Muak dengan FWK dan WPCD

Kehidupan berpolitik di Kota Padang saat ini sudah memasuki momentum baru. Adanya kepentingan-kepentingan yang disuarakan melalui demonstrasi dan unjuk rasa, dan ada yang sampai memperlihatkan unsur-unsur anarkis. Seperti yang baru-baru ini terjadi, ada unjuk rasa besar-besaran yang dilakukan sebuah ormas yang mengatasnamakan Forum Warga Kota (FWK) yang mendatangi Rumah Walikota yang saat ini digunakan sebagai kantor sementara bagi walikota Padang, menyampaikan aspirasi mereka terhadap kebijakan pemko yang dirasakan otoriter. Setelah itu muncul lagi ormas dengan nama Warga Padang Cinta Damai (WPCD) yang menyampaikan aspirasinya yang berisikan dukungan terhadap kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemko.

Di gedung DPRD KOta Padang juga sedang ditayangkan judul perpolitikan dibawah nauangan Pansus. Walaupun ratingnya kalah jauh dari Pansus century yang setiap hari menghiasi layar kaca dan di berbagai halaman media, akan tetapi hal ini menjadi momentum baru bagi legislatif dalam menyikapi kebijakan pemerintah dengan memperlihatkan instrumen politiknya.

Tapi yang mendasari tulisan ini saya buat adalah, apakah gonjang ganjing perpolitikan yang sedang terjadi di Kota Padang saat ini benar-benar sebuah kebutuhan bagi masyarakat banyak. Hal ini bisa kita lihat secara kasat mata, FWK dengan penolakannya terhadap kebijakan pasar sementara dan berabagai macam permasalahan lain menyangkut kebutuhan mendesak masyarakat Kota Padang, diusung melalui demo-demo yang sudah mulai tidak mencerminkan nilai-nilai dasar orang minang.

Beberapa kali demonstrasi yang dilakukan FWK mengorbankan kebutuhan masyarakat banyak. Pasar yang diharuskan tutup, dan diwajibkan kepada seluruh praktisis pasar raya untuk ikut bergabung dalam menyuarakan aspirasi FWK ini. Apakah orang Pasar raya benar-benar paham dan mengerti tentang apa yang diperjuangkan, dan apakah FWK tidak melihat berapa kerugian yang harus diterima oleh para pedagang yang harus meliburkan diri selama beberapa hari. Dan apakah tidak terpikirkan antipati masyarakat terhadap gerakan ini karena masyarakat sangat terganggu karena mereka tidak bisa memenuhi kebutuhannya diakibatkan oleh pasar yang bertutup. Apakah hal-hal seperti ini tidak terpikirkan oleh FWK…………….?

Lain lagi dengan WPCD, mereka pada setiap aksinya menyampaikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah dan ini merupakan aspirasi masyarakat Kota Padang. WPCD juga menajdi sebuah ormas yang memiliki dana yang cukup besar, mereka bisa memasang beberapa baliho di beberapa sudut kota yang cukup strategis. Kemudian besok tanggal 20 Februari 2010 mereka akan mendatangkan Aa’ Gym untuk mengisi acara tausiyah yang bekerjasama dengan majelis taklim…..Ada apa ini………….?????

Kenapa mereka bisa punya akses dana dan juga keleluasaan menampilkan kampanye melalu media baliho dan spanduk, tentunya semua itu atas izin pemko.

Satu gank kontra terhadap pemerintah dan satu lagi pro terhadap pemerintah, apakah dengan gonjang ganjing dan carut marut politik di Kota Padang ini bisa mengobati trauma yang masih melanda masyarakat kota Padang. Apakah eksekutif dan legislatif hanya akan memikirkan polemik saja, yang pada akhirnya kepentingan mendasar untuk mensejahterakan masyarakat terabaikan.

Mulailah berpikir untuk kepentingan masyarakat, banyak orang yang muak dengan kondisi yang terjadi saat ini. Jangan kondisikan masyarakat sebagai sapi perahan bagi kepentingan para elit-elit politik di Kota ini.

Kota Padang yang masih dalam proses pemulihan pasca gempa 30 September 2009 yang telah memakan korban jiwa dan juga mengakibatkan kerusakan bangunan serta kerusakan mental seharusnya diberikan kondisi yang kondusif dan tenang untuk berpikir menapak kehidupan ke depan, bukan dengan polemik-polemik yang tidak berkesudahan seperti saat ini. Apakah anda-anda yang sedang berpolemik tidak memikirkan bagaimana nasib masyarakat yang sampai saat ini masih tidak memeiliki tempat tinggal, orang-orang yang menggantungkan nasibnya dengan berjualan di Pasar Raya. Apakah anda-anda semua bahagia bersorak-sorai dan berteriak-teriak sedangkan warga KOta Padang masih banyak yang menangis.

Harusnya anda-anda berpikiran positif supaya energi yang dikeluarkan oleh kota Padang ini juga memperlihatkan spirit positif terhadap program pembangunan yang akan dijalankan.

Kalau anda-anda semua jantan, bangunlah Kota ini dengan hati yang bersih, hilangkan arogansi, hilangkan intervensi dan marilah berangkulan tangan untuk menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat Kota Padang.

Saya tidak memihak satu diantara dua genk ini, tapi marilah mulai duduk bersama memikirkan masyarakat yang masih berduka. Jangan menari-nari dan membasuh luka dengan garam. Masyarakat merindukan kehidupan yang tenang, pergi kepasar dengan nyaman, bantuan yang segera dicairkan dan psikologi yang tidak terganggu oleh isu-isu dan tayangan-tayangan provokatif. Hal-hal simple itu saja yang diminta masyarakat, jangan dibikin susah.

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • Twitthis
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter

February 19 2010 02:58 pm | Dejavu Kritis

Leave a Reply