Unand Mesti Meniru Undip
Baru-baru ini di beberapa media eloktronik dan juga media cetak di beritakan bahwa Universitas Diponegoro mulai tahun ini tidak menerima mahasiswa yang berkebangsaan Malaysia. Hal ini disampaikan Rektornya secara langsung kepada media dan berharap keputusan yang diambil kampus tersebut bisa mengakomodasi rasa nasionalis Banksa Indonesia yang sedang terusik.
Ada banyak alasan yang disampaikan, pembayaran uang pembangunan yang menunggak, kemampuan intelijen dan beberapa hal lainnya dan yang paling utama sekali adalah kontribusi Undip untuk memperlihatkan kepada dunia Luar bahwa Indonesia telah Muak dengan Prilaku menyimpang dari Malaysia.
Sudah sangat banyak catatan kriminalitas budaya yang ditorehkan oleh Malaysia, seperti pencaplokan beberapa produk budaya dalam negeri seperti keris, batik, rendang, dan baru-baru ini klaim terhadap Tari Pendet. Selain itu kasus TKI yang dianiya, pencaplokan dua buah pulau di batas luar Indonesia, ekspor teroris, dan banyak hal lainnya.
Dari beberapa cacat prilaku yang diperlihatkan, mestinya seluruh bangsa Indonesia bergerak bersama untuk mempertahankan kedaulatan kita.
Unand yang merupakan Universitas kebanggaan Sumatera Barat yang juga memiliki mahasiswa dari Malaysia semestinya harus mengambil sikap yang sama dengan UNDIP. Sudah saatnya tidak menerima mahasiswa WNA asal Malaysia yang hanya datang ke Indonesia untuk mengambil jurusan eksakta seperti kedokteran. Kita jangan lengah lagi dengan kondisi yang telah terjadi, bisa jadi ini semua merupakan strategi yang telah terintegritas dari semua elemen Malaysia. Kita jangan diperdaya lagi…..Fakultas Kedokteran Unand yang termasuk fakultas unggulan di Indonesia harus bisa memilih, mau memajukan mahasiswa dalam negeri atau tetap memberikan porsi bangku kuliah kepada mahasiswa Malaysia.
Ditunggu partisipasi aktif Universitas Andalas terhadap wacana yang sedang berkembang di negara ini.
Saya sempat membaca sebuah situs forum yang beralamat ” http://www.topix.com/forum/world/indonesia ” yang di dalamnya diisi dengan berbagai macam hujatan dan makian terhadap negara kesatuan RI, isinya membuat panas hati dan dada saya. Sampai-sampai lagu Indonesia Raya diplesetkan menjadi sangat-sangat tidak manusiawi.
Postingan ini bukan bermaksud untuk memprovokasi, tapi apakah kita sadar bahwa selama ini kita telah di perdaya dengan segala bentuk hubungan bilateral yang baik diantara ke dua belah negara. Sehingga mereka melihat bangsa kita lembek dan tidak punya nyali untuk bertindak tegas.
Saya berharap Pemerintah harus mengambil sikap yang lebih ekstrim untuk menyelesaikan kasus-kasus yang telah terjadi. Seluruh Penduduk Indonesia cinta dengan bangsa dan kebudayaannya, kita semua secara tidak langsung dan tanpa disuruh akan membela kedaulatan bangsa ini jika jelas bangsa kita ini di injak-injak oleh bangsa lain.
Jangan hanya beretorika dan berpolemik di media, bahwa Indonesia telah mendaftarkan berbagai macam kebudayaan….apakah penduduk Indonesia nyaman dengan jawaban seperti itu. Yang kami butuhkan adalah tindakan tegas dan kecaman dari seorang Presiden yang menjadi pejuang terdepan dalam membela negeri ini.
Apa gunanya Dubes RI di malaysia di isi oleh seorang mantan Jendral Polisi dan memiliki jabatan terakhir sebagai Kapolri. Mestinya Dubeslah yang pertama memberikan perlawan secara diplomasi terhadap prilaku menimpang dari negara serumpun kita tersebut.
Kita lihat saja apa tindakan konkrit yang akan dilakukan oleh Pemerintah, sudah terlalu sering kejadian seperti ini terjadi….dan Pemerintah hanya terkesan beretorika saja….ataukah akan keluar kata-kata “lanjutkan” kepada negara Malaysia.
Semoga pemerintah mendapatkan pencerahan dari kegelisahan seluruh penduduk Indonesia.
Possibly Related Posts:
- My Wedding : Cincin Kawin Unik
- My Wedding 1 : Undangan Kreatif
- 62,7 Persen Remaja Indonesia Pernah ML
- Lembah Anai Mengamuk
- Fenomena Aneh Pikiran Manusia
August 28 2009 03:19 pm | Dejavu Charity and Kayak Berita di Koran and Pemikiran Dejavu











August 28th, 2009 at 18:10
setuja!!! sedikit jual mahal tak papa…
August 31st, 2009 at 21:19
Wah sebagai anak Undip (bawah) saya malah belum pernah lihat mahasisa asal Malaysia.
September 7th, 2009 at 15:06
Capek bacanya Gan.
yang penting mantap!!!