Gertakan dan Komitmen seorang Romeo (Kepala BI Padang)
Membaca Singgalang pada halaman depan terbitan hari ini 24 Agustus 2009 yang berjudul ” Kalau tak Serius Tutup saja Bank Syariah” yang disampaikan oleh Romeo Risal Kepala BI Cabang Padang. Di artikel tersebut beliau menyampaikan keluhannya terhadap lambatnya pengembangan bisnis perbankan syariah di Sumatera Barat. Bank Syariah hanya berdiri di Tiga daerah di Sumatera Barat yaitu di Kota Padang, Bukittingi dan Payakumbuh. Padahal seluruh daerah di Sumatera Barat merupakan daerah potensial untuk pengembangan perbankan syariah. Dengan slogan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah masyarakat minang angat dekat dengan segala bentuk transaksi kehidupan yang berlandaskan agama.
Selain Bank Syariah, Walikota dan juga Bupati menjadi target kejut berikutnya dari Romeo, seharusnya Pemda yang lebih gencar meminta pendirian perbankan syariah di daerahnya.
Jika tidak ada Bank Syariah yang berkomitmen untuk mendirikan cabangnya di daerah2 di Sumbar maka Romeo memberikan ultimatum untuk mereka dikembalikan ke Kantor Pusatnya di Jakarta. Beliau bisa mendatangkan Bank Syariah Luar negeri ke Sumbar jika komitemn ini tidak muncul dari Bank-bank Syariah yang saat ini beroperasi di Sumbar. ‘Saya kasih limit waktu 2 bulan untuk mendirikan cabang di Sumbar”, itulah gertakan yang merupakan sebuah komitmen dari seorang Romeo.
Bank Nagari-pun yang merupakan Bank yang asetnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah disentil abis-abisan oleh Romeo. Saya berharap Bank Nagari Syariah bisa mempercepat pendirian cabangnya di daerah-daerah, itu statementnya terhadap bank terkemuka di Sumatera Barat ini. Saat ini Bank Nagari memiliki 2 Kantor Cabang di Padang dan Payakumbuh serta satu buah Kantor Kas di Bukittinggi.
JIka melihat ketegasan dari seorang Kepala BI seperti yang tertuang dalam artikel tersebut, saya melihat sebuah kegerahan dari Bank Indonesia melihat perkembangan Bank Syariah yang ada di Sumbar. Aset Bank Syariah yang sampai saat ini belum mencapai angka 5 % menjadi sebuah beban yang berat bagi BI dalam memotivasi para praktisi perbankan syariah yang ada. Mayoritas penduduk muslim yang sangat potensial akan tetapi tidak tergarap sebagaimana mestinya. Sedangkan Medan yang penduduknya bervariasi memiliki Bank Syariah yang cukup banyaki di daerah-daerahnya, ada apa dengan Sumbar…?
Sudah saatnya hal ini menjadi sebuah pemikiran dan tindakan kongkrit dari praktisi Perbankan Syariah yang ada di Sumatera Barat untuk lebih mengembangkan sayapnya ke daerah-daerah lain yang belum terjamah oleh operasional bank-nya.
Solok dan Batusangkar merupakan beberapa daerah potensial yang sangat merindukan adanya Perbankan syariah yang beroperasi disana. Hal ini terlihat dari beberapa hasil penelitian dan juga wawancara yang dilakukan dengan beberapa nasabah konvensional di Solok yang pindah ke Bank Syariah.
Potensi seperti ini haruslah menjadi target baru bagi perbankan syariah untuk menjalankan ekspansinya kepada daerah-daerah yang memiliki prosepek pengembangan.
Jangan jadikan Bank Syariah hanya sebagai pelengkap bisnis bagi Bank Induknya (yang berbentuk unit Usaha Syariah), dan hanya menjadi kedok supaya nasabah mereka dikonvensional tidak berpindah ke Bank Syariah lain. Jadikanlah Bank Syariah sebagai sebuah pencerahan dan pencapaian baru dari sebuah sistem keuangan syariah yang benar-benar bisa memberikan arti lebih bagi nasabah….(Beyond Banking)
Possibly Related Posts:
- Penerapan GCG Pada Perbankan Syariah
- Metamorfosis Rahn (Gadai Emas)
- Sharia Marketing
- Kritik Terhadap Kegiatan Sosialisasi BI
- KOMITMEN SYARIAH
August 24 2009 03:40 pm | Dejavu Ngomong Keuangan Syariah











August 24th, 2009 at 19:11
wadoooh… marah neh, kerjaannya disinggung-singgung… hahaha…
peace
-aurora-
August 25th, 2009 at 09:12
mestinya emang harus kayak gitu aurora….untuk maju kita harus dikritik, jangan takut dikritik dan mengkritik….kemajuan itu berada di tangan2 orang yang kritis
January 11th, 2010 at 14:41
Baru tahu ya. bahkan uus dijadikan bahan politik praktis untuk jabatan. ngsk serius. promosinya bank syariahnya juga sangat sempit, hanya sebatas bank islam. bukan sistimnya yg diambil.
March 3rd, 2010 at 12:21
politik praktis memang akan membuka pintu kampanye di semua bidang, termasuk dalam dunia kerja…dan bawahan pun bisa dijadikan tim sukses buat itu
tergantung penilaian kita saja….apakah mereka benar-benar real atau hanya memanfaatkan jabatan saja