Archive for the 'Bebas' Category
July 8th, 2010 -- Posted in Bebas |
Sekitar pukul 13.31 WIB siang kemaren saya menerima sms yang cukup mengejutkan….sms tersebut dikirim oleh istri tercinta yang berbunyi
“Bg, kan adk ngrasa gak enak udh brp hr ini.. agak lain rasa perut, trus tmen2 blg adk agk mncurigakan, trus dianjurin beli test pack, trus adk bli aj, adk coba td, hasilnya garisny 2…brarti positif….Gmn…? Tp belom ada yg tau do”
Pada awalnya prasaan ini senang/gembira karena dengar berita tersebut….setelah ngebaca lebih detail…saya akhirnya ketawa sendiri karena ada kata “Gmn..?”….pertanyaan sms dari sang istri inilah yang menjabarkan banyak arti…maksudnya gmn.? tersebut apa….apakah minta pertanggung jawaban, apakah minta dukungan atau apa…?….akhirnya saya putuskan mengkonfirmasikan apa yg dimaksud oleh istri tercinta ini…..
Sambil ketawa ketiwi dia berujar, “nggk ngerti juga mau sms-in apa bg” ….. hahahaha
Istri yg unik………
Mudah2an isi sms tersebut benar adanya……
Possibly Related Posts:
July 5th, 2010 -- Posted in Bebas, Inspiration Dejavu, Saatnya Photo berbicara |

Tanggal 5 Juni 2010 merupakan hari yang sangat bersejarah dalam kehidupan saya…..Hari itu saya berubah status dari single menjadi married (seperti yang tertera di beberapa acount jejaring sosial saya). Dari yang bisa hidup cuek, dengan segala macam kehidupan dan hingar bingar masa muda menjadi seorang pria yang harus memimpin sebuah keluarga, bertanggung jawab terhadap istri dan kehormatan rumah tangga. Pastinya ini menjadi sebuah hal baru dan sedikit mengejutkan dalam perjalanan hidup saya kedepan.
Baca Kelanjutannya…(dejavu)
Possibly Related Posts:
May 10th, 2010 -- Posted in Bebas, Dejavu Ngomong HIV/AIDS, Kayak Berita di Koran |
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring merasa prihatin dengan semakin maraknya peredaran pornografi di kalangan remaja dan anak-anak. Bahkan, Komisi Perlindungan Anak (KPA) mengungkapkan 97 persen remaja pernah menonton atau mengakses pornografi. Pula didapatkan, sebanyak 62,7 persen remaja pernah melakukan hubungan badan atau dalam istilah remaja ML (making love).
“Survei KPA yang dilakukan terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar seluruh Indonesia juga menemukan 93 persen remaja pernah berciuman, dan 62,7 persen pernah berhubungan badan, dan 21 persen remaja telah melakukan oborsi,” ujar Tifatul dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (9/5/2010).
“Ini sangat memprihatinkan, saya minta semua pihak ikut mendukung upaya pembatasan distribusi konten negatif, baik melalui internet, maupun dunia perfilman. Semuanya harus terlibat menjaga generasi muda kita,” ujar Tifatul.
Menkominfo juga menyatakan, pertarungan antar nilai-nilai budaya, pengaruh asing, setiap hari terus berlangsung, sehingga bangsa ini harus menjaga kekokohan nilai-nilai karakter bangsa. Jika tidak, maka Indonesia akan kehilangan identitas sebagai bangsa besar.
“Penyebaran konten negatif tersebut banyak disalurkan melalui sarana IT, terutama konten asing yang dijual kepada kita, bahkan konten tersebut banyak yang merusak nilai-nilai budaya bangsa,” ujarnya.
Possibly Related Posts:
February 3rd, 2010 -- Posted in Bebas, Dejavu Kritis |
Negara ini mau dibawa kemana, pemimpin-pemimpin pada sibuk ngurusin kepentingan-kepentingan yang tidak memihak kepada rakyat. Mulai dari Kasus Crocodile dan cacak, kemudian century sampai kepada kerbau yg berna si lebay yang menjadi objek curhat pemimpin di negara ini. setiap hari kita disuguhkan dengan tanayangan profokatif dari seluruh media, baik televisi maupun koran.
Banyak kritikan-kritikan yang dilontarkan, isu yang memojokkan, wacana-wacana mendiskriditkan yang pada akhirnya tidak akan membawa hasil yang berarti. Tapi apa yg didapatkan oleh rakyat, apakah dengan sandiwara politik yang saat ini memiliki rating tinggi akan mensejahterakan kehidupan rakyat. Apakah dengan konsentrasi yang sedang terpecah akan mengahasilkan keputusan-keputusan yang baik terhadap kebijakan publik.
Baca kelanjutannya…kalau sudah muak dengan politik, lebih baik baca yang lain…saya aja muak nulisnya….hidup muak …(dejavu)
Possibly Related Posts:
January 11th, 2010 -- Posted in Bebas, Inspiration Dejavu |
Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.
Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Baca kelanjutannya..(dejavu)
Possibly Related Posts:
Next »