Pertarungan CPNS Hari Ini
Pagi ini tidak seperti pagi-pagi yang biasa bagi saya…..biasanya hari minggu merupakan pagi pembalasan bai saya, karena hari senin s/d jumat merupakan hari kerja yang memposisikan saya harus bangun lebih pagi untuk prepare pergi ke kantor, dan sabtunya…dikarenakan mesti mengajar di kampus almamater saya dulu..akhirnya sabtu pun tidak terjadi ceremony balas dendam…Nah biasanya, hari minggu merupakan hari yang saya tunggu-tunggu untuk bisa tidur minimal sampai jam 10 pagi…
Tadi pagi saya harus lebih cepat bangun, malahan sebelum anak-anak didikan subuh mulai berkegiatan saya dan istri sudah bangun. Hari ini merupakan ari yang sangat dinanti-nantikan oleh sebahagian besar pemuda dan pemudi di negeri ini. Hari ini digelar ujian CPNS yang diadakan serentak diseluruh Sumatera Barat. Di dalam ribuan CPNS tersebut terseiplah nama sang istri, sang istri kebetulan mengambil daerah Kabupaten Padang Pariaman, dan ujiannya diakukan disebuah SD yang bernama SD Istiqamah.
Saya dan sang istri pun belum mengetahui secara pasti lokasi keberadaan SD tersebut, tapi dari informasai yang diberikan oleh salah seorang temannya yang juga ikut ujian hari ini…saya pun memperoleh bayangan yang cukup jelas.
Jam 5.30 WIB kami pun berangkat dari Kota Padang menuju lokasi ujian, lokasi ujian ini berada kurang lebih sekitar 1/2 km dari Pasar Sicincin. Setelah melakukan perjalanan kurang dari satu jam…kami pun menemukan lokasi yang dimaksud. Setelah mencigap dan mengecek keberadaan lokasi tempat duduk sang istri saya dan sang istri pun kembali ke pasar sicincin untuk mencari tempat makan yang sedikit akan membantu menambah stamina.
Dari hasil bincang-bincang dengan penjaga sekolah SD istiqamah tersebut, saya memperoleh informasi bahwa seklah ini merupakan sekolah unggul, dan SD ini dinaungi oleh Yayasan yang bernama Yayasan Istiqamah….Yayasan ini disinyalir dimiliki oleh Pak Basko (itu tu….yg punya Basko Grand Mall dan yang baru-baru ini meng akuisisi Haluan masuk ke dalam jaringan group nya). Si bapak bercerita panjang lebar mengenai sepak terjang Basko tersebut baik dari sisi bisnis maupun ke masyarakatannya, “rumahnya di depan ini…pas di depan sekolah ini, kebetulan kampung beliau disini…makanya beliau membuat sebuah yayasan dan mendirikan sekolah…” bapak tersebut menjelaskannya dengan penuh keseriusan. Hari ini memang hari minggu tapi si bapak tetap bekerja untuk menjaga sekolah dan sekalian menjadi tukang parkir dadakan, motor di patok dengan harga Rp. 2.000,- dan mobil di patok dengan harga Rp. 5.000,- Setelah saya hitung-hitung…ada seitar 15 mobil 20 buah motor yang ada pada hari itu sehingga diperkirakan si bapa akan menerima uang parkir sebesar Rp. 115.00,- (niat bgt ya..ngitungin parkiran….hahahaha) dan sambil berseloroh…”Agak Gadang Cekeran hari iko mah pak”…si Bapak pun sambil senyum simpun berkata….”Sakali-sakali nyo diak”……
Kita kembali ke jalan yang benar…..masuk lagi ke cerita……
Dari berita koran yang sering keluar….ada sekitar 4.003 orang CPNS yang akan diterima pada tahun ini, hal ini dikarenakan banyaknya formasi yang dibutuhkan…yang di dominasi oleh Guru dan juga tenaga medis.
Untuk formasi dokter gigi pada kabupaten Padang Pariaman (yang saat ini dipilih oleh sang istri) hanya orang yang terdaftar untuk mengikuti ujian, dan satu orang berhalangan hadir karena tengah dirawat di rumah sakit. Sehingga hanya 8 orang formasi dokter gigi yang akan memperebutkan 4 posisi, dengan kata lain perbandingannya menjadi 1:2.

Ujian akan dilaksanakan tepat pada pukul 9.00 WIB, mulai dari kedatangan sampai 5 menit sebelum ujian dimulai saya sudah 3 kali menemani sang istri ke toilet, bukan karena sterss mau ujian…akan tetapi karena keberangkatan kami yang cukup pagi dan pengaruh cuaca yang cukup dingin…saya pun ikut2an sering ke toilet.

Sambil menunggu ujian dimulai, sang istri masih sempat mengambil beberapa gambar menggunakan kamera SLR nya…..saya beranggapa bahwa ini mungkin salah satu strategi untuk menghilangkan stress-nya

Pukul 8.55 WIB beberapa orang guru (saya berasumsi…guru-guru tersebut adalah guru-guru di SD tersebut, karena mereka sangat memahami lokasi dan menguasai ruangan kepala sekolah….jangan-jangan diantara mereka ada kepala sekolah SD tersebut….hmm…) masuk ke beberapa lokal yang telah dipersiapkan.

Data yang saya peroleh dari penjaga sekolah tadi….ada sekitar 70 orang yang akan berujian disini, semuanya adalah tenaga medis. Mulai dari dokter umum, dokter gigi, SKM, S.Kep, DIII Gigi, DIII Farmasi dan lainnya. Semuanya menempati 5 lokal yang telah disediakan panitia.
Pada saat beberapa orang guru mau memasuki lokal yang ditempati sang istri…ada sedikit perdebatan yang saya dengar, mereka mempermasalahkan “Map” yang tertukar dan bla..bla..bla.. lainnya, biasalah….segala sesuatu itu pasti ada kekurangannya. Dilokal sebelah pengawasnya telah mebagikan lembar jawaban untk diisi nama dan nomor ujian oleh peserta, sedangkan dilokalnya sang istri belum. Si pengawas mencoba menjelaskan tata tertib ujian yang haru dipatuhi oleh seluruh peserta, dan penjelasan tersebut memakan waktu sekitar 5 menit. Jam menunjukkan pukul 9.05 ujian pun belum dimulai dan pengawasa baru kasak kusuk membagikan lembar jawaban untuk diisi oleh sang istri dan rekannya yang lain.

Saya mencoba mengabadikan kondisi suasana lokal dan juga pesertanya saat mendengarkan dengan khidmat uraian pengawas…terlihat beragam raut muka, ada yang stress…sampai-sampai giginya pucat pasi, ada yang biasa-biasa saja (mungkin karena sudah keseringan ikut CPNS, ada yang mencoba cool dan sok santai (kayaknya istri saya masuk ke dalam kategori yang ketiga ini).


Setelah soal dibagikan…saya pun tidak berani lagi mengambil gambar, karena takut konsentrasi sang sitri dan juga rekan-rekannya terganggu. Ujian pun dimulai…..dan dari hasil gambar yang saya dapatkan tadi saya coba posting langsung untuk memberikan informasi “live report” dari lokasi ujian CPNS di Kab. Padang Pariaman….(halah…kayak reporter aja…….)

Sekian laporan dari Rifka dejavu…..kita kembalikan ke studio.
Berita lainnya :
Sementara saya dan sang istri sedang berada di Kab. Padang Pariaman, lain lagi dengan father in law and the gank yang saat ini berada di Kota Solok menemani adiknya sang istri untuk megikuti ujian di Kota Solok. Sedangkan Adiknya mother in law (om-nya sang istri) saat ini menemani anaknya untuk bertarung di Sijunjung dan berkompetisi dengan beberapa dokter umum yang ikut ujian disana.
Saya bisa menyimpulkan, bahwa hari ini banyak orang yang bermukim di Padang pergi ke luar kota untuk mengikuti ujian CPNS, mungkin juga sebaliknya. Kadang saya berpikir, kenapa tidak BKD Sumbar saja yang mengelola kegiatan penerimaan CPNS ini secara serentak. Disaat pelamar mengajukan permohonan untuk daerah yang akan di tuju-nya, sekalian saja di lampirkan bahwa yang bersangkutan bermukim di Padang dan ingin mengiuti ujian di Kota Padang saja, walaupun daerah yang dilamarnya adalah sijunjung. Begitu juga sebaliknya, yang bermukim di sijungjung walaupun dia ma tes untuk kota Padang…ujiannya di Sijunjung saja, sehingga resiko-resiko dijalan yang diakibatkan oleh kurangnya manajemen waktu atau ada faktor-faktor force majeur yang aka terjadi bisa diminimalisir……tapi pertanyaanya….APAKAH ITU BISA?????
Possibly Related Posts:
- Pengen Nulis Lagi
- 2011 Vs 1432
- Wadah Gerakan “Hemat Pangkal Kaya”
- Surat Terbuka Rang Minang
- Kabar itu pun Kembali Datang
November 28 2010 10:31 am | Bebas and Dejavu's Life



















November 28th, 2010 at 15:10
tes,,,
:D
kesan pertama begitu menggoda….selanjutnya,,,?? ckckckckck
ralat donk;yg bolak balik toilet tuh,,bukan peserta tes *yg nemenin ;D
semoga sukses….petarung2 cpns
:)
December 5th, 2010 at 17:27
“…sampai-sampai giginya pucat pasi..”
ambo heran ndut….ba a bantuaknyo tu???
masalah BKD provinsi, kito kan lah otonomi daerah kawan…tu masalah cpns tu lah jadi proyek daerah masiang2…kok tapusat tu gigik jari se BKD di kab/kota…