Lestarikan Rumah Gadang

Di Minang, rumah tempat tinggal biasa disebut rumah gadang (rumah besar) bukan hanya makna secara fisik melainkan makna dari sisi adatnya. Rumah-rumah tersebut didirikan bukan tanpa alasan, karena faktor geografis daerah, karena banyaknya binatang buas dan banyak alasan lainnya. Pendiriannya pun tidak gampang, mesti mendapatkan ijin dari kaum dan didirikan diatas tanah kaum itu sendiri. Fungsi dari rumah gadang pun sangat beragam, selain sebagai tempat tinggal juga sebagai inggiran adat (prosesi adat, seperti kematian, kelahiran, perkawinan, pertemuan adat dan lainnya).


Saat ini Rumah Gadang Asli pada setiap daerah-daerah yang ada di Sumatera Barat bisa dihitung dengan jari keberadaannya.


Pada Akhir Maret kemaren, disela-sela touring yang saya lakukan dengan beberapa orang teman lama di daerah Bukittinggi dan juga Payakumbuh. Saya diberikan kesempatan untuk bisa melihat dan bahkan menginap di salah satu rumah gadang yang ada di sana. Pengalaman yang sangat mengesankan bagi saya dan juga bagi beberapa orang teman lainnya, karena saya yang dibesarkan di daerah Kota jarang sekali melihat Rumah Gadang yang Asli…..dan saat ini bisa menjajal ke-kokohan rumah tersebut.

Diwaktu malam, saya merasakan suasana yang agak lain dari biasanya….mungkin karena kondisi rumah yang besar dan hanya diterangi oleh lampu yang remang-remang. Perasaan itu hilang dengan sendirinya dibarengi dengan perasaan kantuk dan kecape’an yang mendera kami (maklum….2 hari diatas motor trus….). Paginya kami berjalan kaki sekitar 2 Km menuju Rumah Gadang teman saya yang berada di nagari sebelah. Disini pun saya melihat lagi kegagahan Rumah gadang yang memperlihatkan kharismatiknya di zaman dulu.


Sudah seharusnya Pemerintah mulai mendata keberadaan Rumah Gadang-rumah gadang yang ada di Sumbar untuk bisa terus dilestarikan sebagai atribut dan juga sebagai identitas dari Masyarakat Minang. Saya melihat masih banyak Rumah-rumah gadang yang tidak terawat lagi dan banyak yang tidak dimanfaatkan dengan tidak semestinya. Campur tangan pemerintah bisa menggerakkan kembali kesadaran budaya dan juga kesadaran akan adat istiadat yang akan membawa masyarakat minang kembali kepada jalur adat yg sudah mulai tergerus oleh perkembangan zaman.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter
  • Add to favorites
  • email
  • Print
  • Technorati
  • PDF
  • Yahoo! Buzz

April 07 2009 11:52 am | Pemikiran Dejavu

Leave a Reply

canadian pharmacy reviews cell phone faceplates cheap Pristiq how to get rid of black armpits