Catatan Relawan Hari Ketiga

Hari ketiga pasca gempa yang bertepatan dengan hari jumat itu dilalui rasa mencekam oleh masyarakat kota Padang. Bantuan yang belum kunjung mereka terima dan masih banyaknya korban bencana yang terperangkap oleh reruntuhan bangunan masih menyisakan kepedihan dan kesedihan yang mendalam bagi keluarga korban. Hari itu saya berinisiatif untuk bergabung dengan rekan-rekan Red cross yang berada di Hotel Ambacang, karena pada hari itu hotel ambacang akan dibantu oleh kedatangan alat berat dari Semen Padang.
Proses evakuasi pun berjalan lamban di Hotel ambacang, karena satu-satunya jalan untuk menemukan korban adalah dengan membuka jalur akses masuk ke dalam beberapa ruangan yang ada di bangunan tersebut. Dan kegiatan tersebut hanya bisa dilakukan oleh Alat berat. Alat berat pun bekerja secara hati-hati, beberapa kru televisi secara bergantian melakukan siaran langsung dengan berlatar belakang alat-alat berat tersebut. Kru-kru televisi dari luar negeri pun meramaikan lokasi evakuasi yang telah diberi garis kuning oleh polisi.
Warga pun tumpah ruah ke badan jalan untuk mengikuti proses evakuasi yang sedang berlangsung, keluarga korban dan juga masyarakat yang hanya penasaran telah bercampur dalam kerumunan tersebut. Hal ini sudah barang tentu sangat menyulitkan proses evakuasi yang dilakukan oleh para pihak terkait.
Saat alat berat berhenti untuk sedikit memberikan ruang kepada para relawan yang saat itu di dominasi oleh TNI, Polri, Basarnas, PMI dan juga yang lainnya. Saya dan 2 orang rekan lainnya mencoba menyusuri lokasi-lokasi yang di curigai tempat tertimbunnya beberapa orang korban, kami pun menaiki reruntuhan tersebut dan mencoba mengarahkan ke kamar yang berada di atas KFC yang saat itu ruangannya sedikit labil, menembus beberapa kamar….kamipun menemukan pintu keluar yang telah hancur yang mengarah ke atas ruang pelatihan. Disana bau menyengat menyeruak dari bawah bangunan yang telah bertumpukan secara tidak merata. Dari sinilah salah seorang korban yang dievakuasi dalam keadaan hidup satu hari sebelumnya. Setelah mendengar komando dari bawah yang menandakan bahwa alat berat akan bekerja kembali kami pun bergerak menuju jalur yang mengarah ke Mesjid di Hotel Bumi Minang.
Hari itu hanya sedikit korban yang bisa di evakuasi dari bangunan yang rubuh, dan begitu juga dengan hari selanjutnya, hal ini dikarenakan sulitnya medan yang harus dilalui dan harus dihancurkan oleh alat berat. Saya standby di Hotel Ambacang sampai pukul 20.00 WIB, dikarenakan titik terang untuk masuk ke lokasi masih tidak ketemu, kamipun bergerak kembali ke posko untuk sedikit menghilangkan kelelahan dan menyiapkan tenaga buat besok.
NB : Photo-photo masil dalam proses pengeditan
Possibly Related Posts:
- Opini Yang Berakhir Dengan Intimidasi
- SURAT DARI ODHA
- Indonesia Hari ini
- Mentawai After Tsunami
- Carut Marut Disaster Management Di Indonesia
October 13 2009 11:24 am | Dejavu Charity


















October 13th, 2009 at 13:57
dari ceritanya, kelihatannya bagitu mencekam ya bang…..
tak bisa dipungkiri, begitu banyak orang yang trauma akan kejadian ini….
NB: di ampang juga butuh bantuan nih…