5 Tahun bersama ODHA dan OHIDHA

Saya dan 5 orang rekan yang berbeda profesi dan aktifitas, pada tahun 2004 mencoba mencetuskan pendirian sebuah kelompok untuk memfasilitasi kawan-kawan yang menderita HIV/AIDS khususnya di Sumatera Barat. Pertemuanpun sengaja dilakukan di lokasi-lokasi yang memang sering dikunjungi oleh kawan-kawan yang memiliki faktor resiko, mulai dari pertemuan di Bawah Jembatan Siti Nurbaya, Di Halte Pos, Di Jln. Diponegoro, Di Gor Agussalim dan juga beberapa lokasi lainnya.
Organisasi ini kami berinama “Lantera MinangKabau”, makna yang terkandung didalamnya adalah cahaya baru yang akan memberikan suasana terang bagi kawan-kawan yang positif terinfeksi HIV/AIDS. Oraganisasi ini memiliki pasang surut operasional, sama seperti organisasi-organisasi LSM lainnya. Keterbatasan Dana, keterbatasan SDM dan juga keterbatasan akses menjadi beberapa hal yang menghiasi perjalanan panjang organisasi ini.
Tahun 2008 kemaren kami secara sah telah mendaftarkan dan membuat badan hukum bagi organisasi dalam sebuah payung Yayasan, setelah berkonsultasi dan juga bertukar pikiran dengan beberapa orang rekan-rekan Penggiat HIV/AIDS nasional….Badang hukum ini dibutuhkan untuk menambah percepatan akses dan kemudahan mencari donasi dari berbagai pihak. “Yayasan Lantera Minang Kabau” itulah nama kami saat ini.
YLMK saat ini memiliki beberapa KDS (Kelompok dukungan sebaya) yang menjadi mitra kerja dan perpanjangan tangan dari yayasan. “Bujang Saiyo Sakato” (BSS) bergerak untuk memberikan dukungan kepada kawan-kawan yang berlatar belakang Waria,Homo dan juga Gay. “Dara Jingga” (Darjing) dikhususkan untuk ODHA dan OHIDHA perempuan. “Palito Hati” merupakan KDS yang menjadi perkumpulan dari orang tua kawan-kawan yang positif HIV. “Saraso” yang merupakan KDS yang konsen dengan kawan-kawan Jungki atau yang memiliki faktor resiko sebagai seorang pemakai narkoba. Selain itu juga ada beberapa KDS lainnya yang saat ini berkegiatan di Kota Bukittinggi.
Semua KDS dan juga para pendiri Lantera MinangKabau memiliki satu tujuan pasti, yaitu memutus rantai penularan HIV/AIDS dan juga memberikan advokasi dan pendampingan bagi kawan-kawan ODHA di Sumatera Barat. Spirit ini telah 5 tahun kami hembuskan kepada seluruh kawan-kawan yang bergabung di YLMK. Saat ini sudah tercatat 600 orang lebih terinfeksi virus HIV di Sumatera Barat dan Sumbar tercatat sebagai peringkat 11 dari propinsi yang ada di Indonesia. Peringkat ini bisa jadi akan naik dan bisa jadi akan turun , seiring dengan pergerakan konkrit ytang dilakukan oleh stake holder dalam kasus HIV/AIDS. Pemerintah melalui Dinas Kesehatan, Rumah sakit, dan LSM-LSM menjadi garda terdepan pemutusan rantai penularan ini.
Sudah 5 tahun saya memperoleh pelajaran besar mengenai memaknai hidup dan kehidupan. Pertahankanlah hidupmu pada jalur yang positif, dan tumbuhkanlah semangat untuk menjalani pola hidup sehat. Jangan tunggu sakit baru diobati, tapi belajarlah untuk berprilaku positif agar kita dan keluarga bisa terbebas dari berbagai ancaman penyakit
Sudah 5 tahun saya berinteraksi dan berkegiatan dengan kawan-kawan ODHA, banyak cerita suka dan cerita duka yang telah saya dan kawan-kawan alami. Mulai dari kawan-kawan yang dikucilkan oleh keluarganya sendiri, ada kawan yang mendapatkan diskriminasi oleh pihak rumah sakit, ada kawan yang tidak memiliki dana untuk biaya perawatan dan kebutuhan hidup dan berabagai macam kejadian lainnya. Akan tetapi yang menjadi hal yang sangat kami takutkan adalah, seiring berjalannya waktu….beberapa orang kawan-kawan ODHA telah dipanggil mendahului kami. Hal ini menjadi pukulan yang sangat telak bagi kawan-kawan ODHA lainnya, karena spirit untuk hidup secara sehat dan hidup untuk membantu orang lain terhempaskan oleh kehilangan orang-orang yang kami sayangi.
Kami sudah tidak mau kehilangan kawan-kawan lagi, dan kami juga tidak mau menambah kawan-kawan ODHA lagi. Sudah cukup ODHA yang ada saat ini di Sumatera Barat, jangan ditambah lagi. Ini menjadi sebuah catatan besar bagi pihak-pihak terkait, jangan anggap enteng ancaman HIV di Sumatera Barat. Semua elemen masyarakat harus mulai bergerak pro aktif untuk membentengi Sumatera Barat dari jajahan virus HIV, sudah cukup catatan 600 orang lebih kasusu…jangan ditambah lagi.
…..Jangan Jauhi Kami…..Berikan kami ruang untuk berkreasi……
Possibly Related Posts:
- 62,7 Persen Remaja Indonesia Pernah ML
- Tema Peringatan Hari AIDS Sedunia 2009
- Berjuang Entaskan Waria dari Jalanan
- Pernyataan Cipanas (JOTHI)
- Setiap Satu Jam, Satu Pemuda Terjangkit AIDS
December 01 2009 01:23 pm | Dejavu Ngomong HIV/AIDS









