5 Tahun Berkarier di Tempat Yang Tidak Menyiapkan Karier

14 Maret 2005 atau tepatnya 5 tahun yang lalu, bertepatan dengan hari sabtu…saya dan beberapa orang rekan-rekan lainnya menandatangani SPK (Surat Perjanjiak Kerja) antara kami dengan perusahaan yang telah menerima aplikasi permohonan kerja kami. Seminggu kemudian dilakukanlah training awal yang diikuti oleh 27 orang karyawan.

Dunia kerja merupakan salah satu dunia yang sangat kejam bagi orang-orang yang secara konsep tidak menikmati pekerjaannya. Kenikmatan pekerjaan tersebut bukan hanya berasal dari psikis personnya akan tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan kerja, baik manajemen maupun kultur budaya kerja yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

Saya pribadi secara riil baru memasuki dunia kerja pada 2005 tersebut, karena pada saat lulus kuliah pada tahun 2003 saya hanya beraktifitas di beberapa LSM yang secara konsep bukanlah dunia kerja yang sesungguhnya. Akan tetapi secara teknis saya telah belajar secara detail mengenai bagaimana memformat dan juga mengatur sebuah organisasi, hal ini menjadi sebuah pelajaran tambahan yang bisa saya terapkan di dunia kerja nantinya.

Bertolak belakang dengan apa yang terformat dalam pikiran saya, setelah memasuki dunia kerja…ilmu teknis yang kita dapatkan diluar belum tentu bisa digunakan di tempat kerja. Inilah yang saya rasakan saat ini, dunia kerja yang sangat jauh dari apa yang pernah saya idam-idamkan dan saya cita-citakan. Dunia kerja yang secara terstruktur akan mendongkrak sisi kepemimpinan yang telah kita miliki , dunia kerja yang akan memberikan tantangan baru, dunia kerja yang akan memberikan motivasi, dunia kerja yang akan mengembangkan sayap-sayap kreatif dan dunia kerja yang akan mengeksploitasi sisi produktif dalam diri.

Hal ini bukanlah kesalahan dari person yang ada dalam dunia kerja, melainkan kultur yang telah melekat dalam diri dan juga tradisi perusahaan.

Saat ini perusahaan yang mempekerjakan saya telah merubah sistem kepegawaiannya dari sistem kepegawaian yang mirip dengan PNS menjadi sistem kepegawaian yang lebih mengarah kepada Kompetensi Personal dengan mengedepankan sitem grade. Disinilah awal mula terjadinya sebuah demotivasi massal yang melanda beberapa orang karyawan yang secara historikal dirugikan dan juga merasa tidak dipedulikan.

Konsep yang mengkonversi kepangkatan secara tidak seragam dan sangat merugikan orang-orang yang telah mendedikasikan dirinya pada perusahaan ini dalam kurun waktu yang lama. Ada karyawan yang baru masuk langsung mendapatkan grade sangat tinggi sedangkan karyawan yang telah 10 tahun lebih bekerja sangat jauh dibawah karyawan baru tadi.

Jalur karir yang tidak jelas juga menjadi sebuah bom waktu yang akan menghantui perusahaan ini. Promosi yang terkesan dadakan dan tidak memiliki persiapan yang matang akan menghasilkan pejabat-pejabat karbitan dan instan. Seharusnya manajemen telah mempersiapkan mereka baik dari sisi pelatihan dan pembekalan sehingga disaat mereka mengemban sebuah jabatan mereka tidak canggung dan bisa bertanggung jawab terhadap apa yang mereka kerjakan.

Selain masalah kepegawaian, masalah motivasipun menjadi sebuah hal yang sangat jarang sekali bisa ditemukan. Semua orang bekerja mengalir sesuai dengan apa yang ada di depan mereka tanpa ada konsep kreatif yang akan mereka lakukan untuk lebih meningkatkan kinerja. Hal ini menjadi sebuah hal yang wajar, dan secara tidak langsung dibenarkan oleh top management.

Sebenarnya masalah yang dialami dalam kultur budaya kerja pada perusahaan ini sangatlah komplek dan benar-benar harus menjadi perhatian oleh semua stake holder. Akan tetapi hal ini tidak menjadi sebuah hal yang penting baik bagi manajemen dan juga stake holde, kondisi ini terlihat dari perubahan dan juga pembenahan yang tidak pernah terjadi.

Person yang ada pada perusahaan ini sebenarnya adalah orang-orang yang produktif dan memiliki semangat kreatif yang bisa menguntungkan bagi perusahaan, akan tetapi tidak dieksploitasi dengan benar. Malahan kondisi yang terlihat adalah “pembunuhan karakter” bagi mereka-mereka yang terlalu kritis memperjuangkan sistem kerja yang lebih baik.

Pimpinan yang tidak mengindahkan keluhan dan juga kontribusi pemikiran yang disampaikan oleh karyawannya adalah pimpinan yang sangat merugi.

Tulisan ini tidak bermaksud memojokkan atau sebagai sebuah kritikan tak beralasan, saya hanya mengungkapkan apa yang terpikirkan. Dan jika ada pihak manajamen perusahaan yang membaca tulisan ini supaya bisa menjadi sebuah referensi awal untuk memperbaiki sesuatu ke arah yang lebih baik. Tulisan ini menggambarkan keinginan dan juga kemampuan besar yang dimiliki oleh perusahaan kita, gunakanlah dan manfaatkanlah semaksimal mungkin. Karena kami telah lahir dan dibesarkan oleh perusahaan ini, dan kami siap untuk membangun perusahaan ini kearah yang lebih maju.

Kami menginginkan sebuah “temple of creativity and motivation” bisa terwujud pada perusahaan ini.

Selamat ulang tahun bagi rekan-rekan yang telah mendedikasikan dirinya kepada perusahaan selama 5 tahun ini, semoga kita semua bisa selalu memberikan kontribusi positif bagi perusahaan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter
  • Add to favorites
  • email
  • Print
  • Technorati
  • PDF
  • Yahoo! Buzz

March 14 2010 07:20 pm | Dejavu Kritis and Pemikiran Dejavu

Leave a Reply

exercises to lose weight coupon boston proper