Opini Yang Berakhir Dengan Intimidasi

Saya sering menulis beberapa artikel yang sudah beberapa kali dikeluarkan di media massa. Dalam tulisan tersebut banyak hal yang saya sampaikan, mulai dari mengkritik peran dan fungsi Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang belum begitu maksimal dan juga kapasitas BI sebagai pengambil kebijakan tertinggi mengenai Perbankan Di Indonesia.

Semua itu saya sampaikan  secara jujur dan tanpa ada hal-hal yang berbau manipulasi data….karena apa yang saya tulis bisa saya rasakan di depan mata.

Tulisan yang selalu saya tulis yang rata-rata menyajikan kritikan yang kalau menurut saya tidak terlalu pedas,  memiliki semangat melakukan perubahan. Apa yang saya rasakan, apa yang saya alami menjadi sebuah inspirasi dalam menulis….dan semua itu terdorong atas semangat untuk memberikan pengertian yang jelas kepada masyarakat bagaimana perjalanan dan juga proses yang terjadi pada sebuah objek yang saya sampaikan.

Rata-rata tulisan saya terkait dengan Bank Syariah, yang saat ini memiliki perkembangan yang cukup pesat. Perkembangan ini tidak diimbangi oleh kedinamisan dan kepatuhan terhadap penerapan syariah compliance (sebuah kata yang selalu saya kedepankan disetiap penulisan). Hal ini lah yang sering saya sampaikan kepada publik, dalam artian….penyajian tersebut dalam rangka memberikan efek perubahan kepada perbankan syariah yang menjalankan prinsip-prinsip yang sedikit menyimpang.

Tulisan-tulisan terebut diterbitkan pada rubrik khusus di Padang Ekspress yang bertajuk Forum Ekonomi Syariah yang diterbitkan satu kali seminggu yaitu pada hari jumat. Tulisan tersebut saya kirimkan melalui redaksi FES yang ada di BI, bukan di Padek, sehingga saya meyakini bahwa tulisan tersebut akan diterbitkan setelah adanya filterisasi dan editing terhadap bahasa yang saya sampaikan dari pegawai BI. Setelah beberapa kritikan saya keluar, tidak pernah ada yang menyampaikan keberatan, oleh karena itu saya beranggapan tulisan saya tersebut memiliki nilai perubahan sehingga orang yang membacanya bisa memahami makna yang terkandung di dalamnya.

Selain itu, tulisan saya tidak hanya memberikan kritikan terhadap awak perbankan syariah yang nakal di lapangan akan tetapi juga kepada DPS, DSN dan malahan kepada BI yang secara logika merupakan lembaga yang memiliki rubrik ini. Saya hanya heran, kenapa BI yang saya kritik, tetap mengeluarkan tulisan saya yang berbau kritikan tersebut tanpa ada tanggapan menyalahkan dan keberatan kepada saya. Inilah sebuah pembelajaran yang saya terima dari sebuah arti pembangunan sistem yang harus di selalu berkiblat kepada opini dan juga kritikan dari semua elemen……

Saya beranggapan, kalau tidak ada yang mendobrak kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh perbankan syariah yang ada di Indonesia ini, mau diarahkan kemana blue print perbankan syariah ini nantinya. Saya memiliki asumsi ini adalah sebuah dakwah, walaupun akan terkesan sedikit frontal….akan tetapi saya memegang prinsip yang sering diutarakan guru besar saya (Buya Diflaizar) “Sampaikanlah sebuah kenyataan walaupun itu pahit”, itulah dakwah yang sebenarnya.

Berawal dari itulah saya mencoba memberikan sebuah kenyataan yang terjadi dilapangan supaya ada perubahan konkrit yang akan tercipta nantinya. Saya sangat mencintai Perbankan Syariah, saking cintanya saya merasa harus berjuang sendiri untuk melakukan perubahan-perubahan yang fundamental dalam operasional perbankan syariah khususnya di Sumatera Barat.

Saya sangat cinta dengan Bank Syariah, oleh karena itulah saya berkeinginan nilai-nilai keagamaan lebih tercermin dalam setiap transaksi dan desahan nafas para bankirnya, saya tidak mau nilai-nilai agama akan tergerus karena mengedepankan nilai bisnis.

Saya tidak bisa memahami kenapa ada orang-orang yang tidak suka dengan tulisan yang saya bikin, bahkan ada yang mempolitisasi ini menjadi sebuah pencitraan untuk menghilangkan goodwill pada pribadi saya. Memang saya akui hal ini akan menyinggung banyak pihak, tapi orang-orang yang telah melakukan tindakan yang menyatakan tidak setuju dengan tulisan saya ini bukanlah sasaran sesungguhnya dari tulisan yang saya kemukakan.

Itulah yg menjadikan saya merasa di intimidasi sebagai seorang penulis….saya masih belajar untuk menulis, akan tetapi tindakan-tindakan seperti ini sudah sewajarnya tidak menjadi sebuah pembunuh kreatifitas bagi saya untuk menulis sebuah tulisan yang berbau perubahan.

Saya berharap tulisan-tulisan saya yang pernah diterbitkan tersebut bisa menjadi sebuah referensi bagi para pengambil kebijakan untuk melakukan perubahan di tubuh perbankan syariah…..

Terakhir saya hanya mau menyampaikan kepada orang-orang yang merasa tersinggung dan tergelitik oleh tulisan yang saya buat…….inilah cara saya “BERDAKWAH”.

OTOKRITIK

“Kalau kita tidak mengkritik diri, kita jadi bodoh dan buta,
sehingga kita berjuang dengan ketidaktahuan diri dan orang lain.”
- Mohammed Arkoun,
guru besar Universitas Sorbonne, Paris
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter
  • Add to favorites
  • email
  • Print
  • Technorati
  • PDF
  • Yahoo! Buzz

May 05 2011 09:44 am | Dejavu Charity and Dejavu Ngomong Keuangan Syariah and Info Unik Dejavu and Pemikiran Dejavu and Saatnya Photo berbicara

2 Responses to “Opini Yang Berakhir Dengan Intimidasi”

  1. Hamba Allah Says:

    Apa yang anda rasakan adalah riil. Anda mengungkapkannya dengan istilah intimidasi. Sementara saya lebih suka menyebut sebagai pengucilan. Saya melihat mereka sebagai manusia-manusia anti kritik dan tidak tertutup kemungkinan ke depan bakal menjadi tuhan-tuhan kecil yang memproklamirkan dirinya sebagai sumber kebenaran. Sementara suara di luar itu adalah salah sama sekali.

  2. helfiavartara Says:

    Kenapa harus gentar dengan kritikan, bukankah sebelum tulisan itu dilahirkan, si penulis telah paham benar apa risiko yang akan ditanggungnya?….. Tidak ada penulis besar yang lahir tanpa luka, bahkan sebagian besar penulis hebat berani menderita karena tulisannya.
    Lanjutkan bro,… tetaplah konsisten, karena kekonsistenan itu yang membuat kita berbeda dan diperhitungkan…………..

Leave a Reply

works Canada pharmacy online Canadian drugs