2016 kurang 2005

Posted: 14th March 2016 by dejavu in Bebas, Pemikiran Dejavu

Kayaknya tanggal ini akan selalu menjadi jadwal rutin saya untuk membuat sedikit tulisan, walaupun sudah lama tidak mencet keyboard lepi untuk membuat tulisan di rumah yang satu ini, tapi aura tanggal ini akan selalu menjadi magnet untuk sedikit bergurau dengan kondisi kehidupan ini.

tepat 11 tahun yang lalu saya dan beberapa rekan seperjuangan menandatangani perjanjian untuk mengikatkan diri sebagai karyawan di sebuah perusahaan lokal yang terkemuka di Kota ini. Hari itu juga menjadi tonggak awal dan spirit baru bagi beberapa kawan-kawan untuk memulai hidup dengan status baru, yang oleh beberapa orang dianggap sebagai pekerjaan yang sangat menjanjikan dari sisi financial dan juga prestise.

Saya pun juga ikut-ikutan mewakafkan diri untuk bisa ikut andil diantara ribuan karyawan lain untuk sekedar memberikan makna dan loyalitas agar perusahaan ini bisa berkembang sebagaimana pesan tetua saat pembekalan awal 11 tahun yang lalu. Alhamdulillah sampai saat ini saya loyal dengan perusahaan ini, nggk tau juga beberapa tahun kedepan manatau akan ada perubahan yang terjadi jika perusahaan ini tetap terjebak dengan budaya kerja yang bagi saya tidak berorientasi kepada profesionalisme yang berkemanuasiaan (halah…..ntah ao-apo se…tapi cocok juga menjadi kosa kata baru).

Yang saya tau, dalam membangun sebuah perusahaan, apalagi perusahaan di bidang jasa, loyalitas dan kenyamanan karyawan akan memberikan kontribusi positif bagi pencapaian target perusahaan. Sehingga untuk meningkatkan daya saing, perusahaan harus menempatkan karyawannya sesuai dengan kompetensi dan memberikan ruang yang luas bagi kreatifitas karyawan selama hal tersebut tidak bertentangan dengan tujuan perusahaan. Dan inilah yang menjadi tolak ukur saya memberikan statemen diatas, belum adanya perubahan significant terhadap budaya kerja yang lebih didominasi dengan budaya subjektif sehingga yang sampai saat ini tidak terlihat objektifitas dalam segala bidang.

Mungkin ada orang yang beranggapan, ini hanyalah pemikiran tendensius dari beberapa orang seperti saya, akan tetapi inilah kenyataan yang  terjadi, dan cuman oranng-orang yang berada pada ranah subjektif tadi yang bertolak belakang pemikiran dengan tulisan ini.

Saya dari awal memang memilih zona out of the box dalam berkegiatan di pekerjaan baik dari sisi pemikiran sampai dengan cara mengambil keputusan sehingga inilah yang sering memberikan posisi subjektif yang kurang mengenakkan tersebut. Berbeda dengan rata-rata karyawan lain yang lebih memilih comfort zone, karena posisi ini tidak memiliki risiko dan akan selalu dianggap sebagai seorang individu yang memiliki dedikasi tinggi bagi atasan karena kebiasaan manggut-manggut dan patuh akan menjadi dalil dalam melaksanakan pekerjaan.

Kecendrungan atasan yang menginginkan karyawannya selalu melaksanakan apa yang diperintahkan tanpa mau mendengarkan saran dan juga risiko yang berkemungkinan akan terjadi terhadap atasan tersebut maupun kepada perusahaan dari si karyawan, bagi saya adalah sebuah kesalahan besar yang tidak bagus untuk dipertahankan.

Bagi yang sering memberikan saran yang bertolak belakang dengan atasan (walaupun hal tersebut benar adanya) akan diposisikan sebagai karyawan yang pembangkang dan tidak mau diarahkan, dari sinilah dimulai pembunuhan karakter dilakukan dan selama ada kader-kadernya si atasan dalam manajemen maka pembunuhan tersebut akan tetap lestari sampai kapanpun.

Hari ini, dan dari 5 tahun yang lalu saya sudah membunuh keinginan untuk berkarir secara gemilang di perusahaan ini, karena melihat kondisi budaya yang tercermin sampai saat ini masih belum mengedepankan budaya profesionalitas berbasis komptensi. Saya juga tidak pernah menyatakan bahwa saya orang yang sangat berkompeten dibidang yang saya tekuni akan tetapi melihat kualitas karyawan dan atasan yang ada….cita cita profesional tersebut jauh rasanya…Saya hanya menyatakan bahwa saya hanyalah “karyawan yang  berkarakter”.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Possibly Related Posts:


Be Sociable, Share!

[+] kaskus emoticons nartzco