gaji yang akan di lakukan jika nantinya praktek-praktek seperti ini masih akan terjadi. Gunakanlah Hati Nurani…………………..
Sudah seharusnya POLRI memberikan tindakan disiplin kepada petugas-petugasnya yang telah memanfaatkan kewenanngannya untuk hal-hal yang merugikan masyarakat, supaya tingkat kepercayaan masyarakat kepada kepolisian bisa tetap terjaga dan bisa memberikan ketentraman dan pengayom bagi masyarakat
Jika ada pihak kepolisian yang membaca tulisan ini, saya berharap ada iktikad yang baik untuk mempercepat proses pengurusan surat menyurat dari sang ibu supaya beliau bisa lebih konsentrasi mengurusi kehidupannya yang sedang dalam kesusahan. Janganlah meraup keuntungan diatas penderitaan orang lain. Doa dari orang teraniaya merupakan doa yang sangat makbul, dan jika urusan ibu tersebut bisa terselesaikan dengan cepat niscaya doa dari seorang ibu yang teraniaya dan kesusahan akan mengalir untuk bapak-bapak di kepolisian.
Salam dari masyarakat yang menginginkan citra kepolisian yang lebih baik.
Possibly Related Posts:
- My Wedding : Cincin Kawin Unik
- My Wedding 1 : Undangan Kreatif
- Fenomena Aneh Pikiran Manusia
- 5 Tahun Berkarier di Tempat Yang Tidak Menyiapkan Karier
- Fakta Menarik Tentang Mimpi
December 27 2008 11:22 am | Pemikiran Dejavu











December 27th, 2008 at 13:30
ya itulah.. masyarakat jadi penuh kebingungan.. ga tau lagi dimana tempat mengadu..
December 27th, 2008 at 14:12
dgn doa yg ga muluk….qt doain aj kinerja instansi pmrth tanpa terkcwali,lbh baik dr skrg!
plus usaha… mulai dari yg kecil…dr diri sendiri…n mulai saat ini
ga ada asap klo ga ada api…^^
eh..ga ad gula ga ad semut…
eh…dmana ad gula dsitu ad semut.
December 27th, 2008 at 15:23
Astaghfirullah….
Masih aja ada oknum2 polisi merusak citra institusinya.
Mau minta pertolongan n perlindungan kemana lg masyarakat kalo para polisi sudah ga punya hati nurani keik gitu ?
Mana aplikasi diri dari slogan polri yg digembar gemborkan “Polisi sebagai pengayom dan pelayan masyarakat”?
Wahai pak polisi !
Anda2 semua jg bgn dr masyarakat yg memiliki keluarga.
Jgn lupa karma !
Sadarlah…
Suatu saat hidupmu jg akan dipersulit entah dgn cara apa.
Allah tdk pernah luput dlm meliput setiap kebobrokan mu wahai pak polisi.
Bertobatlah !!
Temen2…
Ini hanya segelintir kisah penderitaan yg diciptakan kaum polisi trhadap masyarakat yg terlihat.
Masih banyak lagi hal2 yg diluar logika dan sangat tidak manusia.
Semoga smakin banyak temen2 pemerhati sosial lainnya membukakan mata kita smua ttg jeleknya birokrasi pelayanan masyarakat di negeri tercinta ini.
December 30th, 2008 at 14:28
astaghfirullah…
emang gw ga pernah percaya ma polisi, soalnya gw dah pernah berurusan ma polisi dan itu benar2 disulitkannya
sesuatu yg harusnya bisa di selesaikan dengan cepat dan simple malah dijadikan ribet dan berbelit2
kl emang kayak gitu kerja polisi apakah masih ada orang yg akan percaya dgn polisi???
mudah2n para bpk2 polisi yg terhormat masih punya hati nurani jadi di thn 2009 mereka berubah semua, banr2 melayani masyarakat dgn baik tanpa pamrih
January 3rd, 2009 at 16:36
gak cuma di padang polisinya kayak gitu, di seluruh indo banyak tersebar
polisi di kampung saya memang banyak yg baik, tapi sekali ada yg jahat, kelewatan >:(
kayak di tulisan ini: http://a-unk.blogspot.com/2008/11/oknum-polda-aceh-menahan-gaji-puluhan.html
January 4th, 2009 at 18:24
Inimah pagar makan tanaman.
January 5th, 2009 at 09:48
Pemerintah memang terkadang sering menyulitkan rakyat kecil. sebenarnya tugas mereka tu apa sih? mempermudah apa mempersulit? Unsur nepotisme selalu dikedepankan. kalo yang ngurus pejabat dan orang terpandang, pasti langsung kelar.
January 7th, 2009 at 16:33
inilah potret pelayanan dan penegakan hukum di ranah kita. dari cerita di atas kita bisa tafsirkan sendiri
No Comment Dech
January 11th, 2009 at 05:09
KALO ADA YANG SUSAH , KENAPA HARUS DIPERMUDAH………….
MUNGKIN ITU UDAH CITRA POLISI DARI SEJAK JAMAN BATU,
KALO YG NGURUS TUH BERPANGKAT DAN BERPENGARUH, PASTI DAH KAYA ANJING LAGI DI COLOK AMA DAGING….NURUT AJA …KHA…KHA…KHA…
March 15th, 2009 at 02:50
Insya allah Polri kedepan lebih baik karena dengan diperhatikannya kesejahteraan anggota Polri merupakan harga mahal yang harus dibayar untuk melakukan tugasnya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. mohon juga dukungan dan partisipasi masyarakat untuk terwujudnya postur Polri yang bersih, profesional dan dipercaya masyarakat. wassalam.