Dalam dunia perbankan, kredit/pembiayaan biasanya di cover oleh jaminan yang diserahkan oleh nasabah, baik berupa jaminan bergerak maupun yang tiidak bergerak. Perlakuan pengikatannya juga akan berbeda sesuai dengan jenis jaminan/agunan yang diserahkan.

Hak Tanggungan merupakan salah satu pengikatan yang cukup kuat di gunakan oleh Bank dalam mengamankan posisi jaminan/agunan, biasanya Hak tanggungan di gunakan untuk Tanah/Bangunan yang memiliki Sertifikat (SHM). Sedangkan untuk kendaraan bermotor, mesin biasanya diikat dengan Jaminan Fidusia.

Fidusia menurut asal katanya berasal dari bahasa Romawi fides yang berarti kepercayaan. Fidusia merupakan istilah yang sudah lama dikenal dalam bahasa Indonesia. Begitu pula istilah ini digunakan dalam Undang-undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Dalam terminologi Belanda istilah ini sering disebut secara lengkap yaitu Fiduciare Eigendom Overdracht (F.E.O.) yaitu penyerahan hak milik secara kepercayaan. Sedangkan dalam istilah bahasa Inggris disebut Fiduciary Transfer of Ownership. Pengertian fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tetap dalam penguasaan pemilik benda. Sebelum berlakunya Undang-undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia terdapat berbagai pengaturan mengenai fidusia diantaranya adalah Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun telah memberikan kedudukan fidusia sebagai lembaga jaminan yang diakui undang-undang. Pada Pasal 12 Undang-Undang tersebut dinyatakan bahwa,

  1. Rumah susun berikut tanah tempat bangunan itu berdiri serta benda lainnya yang merupakan satu kesatuan dengan tanah tersebut dapat dijadikan jaminan utang dengan :
    1. dibebani hipotik, jika tanahnya hak milik atau HGB
    2. dibebani fidusia, jika tanahnya hak pakai atas tanah negara.
  2. Hipotik atau fidusia dapat juga dibebankan atas tanah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) beserta rumah susun yang akan dibangun sebagai jaminan pelunasan kredit yang dimakksudkan untuk membiayai pelaksanaan pembangunan rumah susun yang direncanakan di atas tanah yang bersangkutan dan yang pemberian kreditnya dilakukan secara bertahap sesuai dengan pelaksanaan pembangunan rumah susun tersebut.

Jaminan Fidusia adalah jaminan kebendaan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun tidak berwujud sehubungan dengan hutang-piutang antara debitur dan kreditur. Jaminan fidusia diberikan oleh debitur kepada kreditur untuk menjamin pelunasan hutangnya.

Jaminan Fidusia diatur dalam Undang-undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Jaminan fidusia ini memberikan kedudukan yang diutamakan privilege kepada penerima fidusia terhadap kreditor lainnya.

Dari definisi yang diberikan jelas bagi kita bahwa Fidusia dibedakan dari Jaminan Fidusia, dimana Fidusia merupakan suatu proses pengalihan hak kepemilikan dan Jaminan Fidusia adalah jaminan yang diberikan dalam bentuk fidusia.

Fokus pembahasan sebenarnya bukan konsep dan fungsi Fidusia, akan tetapi dari sisi teknis pengamanan benda yang dijaminkan pada Fidusia. Pada Hak tanggungan, proses pengikatan akan terkait langsung dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN), sehingga tidak mungkin terjadi duplikasi dan penjualan tanpa sepengetahuan BPN. Di sertifikat yang di agunkan juga tertulis di halaman khusus bahwa sertifikat tersebut terikat di Bank, sehingga jika sertifikat di gelapkan, kemungkinan untuk menjual sertifikat harus melalui proses roya yang secara konsep harus diketahui oleh Bank. Keamanan berlapis terhadap objek Hak tanggungan memang menjadikan pengikatan HT menjadi prioritas utama bagi bank untuk menetapkan agunan yang akan dijadikan second way out.

Akan sangat berbeda jika kita melihat keberadaan dan posisi benda yang diikat dengan jaminan fidusia, rata-rata benda yang diagunkan adalah barang bergerak, mudah dipindahkan, dan terkadang bisa diperjual belikan/dialihkan secara bawah tangan. Seperti Contoh Mobil, walaupun BPKB nya dipegang oleh Penerima Fidusia, tapi manfaat dari kebendaan masih berada pada nasabah, sehingga terkadang ada nasabah nakal yang berani menjual mobil tersebut tanpa tau risiko yang akan diterima akibat UU Jaminan Fidusia ini.

Jual beli bisa terjadi dengan mudah karena tidak jelasnya kedudukan BPKB dalam proses pengikatan ini, BPKB tidak mengikutkan keterangan bahwa BPKB tersebut sedang terikat fidusia pada Bank. Jika BPKB bisa di analogikan sama dengan SHM maka Kantor Samsat akan menjadi rujukan Bank untuk membuatkan tulisan pada halaman khusus di BPKB dan memberikan keamanan bagi BPKB untuk tidak secara mudah di duplikat dan dijual.

Saat ini, dengan bermodal laporan polisi dan ditambah dengan beriklan di media massa bahwa BPKB yang kita miliki hilang, maka Samsat akan mengeluarkan BPPKB baru sebagai ganti BPKB yang hilang. Disinilah awal mula bencana bagi bank jika banyak nasabah nakal melihat peluang ini, maka bank akan memperoleh gelombang kerugian yang diakibatkan banyaknya agunan yang tidak bisa dieksekusi.

Walaupun pada UU tersebut diatur hukuman bagi yang mengalihkan benda fidusia dengan ancaman hukuman pidana 2 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 50.000.000,-, akan tetapi praktek-praktek seperti diatas tetap dimungkinkan terjadi.

Seharusnya dengan biaya dan proses pendaftaran yang sudah diatur sedemikian rupa, setiap sertifikat Fidusia harusnya memiliki koneksi dengan Samsat jika benda yang difidusia tersebut adalah Kendaraan bermotor. Sehingga fungsi Samsat kedepannya harus sama dengan fungsi BPN dalam hal Jaminan Fidusia. Setiap sertifikat yang keluar akan muncul dalam sistem online nya Samsat, sehingga jika ada permintaan untuk penggantian BPKB maka secara otomatis akan ditolak oleh sistem.

Mudah-mudahan UU No. 42 ini juga di dukung dengan infrastruktur dari sisi pengamanan objek seperti yang disampaikan diatas sehingga Peraturan Kapolri no.8 tahun 2011 Tentang Pengamanan Eksekusi Jaminan Fidusia tidak begitu diperlukan, karena pekerjaan Polisi sudah terlalu banyak jangan sampai hal-hal kecil seperti pengamanan sepeda motor, mobil dan lai-lain akan menyita waktu tugas Kepolisian.

Sekedar Menganalisa

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Possibly Related Posts:


Be Sociable, Share!

[+] kaskus emoticons nartzco