Kepercayaan Vs Aktualisasi Diri

Alhamdulillah….akhirnya pergulatan selama dua tahun terakhir ini telah memperlihatkan hasil yg cukup menenangkan bagi hati saya. Aktualisasi diri melalui jalur akademis yang saya ambil di Kampus UPI-YPTK Padang telah memasuki akhir dari tujuan. Tepatnya tanggal 23 April 2009 kemaren UPI-YPTK Padang mengukuhkan sekitar 600-an orang wisudawan/ti mulai dari D3, S1 dan juga S2 melalui Rapat Senat Terbuka yang juga dihadiri oleh Ketua Kopertis Wilayah Sumatera.

Proses perkuliahan yang saya mulai semenjak Agustus 2007 sampai dengan April 2009 ini telah memberikan kontribusi positif bagi pemikiran dan pola kerja saya sebagai individu yang memberikan loyalitas kepada tempat saya bekerja saat ini. Walaupun peruahaan dimana saya bekerja belum bisa menerapkan beberapa peluang-peluang dan ide kreatif yang coba saya tawarkan….(nggk tau lah apa yg mendasari sebuah perusahaan tidak mau bergerak maju dengan kemampuan dari karyawan2nya yg sangat potensial dan produktif).

Terlepas dari itu semua, saya masih memiliki motivasi yang besar dan akan terus mengembangkan dan mengaktualisasikan diri kepada hal-hal yg bersifat positif diluar kehidupan saya sebagai seorang pekerja. Masih banyak kehidupan masyarakat yang bisa kita sentuh dengan ide-ide pencerahan.

Dari sini, saya mencoba menghimbau bagi orang-orang yang masih memiliki kemampuan untuk mendedikasikan dirinya kepada hal-hal yang lebih bermanfaat dan bisa membantu orang lain….berikanlah itu sebagai kontribusi positif yang bisa anda berikan bagi kemajuan bermasyarakat. Saya yakin, diluar sana….masih banyak orang-orang yang terkekang dan tidak pernah diberikan ruang gerak untuk mengaktualisasikan diri sehingga potensi mereka tidak bisa terkesploitasi secara positif.

Aktualisasi diri adalah kebutuhan naluriah pada manusia untuk melakukan yang terbaik dari yang dia bisa. Istilah ini digunakan dalam berbagai teori psikologi, seperti oleh Kurt Goldstein, Abraham Maslow, dan Carl Rogers. Goldstein adalah ahli yang pertama melihat bahwa kebutuhan ini menjadi motivasi utama manusia, sementara kebutuhan lainnya hanyalah manifestasi dari kebutuhan tersebut. Namun yang membuat istilah ini lebih mengemuka adalah teori Maslow tentang hirarki kebutuhan, yang menganggapnya sebagai tingkatan tertinggi dari perkembangan psikologis yang bisa dicapai bila semua kebutuhan dasar sudah dipenuhi dan pengaktualisasian seluruh potensi dirinya mulai dilakukan.

Sampai detik ini saya sedikit heran dengan pola pikir masyarakat yang masih belum begitu bisa mempercayakan ide-ide dan pemikiran yang bersumber dari anak muda. Kapan slogan “Yang Muda Yang Dipercaya” bisa terealisasi…..kayaknya hal itu masih cukup lama bisa terwujud. Terkadang saya melihat banyak terjadi pembunuhan karakter terhadap anak-anak muda yang produktif, hal ini sering terjadi di perkantoran yang masih memegang sistem dan prinsip senioritas yang cukup kuat. Secara tidak langsung, praktik2 tersebut akan mengakibatkan pendangkalan terhadap kreatifitas yang akan mengakibatkan tergerusnya potensi2 dari sosok tangguh yang masih memiliki fighting spirit cukup besar, dan ujung2nya mereka akan mencoba memposisikan diri dan mengkloning sikap dan sifat dari pimpinan mereka yang notabene sudah mati gaya dan hanya  mencoba berlindung dari kekuasaan yang mereka miliki (biasanya sih pejabat2 seperti itu cuman bisa main aman, dengan berpikir ala kadarnya….dan mengambil keputusan yang bisa mengamankan dan tidak beresiko terhadap jabatannya)

Apakah ini cikal bakal kader bangsa yang akan melanjutkan berbagai macam perjuangan di segala sektor usaha……Sudah saatnya “Yang Muda Yang Dipercaya”……

Bagi orang-orang yang merasa punya kekuasaan di tempat mereka bekerja dan melihat kondisi2 seperti ini terjadi dan menimpa anak-anak muda potensial….saya menghimbau, coba berikan kepercayaan lebih bagi mereka dan berikan ruang gerak supaya mereka bisa lebih bisa mengeksploitasi diri yang akan memberikan kontribusi positif terhadap tujuan dari perusahaan atau instansi tempat bapak-bapak / ibu- ibu bekerja……

……….Go Young………..

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Twitthis
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter

May 01 2009 10:59 am | Pemikiran Dejavu

3 Responses to “Kepercayaan Vs Aktualisasi Diri”

  1. hendri Says:

    hahaha.. sa almamater wak kiro nyo yo bang… aniang aniang se bang yo

  2. avartara Says:

    Hmmmm,…. Curhat ne Yeeee,… BTw jika ide dan pendapat terbentur dengan struktur yang jelimet,.. simpan,… suatu saat akan berguna jika tiba masanya,.. tetap semangat bro

  3. osa Says:

    darah muda ndut….ingek pasan om oma irama…

Leave a Reply