Archive for September, 2009

Baitul Mal Dalam Lintasan Sejarah

September 29th, 2009 -- Posted in Dejavu Ngomong Keuangan Syariah, Inspiration Dejavu | No Comments »
Tak disangka, lembaga keuangan yang telah mengantarkan Islam pada puncak kejayaannya itu berawal dari sebuah kantung milik Abu Bakar Shiddiq.

Islam, dalam perjalananan sejarahnya banyak mengukir prestasi yang gilang gemilang. Pada masa kejayaannya Islam menjadi mercu suar peradaban dunia, baik dalam aspek sosial, ekonomi, politik maupun ilmiah. Dan hebatnya, semua aspek tersebut mendunia karena berbalut syariat yang bersumber dari Al-Quran, sunnah dan fatwa para alim ulama. Bahkan banyak konsep pengelolaan negara ala kaum muslimin tersebut yang kemudian menjadi inspirasi banyak ilmuwan dan negarawan dari generasi-generasi sesudahnya.Negeri-negeri Islam di jaman pemerintahan Al-Khulafaur Rasyidun, Dinasti Umayyah di Damaskus, Dinasti Abbasiyyah di Baghdad, Dinasti Umayyah II di Andalusia dan Dinasti Utsmaniyyah di Istambul dikenal sebagai negeri yang makmur. Kesenjangan antara si kaya dan si miskin tidak terlihat mencolok, karena pemerataan ekonomi yang cukup baik. Dan salah satu pilar terpenting yang menopang pilar ekonomi tersebut, tanpa menafikan adanya kebocoran di sana sini yang merupakan kesalahan manusiawi, adalah sistem pengelolaan keuangannya yang dikelola berdasarkan syariat, yang bermuara di lembaga baitul mal.Baitul Mal, menurut Ensiklopedi Hukum Islam terbitan Ikhtiar Baru Van Hoeve, berasal dari dua kata Arab: bait yang berarti rumah, dan al-mal yang berarti harta. Jadi baitul mal adalah rumah untuk mengumpulkan atau menyimpan harta. Sedangkan secara ishtilahi (terminologis), menurut Syaikh Abdul Qadim Zallum (1983) dalam Al-Amwaal Fi Daulah Al Khilafah, baitul mal adalah lembaga yang mempunyai tugas khusus menangani segala harta umat, baik berupa pendapatan maupun pengeluaran negara.

continue reading »

Possibly Related Posts:


Benarkah Bank Syariah Kapitalis…?

September 24th, 2009 -- Posted in Dejavu Ngomong Keuangan Syariah | No Comments »

Saya pernah mendengar beberapa orang berbicara lantang dan menghujat operasional dan produk-produk yang ada di Perbankan Syariah. ”Bank Syariah lebih kapitalis dari pada Bank Konvensional, Bank syariah tidak berpihak kepada umat” dan banyak ungkapan-ungkapan lainnya. Apa yang sebenarnya terjadi………..?

Dari hasil penelusuran yang dilakukan, banyak kondisi diatas terjadi pada nasabah yang menikmati fasilitas pembiayaan di Bank Syariah. Seperti contoh :

Baca kelanjutannya…(dejavu)

Possibly Related Posts:


INVESTASI ZAKAT MELALUI QARDHUL HASAN

September 17th, 2009 -- Posted in Dejavu Ngomong Keuangan Syariah, Pemikiran Dejavu | No Comments »

Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.

Jika kita melihat pengertian zakat, zakat menurut terminologi syariah adalah kewajiban atas harta dan kewajiban atas sejumlah harta tertentu untuk kelompok tertentu dalam waktu tertentu.

Banyak kebiasaan dari umat islam dalam menunaikan kewajiban zakatnya, seperti membayarkan melalui lembaga zakat, membayarkan sendiri kepada sanak famili yang termasuk mustahik, dan banyak lagi cara lainnya. Ada juga muzakki yang mengeluarkan zakatnya setiap bulan, setiap hari ataupun setiap tahun, semua itu tergantung dari kebiasaan dan kenyamanan dari muzakki tersebut.

Investasi dan zakat sebenarnya memiliki arti yang sangat berbeda, akan tetapi jika kedua hal ini di padukan dalam sebuah kegiatan pengelolaan yang komprehensif dan terprogram, akan muncul gerakan-gerakan ekonomi yang produktif yang akan memberikan manfaat kepada berbagai pihak. Dan hal ini tentunya menjadi sebuah investasi jangka panjang bagi muzakki dalam hal produktifitas pahala yang mereka terima, selama pengelolaan zakatnya tersebut berjalan dengan baik dan bisa membantu berbagai pihak, secara otomatis nilai pahala dan keberkahan dari zakatnya tersebut akan terus mengalir dan memberikan kenyaman tersendiri bagi diri si muzakki, inilah yang disebut sebagai investasi zakat.

Baca kelanjutannya…(dejavu)

Possibly Related Posts:


Bule-pun Suka Pakai Daster

September 15th, 2009 -- Posted in Dejavu Lucu - lucuan, Saatnya Photo berbicara | 3 Comments »

Pict ini diambil di Kawasan Pantai Padang arah Danau Cimpago. Awalnya saya herang melihat dari kejauhan sepasang ibu-ibu (amak-amak) sedang menenteng Papan surfing. Masa’ iya, ibu-ibu sudah mulai hobi  bermain surfing…terlalu ekstrim aja bagi statusnya.

Setelah di dekati,  baru ketahuan kalau dua perempuan tersebut adalah sepasang Bule yang mengenakan pakaian Daster layaknya ibu-ibu kalau di rumah. Unik, aneh dan asik……..itulah pikiran pertama yang muncul dalam benak saya.

Gimana nggk….Bule, yang biasanya berpakaian menor kalau berada di Pantai malah mengenakan pakaian yang menutup aurat sampai ke bawah lutut. Unik karena bule tersebut milih pakaian kebangsaannya kaum wanita kalau lagi di rumah. Saya mencoba sedikit berpikir seperti apa yang dipikirkan oleh dua orang Bule  tersebut:

Baca kelanjutannya…(dejavu)

Possibly Related Posts:


Macet 1,5 jam di Jembatan Simpang Haru

September 15th, 2009 -- Posted in Dejavu Charity, Dejavu Kritis, Pemikiran Dejavu | No Comments »

Kemaren hari Senin tanggal 14 September 2009, Padang diguyur hujan yang sangat lebat mulai dari pagi sampai malam hari. Guyuran hujan yang sangat lebat dan panjang ini selain mendatangkan rezeki juga mendatangkan sedikit kesusahan bagi masyarakat. Banyak yang memiliki kendaraan roda dua urung melakukan aktifitas diluar karena udah kebayang akan basah kuyup.

Ceritanya berawal sekitar pukul 16.30 WIB ketika saya mau meninggalkan kantor untuk pulang kerumah, kebetulan kondisi badan saat itu emang lagi kurang enak. Untung saja saya dititipi mobil oleh my father untuk di bawa pulang, sehingga alhamdulillah kemungkinan saya akan basah kuyup tidak akan terjadi.

Baca kelanjutannya….(dejavu)

Possibly Related Posts:


Next »