Body Painting Menggunakan “Arang”

Gambar diatas bukanlah gambar tentara yang akan berjuang di medan perang, akan tetapi meraka adalah sekelompok remaja umur 16 s/d 17 tahun yang sedang melakukan kegiatan camping (informasi dari seorang informan menyatakan bahwa mereka adalah siswa SMU di salah satu SMU terkemuka di Kota Padang-red).

Lokasi campingnya di Sarasah Bunta, Payakumbuh yang bersebelahan dengan lokasi Lembah Harau yang menjadi objek wisata andalan di Kota Payakumbuh.

Coretan-coretan di wajah para remaja tersebut diakibatkan karena setiap ada yang mengalami kekalahan dalam permainan kartu, maka wajahnya akan dilumuri arang bekas penggorengan. Dan sebagai rasa solidaritas, pada akhir permainan bagi yang tidak terkena arang akan dengan sadar dan ikhlas melukis wajahnya sendiri.

Dan terciptalah karya seni “Body Painting” yang jarang ditemui pada seniman lukis lain di dunia ini. Ini akan menjadi sebuah maha karya yang akan sulit dikalahkan oleh karya lainnya. Aliran yang diusung pun sedikit berbeda dari kebanyakan aliran yang digunakan oleh pelukis lain, alirannya adalah abstrak fauvisme, dan sedikit menggunakan ada aliran mozaik, akan tetapi pelukisnya menamai aliran ini dengan nama baru yaitu aliran “sumbharhang chanai”. Sebuah aliran yang melukiskan pemberontakan terhadap berbegai bentuk teori melukis yang pernah dipelajari oleh orang.

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Twitthis
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter

February 09 2010 04:08 pm | Dejavu Lucu - lucuan and Saatnya Photo berbicara

Leave a Reply