Catatan Relawan Hari Kedua
Pagi itu kamis tanggal 1 Oktober 2009, saya terbangun dari tidur yang sangat tidak nyenyak karena masih memendam perasaan was-was akan terjadinya gempa susulan yang lebih besar. Setelah sedikit berberes untuk membantu orang tua yang masih panik, saya minta izin untuk bergabung dengan rekan-rekan dari red cross di Markas Daerah Sumbar.
Sesampai di markas daerah, rekan-rekan yang lain telah berkumpul dengan pakaian lengkap siap untuk diterjunkan ke beberapa titik. Setelah sedikit berkoordinasi mengenai lokasi-lokasi evakuasi yang akan dilakukan, saya pun langsung naik ke motor dan memacu kendaraan ke daerah tersebut. Gama yang merupakan tempat bimbingan belajar menjadi fokus saya hari itu, disana telah berkumpul sekitar 4 orang tim awal dari markas daerah. Proses evakuasi di Gama mengalami hambatan karena reruntuhan bangunan bertingkat tersebut benar-benar menutupi akses masuk ke ruangan yang ada di dalam lokasi bimbel tersebut. Untuk memanfaatkan waktu yang masih ada, saya pun mencoba berkeliling di kawasan pondok dan sekitarnya mencoba melihat kondisi-kondisi kemungkinan adanya korban yang masih selamat di bawah reruntuhan, sayapun tancap gas dengan motor kuning yang selalu setia menemani. Kodisi bangunan yang terlihat di sepanjang jalan banyak yang hancur, hal ini memicu perhatian dari banyaknya masyarakat yang mulai berlalu lalang di kawasan tersebut.

Pukul 14.00 WIB Lokasi Bimbel Gama telah memperlihatkan titik terang untuk evakuasi, bangunan yang telah dihancurkan oleh alat berat tersebut bisa dimasuki dan menjangkau jasad-jasad korban yang tertindih di dalamnya. Kami pun bersiap untuk melakukan evakuasi, tugaspun dibagi….ada relawan yang bertugas untuk meraih jasad di dalam bangunan, ada yang siap untuk memasukkan ke kantong dan juga ada yang bersiap di ambulance untuk segera di evakuasi ke rumah sakit M. Djamil.

Pukul 14.24 WIB salah seorag korban bisa ditarik dari reruntuhan, dan korban tersebut langsung di evakuasi dengan ambulance.

Pukul 14.33 WIB kembali ditemukan korban, evakuasi ini bisa dilakukan sedikit cepat karena korban berkemungkinan dalam posisi berangkulan di satu tempat sehingga korban-korban tersebut bisa mudah diambil. Setelah mengevakuasi 2 orang korban, saya kembali ke posko daerah untuk melihat kemungkinan dibutuhkannya bantuan di lokasi lain, berhubung di Gama proses evakuasi terhenti karena bangunan harus kembali dihancurkan menggunakan alat berat. Hari itu ada sekitar 14 korban yang bisa di evakuasi dari Gama.

Kawan-kawan relawan yang saat itu hanya berkisar kurang lebih sebanyak 100 orang telah bekerja di beberapa lokasi, seperti di Hotel Ambacang, Adira, Gama, STBA Prayoga dan juga di beberapa lokasi gudang bantuan untuk mengatur arus masuk dan keluar barang bantuan. Selain itu ada juga relawan yang bekerja untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat walapun hal tersebut volumenya relatif masih kecil.
Dengan keterbatasan tenaga yang dimiliki saat itu, banyak rolling relawan yang dilakukan dengan hanya dibatasi oleh proses makan siang yang terkadang tidak beraturan, karena Dapur umum di markas daerah baru efektif pada sore hari.

Pukul 24.00 WIB semua relawan kembali ke markas dan berkoordinasi tentang kegiatan yang telah dilaksanakan, dan bersiap-siap untuk melakukan kegiatan esok harinya.
Possibly Related Posts:
- Dapur Umum
- PIDATO ANAK 12 TH YANG MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB
- Catatan Relawan Hari ke 12
- Catatan Relawan Hari Ke 11
- Catatan Relawan Hari Ke-6 s/d 10
October 09 2009 01:59 pm | Dejavu Charity












October 10th, 2009 at 23:01
waaaa…..amy juga pengen jadi relawan bg,..
tapi ga da temannn…
jadinya agak ngeriiii…..
hiksss….
jadi ngiri liat bg bisa jadi relawan……….
October 12th, 2009 at 10:56
jgnpengen aja…..kalo mau gabung silahkan….kita masih butuh banyak relawan untuk PSP (penangan trauma psikologi) dan berbagai macam kegiatan lainnya….Datang aja Ke PMI Cabang Padang