Kondisi ini sebenarnya sudah lama menjadi perhatian saya, dan mungkin juga menjadi perhatian dari semua masyarakat Kota Padang yang pernah mengunjungi Objek Wisata Pantai Air Manis. Ikon Malin Kundang yang menjadi cerita rakyat turun temurun melekat erat dengan pantai Air Manis yang terletak di Kecamatan Padang Selatan ini. Kondisi pantai yang menghadirkan pantai pasir yang masih luas dengan fasilitas apa adanya ini menjadi langganan tujuan wisata bagi masyarakat baik wisatawan lokal maupun yang berasal dari luar Sumatera Barat.

Dari tahun ke tahun kondisi objek wisata ini selalu berbenah walaupun tidak banyak berubah, baru-baru ini pemerintah Kota Padang melakukan Goro bersama dalam rangka membersihkan kembali lokasi Batu Malin Kundang yang sudah tertimbun pasir akibat Abrasi Pantai. Kegiatan ini bertujuan untuk kembali memperlihatkan ke-elokan patung yang melegenda ini, agar lebih bisa terlihat dan bisa kembali menarik minat waisatawan.

Yang menjadi point penting dalam tulisan saya ini bukanlah masalah kebersihan, perparkiran, tiket masuk, infrastruktur akses jalan dan hal lain yang terkait dengan fasilitas yang ditawarkan objek wisata ini, tapi objek “Batu” nya.

Batu Malinkundang yang sedari dulu menghiasi objek wisata tersebut bagi saya kurang dimaksimalkan oleh pemerintah melalui Dinas Pariwisatanya, yang saya lihat dan juga semua orang bisa menilai, sosok malinkundang yang ditampilkan di atas pasir Pantai Air Manis itu jauh dari kata “Batu” dan lebih terlihat menyerupai semen yang dibentuk menyerupai sosok orang yang sedang sujud diatas kapal. Ditambah lagi dengan Puing-puing kapal lengkap dengan ornamen peralatan yang biasa ada di atas sebuah kapal, seperti tali tamban, gentong dll. Khusus untuk tali tambang, tampilannya sangat detail sehingga memperlihatkan sebuah karya cipta seni yang sangat bagus.

Saya pernah ngobrol ringan dengan beberapa seniman yang ada di Kota Padang, ada nggak seniman seni rupa atau pemahat batu di minang ini yang bisa menciptakan Batu malin kundang dengan bahan dasar “Batu”, kalau ada kenapa tidak diusulkan saja kepada pemerintah untuk mengganti objek batu malin kundang yang ada saat ini dengan batu yang sebenarnya. Minimal dengan objek malin kundang yang benar-benar batu, akan menambah eksotisme cerita rakyat ini, dan bisa menjaga cerita agar selalu melekat di hati masyarakat di Indonesia, dan wisatawan yang datang juga mendapatkan view yang mendekati dengan unsur legenda tersebut.

Jika ada stake holder kepariwisataan yang membaca tulisan ini, saya berharap ada keinginan untuk merevitalisasi Batu Malin Kundang menjadi Batu sesungguhnya, dan bagi seniman yang sempat mampir membaca tulisan ini juga saya titipkan tantangan untuk mereplika kembali Batu Malinkundang dengan Batu sesungguhnya agar bisa benar-benar menyuguhkan sebuah cerita rakyat yang menjadi andalan guru-guru serta orang tua untuk mangajarkan anaknya agar tidak durhaka.

Hanya sebuah analisa

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Possibly Related Posts:


Be Sociable, Share!

[+] kaskus emoticons nartzco