Archive for August, 2009
August 31st, 2009 -- Posted in Dejavu Kritis, Pemikiran Dejavu |
PANDEGLANG, KOMPAS.com — Nuraeni meminta Polri agar suaminya, Arif Rahman, yang diduga polisi melakukan teror melalui pesan singkat (SMS) ke Ibu Negara Ani Yudhoyono, dikembalikan ke rumahnya agar bisa berkumpul kembali bersama keluarga.
“Suami saya bukan penjahat dan juga bukan teroris kenapa ditangkap polisi,” kata Nuraeni saat ditemui di kediamannya di Lebak Purut Desa Kupahandap, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (31/8).
Baca kelanjutannya….(dejavu)
Possibly Related Posts:
August 29th, 2009 -- Posted in Dejavu Kritis, Pemikiran Dejavu |

Nggak tau juga apa misinya, atau apa yang melatarbelakangi sampai-sampai timbul keinginan untuk menayangkan pilem kartun di saat umat islam mau melaksanakan sholat Tarawih. Pastinya ibu-ibu serta bapak-bapak tidak akan terpengaruh dengan pilem tersebut dan juga anak-anak muda lainnya. Akan tetapi penayangan pilem tersebut sangat mempengaruhi keinginan dan minat anak-anak untuk pergi ke masjid.
Ini yang terjadi pada ponakan saya, sudah hari ke delapan Tarawih cuman sekali dia ikutan Sholat tarawih ke Masjid. Selain karena sakit dia juga memiliki banyak alasan untuk tidakke Masjid…yang ngantuk lah, capek, kekenyangan atau yg lain…padahal tepat jam 7 dia udah stand by di depan TV dan mengambil chanel Global TV.
Baca kelanjutannya….(dejavu)
Possibly Related Posts:
August 28th, 2009 -- Posted in Dejavu Charity, Kayak Berita di Koran, Pemikiran Dejavu |
Baru-baru ini di beberapa media eloktronik dan juga media cetak di beritakan bahwa Universitas Diponegoro mulai tahun ini tidak menerima mahasiswa yang berkebangsaan Malaysia. Hal ini disampaikan Rektornya secara langsung kepada media dan berharap keputusan yang diambil kampus tersebut bisa mengakomodasi rasa nasionalis Banksa Indonesia yang sedang terusik.
Ada banyak alasan yang disampaikan, pembayaran uang pembangunan yang menunggak, kemampuan intelijen dan beberapa hal lainnya dan yang paling utama sekali adalah kontribusi Undip untuk memperlihatkan kepada dunia Luar bahwa Indonesia telah Muak dengan Prilaku menyimpang dari Malaysia.
Sudah sangat banyak catatan kriminalitas budaya yang ditorehkan oleh Malaysia, seperti pencaplokan beberapa produk budaya dalam negeri seperti keris, batik, rendang, dan baru-baru ini klaim terhadap Tari Pendet. Selain itu kasus TKI yang dianiya, pencaplokan dua buah pulau di batas luar Indonesia, ekspor teroris, dan banyak hal lainnya.
Baca kelanjutannya…(dejavu)
Possibly Related Posts:
August 26th, 2009 -- Posted in Dejavu Ngomong Keuangan Syariah |
Bank Indonesia selaku Bank induk dan regulator perbankan di negeri ini telah mencanangkan kegiatan yang bertajuk “ Ayo ke Bank” yang merupakan kegiatan edukasi dan juga sosialisasi segala bentuk transaksi dan produk-produk yang dimiliki oleh perbankan di Indonesia. Disetiap daerah dilakukan kegiatan-kegiatan seperti gerak jalan santai, pameran, bazaar dan juga penyeberan leaflet kepada masyarakat untuk lebih mendekatkan masyarakat dengan dunia perbankan. Hal ini biasanya dilakukan pada awal-awal tahun dan telah berjalan sekitar 2 tahun. Selain Ayo ke Bank, BI juga memfasilitasi Perbankan syariah untuk melakukan promosi dan juga edukasi kepada masyarakat melalui koegiatan yang di beri nama “Festival Ekonomi Syariah” (FES). Dalam FES ini Bank Syariah bisa memberikan informasi dan pengetahuan yang lengkap kepada calon nasabah dan juga meraup calon nasabah sebanyak-banyaknya.
Melihat program-program yang ditawarkan pada FES tersebut, saya melihat peluang….bagaimana kalau FES tersebut diadakan pada bulan Ramadhan dan bukan pada bulan biasa. Ramadahan memiliki aura yang lebih cocok untuk melakukan dakwah di bidang ekonomi syariah. Selain lebih afdhol kegiatan FES juga akan lebih maksimal karena masyarakat lebih antusias dengan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan agama.
Baca Kelanjutannya…(dejavu)
Possibly Related Posts:
August 25th, 2009 -- Posted in Dejavu Ngomong Keuangan Syariah |

Substansi puasa adalah pengendalian diri serta menghindarkan diri dari segala prilaku tercela. Dengan demikian ibadah puasa bukan saja menahan makan, minum dan berhubungan seks, tetapi juga menahan diri dari segala sesuatu yang diharamkan, seperti ghibah (menggunjing), berdusta, berjudi, korupsi dan termasuk riba.
Selama bulan Ramadhan, prilaku yang halal saja ada yang dilarang dilakukan, seperti makan, minum dan berhubungan suami-istri, apalagi perilaku yang haram dan syubhat, jelas semakin dilarang dan harus ditinggalkan.
Baca kelanjutannya…(dejavu)
Possibly Related Posts:
Next »