Program Shelter Dan Ketakutan Masyarakat

Baru-baru ini Pemerintah Kota Padang gencar mensosialisikan program pembangunan shelter yang akan didirikan di Pasar Inpress Kota Padang. Di beberapa televisi lokal kota Padang sering ditayangkan bagaimana proses pembangunan, daya tampung kemudian kemungkinan kemampuan shelter menahan gempa dan tsunami yang akan melanda Kota Padang dan sekitarnya.
Hal ini divisualisaikan dalam bentuk tayangan tiga dimensi yang memperlihatkan tsunami besar setinggi pohon kelapa yang datang dari laut dan menyapu bersih Kota Padang, dan masyarakat menyelamatkan diri dengan naik ke lantai 4 bangunan shelter yang telah dibangun tersebut . Kemudian terlihat ribuan manusia yang berkumpul di shelter dan juga terlihat kegiatan evakuasi yang dilakukan oleh helikopter pada helypad yang telah tersedia di masing-masing shelter.
Setelah itu ada narasi yang disampaikan oleh Walikota Padang Bapak Fauzi Bahar yang menyatakan, jika gempa dan tsunami melanda kota Padang maka diperkirakan setengah dari warga kota Padang akan menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih tinggi ke kawasan yang telah di tetapkan sebagai zona hijau, dan sebagian lagi akan menyelamatkan diri ke shelter yang akan dibangun. Sehingga shelter ini akan sangat berfungsi dalam menyelamatkan masyarakat Kota Padang dalam rangka meminimalisir jatuhnya banyak korban.
Secara mitigasi, konsep yang ditawarkan oleh pemerinta Kota Padang ini merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan kita dalam menghadapi kemungkinan bencana yang akan terjadi. Padang yang merupakan daerah berfaktor resiko tinggi terhadap bencana gempa dan tsunami karena berada di atas lempengan yang memiliki intensitas pergeseran cukup tinggi.
Akan tetapi hal ini akan menimbulkan wacana baru dikalangan masyarakat, dengan kampanye dan penyampaian di berbagai media tentang proyek pembangunan shelter ini mengakibatkan masyarakat mengalami ketakutan yang berlebihan. Ditambah lagi dengan beberapa prediksi dan juga pemaparan dari peneliti-peniliti dari seluruh dunia terkait kemungkinan gempa dahsyat yang akan merongrong ketenangan psikologi masyarakat. Banyaknya pemberitaan di media massa yang menyatakan masih terdapat kemungkinan gempa berkekuatan besar yang akan terjadi di Kota Padang dan masih ditayangkannya sosialisasi Pemerintah Kota Padang di televisi, memiliki dua efek samping yang berbeda.
Pertama, masyarakat kota Padang akan diarahkan untuk memiliki kesiap siagaan terhadap kemungkinan bencana yang akan terjadi, sehingga mental dan sprituil mereka lebih siap. Kedua, masyarakat akan memiliki ketakutan yang berlebihan akibat dari simulasi yang menampilkan kedahsyatan model tsunami yang dibuat oleh pemkot Padang, ditambah lagi berbagai prediksi yang ada. Dari dua efek ini, persentase efek kedua dipastikan lebih banyak ketimbang yang pertama. Hal ini secara kasat mata bisa kita lihat dari pergerakan ekonomi dan juga lesunya iklim investasi di Kota Padang. Karena banyak orang yang masih takut dan enggan untuk membangun ataupun merenovasi bangunan karena mereka memperkirakan akan ada gempa susulan yang lebih besar. Dan banyak masyarakat yang sudah mulai mengungsi ke daerah lain, contohnya seperti transfer atau pemindahan siswa seolah yang cukup signifikan dari Kota Padang ke daerah lain.
Hal ini tentunya harus menjadi perhatian khusus bagi Pemkot dan juga seluruh stake holder di Kota Padang. Kesiap siagaan merupakan hal yang harus kita lakukan, akan tetapi efek psikologi masyarakat juga harus menjadi sebuah referensi untuk menggambarkan berbagai hal berkaitan dengan bencana. Psikologis merupakan faktor utama yang harus diperhatikan pada saat ini, karena tanpa pencerahan dan pemikiran yang positif dalam menyikapi segala hal, pembangunan di Kota ini tidak akan bisa bergerak dan berkembang.
Bayangkan saja jika semua warga diselimuti oleh ketakutan sehingga hanya memikirkan bagaimana cara mereka untuk pindah ke kota lain yang pada akhirnya secara makro akan menafikan segala macam pemikiran mengenai pembangunan Kota ini, akan berapa banyak masyarakat yang stress dan terganggu psikologi kejiwaaannya karena selalu terjebak dalam pemikiran yang belum bisa dipastikan kebenarannya.
Ini harus menjadi pertimbangan oleh Pemerintah Kota Padang, sudah sewajarnya tayangan-tayangan yang akan memprovokasi masyarakat kepada sebuah ketakutan yang tidak terkontrol bisa diminimalisir. Dan mulailah membangun rasa nyaman dan tenang bagi masyarakat, libatkan seluruh elemen untuk menghilangkan trauma guna menciptakan Sumber Daya Manusia yang berpikiran jernih dan memiliki visi membangun.
Bangunlah Shelter dengan cepat, akan tetap jangan bikin masyarakat resah terhadap kegiatan ini, dijamin seluruh masyarakat akan mendukung program pemerintah yang berorientasi kepada kebutuhan mendasar bagi masyarakat.
Possibly Related Posts:
- My Wedding : Cincin Kawin Unik
- My Wedding 1 : Undangan Kreatif
- Fenomena Aneh Pikiran Manusia
- 5 Tahun Berkarier di Tempat Yang Tidak Menyiapkan Karier
- Fakta Menarik Tentang Mimpi
February 08 2010 11:58 am | Dejavu Kritis and Pemikiran Dejavu










