Archive for the 'Bebas' Category
February 3rd, 2010 -- Posted in Bebas, Dejavu Kritis |
Negara ini mau dibawa kemana, pemimpin-pemimpin pada sibuk ngurusin kepentingan-kepentingan yang tidak memihak kepada rakyat. Mulai dari Kasus Crocodile dan cacak, kemudian century sampai kepada kerbau yg berna si lebay yang menjadi objek curhat pemimpin di negara ini. setiap hari kita disuguhkan dengan tanayangan profokatif dari seluruh media, baik televisi maupun koran.
Banyak kritikan-kritikan yang dilontarkan, isu yang memojokkan, wacana-wacana mendiskriditkan yang pada akhirnya tidak akan membawa hasil yang berarti. Tapi apa yg didapatkan oleh rakyat, apakah dengan sandiwara politik yang saat ini memiliki rating tinggi akan mensejahterakan kehidupan rakyat. Apakah dengan konsentrasi yang sedang terpecah akan mengahasilkan keputusan-keputusan yang baik terhadap kebijakan publik.
Baca kelanjutannya…kalau sudah muak dengan politik, lebih baik baca yang lain…saya aja muak nulisnya….hidup muak …(dejavu)
Possibly Related Posts:
January 11th, 2010 -- Posted in Bebas, Inspiration Dejavu |
Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.
Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Baca kelanjutannya..(dejavu)
Possibly Related Posts:
December 8th, 2009 -- Posted in Bebas, Kayak Berita di Koran, Pemikiran Dejavu |
Sungguh memprihatinkan, disaat nilai-nilai kebangsaan kita terusik oleh banyaknya klaim yang dilakukan oleh Pihak Malaysia. Kita sendiri telah mulai mengeyampingkan nasib tradisi dan juga pahlawan kita yang telah kita jadikan sebagai sebuah identitas pada sebuah daerah di belahan bumi Indonesia ini. Banyak orang yang tidak mencintai warisan daerahnya sendiri, banyak orang yang dengan sengaja meremehkan hasil karya budaya bangsanya sendiri. Jangan pernah bilang negara kita ini terhormat jika kita sendiri tidak menghormatinya.
Ungkapan diatas patut disampaikan kepada generasi muda yang menjadi tumpuan harapan bangsa ini kedepan. Bagaimana Negara ini kedepan bisa kita lihat dari tindak tanduk yang tercermin dari perbuatan generasi mudanya. Banyaknya penderita HIV/AIDS yang di dominasi oleh kaum muda, tindakan kekerasan, tawuran antar mahasiswa/pelajar dan banyak hal lainnya yang secara kongkrit memperlihatkan ketidak beresan pemaknaan sebuah siklus globalisasi.
Baca kelanjutannya…(dejavu)
Possibly Related Posts:
November 23rd, 2009 -- Posted in Bebas, Inspiration Dejavu, Pemikiran Dejavu |
Mungkin anda sudah pernah mendengar cerita berikut ?
“Dan cerita ini saya peruntukkan bagi pemimpin-pemimpin negeri yang saat ini sedang menghadapi berbagai macam polemik, berpikirlah lebih bijak dan adil”
Suatu ketika di sore hari yang sejuk, nampak seorang pertapa muda sedang bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai. Saat sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian pertapa itu terpecah kala mendengarkan gemericik air yang terdengar tidak beraturan.
Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai, sumber suara tadi berasal. Ternyata, di sana nampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang deras.
Baca Kelanjutannya…(dejavu)
Possibly Related Posts:
October 8th, 2009 -- Posted in Bebas, Dejavu Charity, Pemikiran Dejavu |
Mie ayam itupun dengan lahapnya saya nikmati dengan 3 orang rekan lainnya di ruang makan yang berada di lantai 3 gedung kantor yang terletak di Belakang Olo. Keinginan untuk makan mie ayam dan juga bakso tersebut telah lama kami rencanakan, sampai pada akhirnya hari itu kami bisa juga merealisasikannya. Sembari bersenda gurau, mie ayam dan bakso yang telah habis setengah piring tersebut terus kami lahap dengan nikmatnya.
Goyangan itupun terjadi, secara cepat gempa dahsayat tersebut mengeluarkan bunyi-bunyian dari beberapa material bangunan di lantai 3 yang merupakan lantai tertinggi di kantor saya. 2 detik pertama kami masih duduk sambil menunggu kemungkinan gempa berhenti, akan tetapi gempa tersebut semakin kuat dan mulai memperlihatkan kedahsyatannya. Salah seorang rekan cewek yang berada di samping saya langsung bergerak ke arah tangga dan melesat lari kebawah, dengan segera saya mengikuti gerakan rekan tadi. Akan tetapi sesampai di bibir tangga, seorang rekan yang disaat itu sedang menuju ke lantai 3 untuk menikmati mie ayamnya yang masih terbungkus rapi menghadang kami, beliau hanya berucap ‘astaghfurullah dengan suara lantang dan berdiam diri di bibir tangga. Dinding di belakang kami pun runtuh kebangunan ruko sebelah, melihat tersebut dengan sigap saya genggam tangan rekan tadi saya tarik dengan keras menuruni tangga, satu ucapan yang masih saya ingat “beko astaghfirullah tu ni, lari awak lu“. Dengan sigap kami berlari dengan cepat menuju lantai bawah, proses lari pun banyak dihalangi oleh material-material dan peralatan kantor yang jatuh, selain itu goyangan gempa membuat lantai tidak stabil untuk diinjak sehingga laripun dalam keadaan sempoyongan.
Baca kelanjutannya…(dejavu)
Possibly Related Posts:
Next »