SURAT DARI ODHA

Posted: 30th November 2010 by dejavu in Dejavu Charity, Dejavu Ngomong HIV/AIDS

Dear Sahabatku…

Saya positif HIV  dan sudah pada stadium AIDS. Saya minum  ARV hampir 2 tahun. Suami dan putri saya yang berumur 4 tahun telah meninggalkan saya menghadap Sang Khaliq karena menderita penyakit yang sama.

Saya tidak habis pikir, kenapa kami orang dengan HIV selalu dicap buruk. Memang beberapa teman kami terinfeksi karena perilaku mereka yang beresiko. Tapi haruskah kami selalu disalahkan ? Sedangkan Tuhan saja Maha Pengampun….mengapa makhluk ciptaannya manusia selalu mengatakan kami adalah pendosa ?

Bagaimana dengan bayi dan anak-anak, mereka masih bersih dan tak berdosa ? Terinfeksi dari ibunya yang positif, haruskah mereka dicap dan diperlakukan dengan tidak pantas ? Lalu, bagaimana jika seorang istri, ibu rumah tangga yang soleha terinfeksi dari suaminya? Apakah pantas dicap sebagai wanita yang tidak benar? Salahkah jika seorang pecandu yang telah bertaubat, menikah dan mempunyai anak, walau mereka tidak mengetahui virus itu sudah ada di dalam tubuh mereka?

Sungguh menyakitkan disaat kami membutuhkan dukungan dan semangat dari orang – orang yang kami kasihi, keluarga, teman, sahabat, dan kerabat tapi kami tidak mendapatkannya. Yang kami dapatkan malah sebaliknya. Kami dicemooh, dikucilkan, dihakimi dan diperlakukan dengan tidak wajar. Itu semakin membuat kami terpuruk, sakit hati, lemah tak berdaya, dan akhirnya depresi.

Saya dan teman – teman sering bercerita tentang pengalaman mendapatkan perlakuan yang tidak pantas dari orang sekitar kami, bahkan, tenaga medis yang seharusnya menyediakan layanan kesehatan untuk kami memperlakukan kami sebagai seorang yang tidak pantas untuk dilayani. Belum lagi masyarakat, yang mengatakan kami kotor, kami menjijikkan, dan kami adalah pendosa yang pantas diperlakukan seperti ini. Sungguh miris saya rasakan.

Sangat naif jika masyarakat membedakan ODHA dengan orang lain. Karena kami juga tidak ingin merasa di spesialkan, dibedakan dan diistimewakan. Kami hanya ingin mendapatkan perlakuan yang sama di tengah masyarakat. Kami hanya ingin pengakuan bahwa kami tidak habis sampai disini. Kami masih bisa berkarya, kami masih bisa bekerja, kami masih bisa berbuat sesuatu dan kami juga punya HAK dan KEWAJIBAN yang sama dengan orang lain. Kami juga punya hak untuk mendapatkan perlindungan, rasa aman dan nyaman, kebebasan, privasi, berkumpul, mendapatkan pendidikan, mendapatkan kesempatan untuk bekerja, mendapatkan layanan kesehatan dan persamaan standar hidup dan dukungan kesejahteraan yang sama. Semakin kami dikucilkan, kami akan semakin tertutup dan kemungkinan untuk menyebarkan virus menjadi terbuka lebar.

Harapan saya dan teman – teman dimasa yang akan datang, mari kita bersama – sama berjalan beriringan, bergandeng tanga tanpa melihat SIAPA kita. Berjuang agar ODHA mendapatkan HAKnya secara wajar di masyarakat. Mari dari sekarang kita tanamkan prinsip BERTINDAK, TERLIBAT dan MEMBELA dengan SOLIDARITAS. Karena HIV bisa menyerang siapa saja, siapapun dia. Rangkul ODHA, jangan jauhi dia tapi yang harus dijauhi adalah VIRUSnya. HIV bukanlah masalah MORAL, tapi hanyalah masalah VIRUS.

Ttd

(Odha)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Possibly Related Posts:


Be Sociable, Share!

[+] kaskus emoticons nartzco