Archive for the 'Dejavu Ngomong HIV/AIDS' Category

Pernyataan Cipanas (JOTHI)

December 11th, 2008 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS | 2 Comments »

Setelah mendengar dan memperhatikan aspirasi dari orang terinfeksi HIV di seluruh Indonesia dalam Forum “Rapat Kerja Nasional Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia 1” (Rakernas JOTHI 1) yang dihadiri oleh perwakilan orang terinfeksi HIV dari 28 propinsi di Indonesia, maka JOTHI perlu mengeluarkan pernyataan sikap dan rekomendasi terkait dengan permasalahan- permasalahan terkini di dalam penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia.

Pernyataan Sikap JOTHI :

1. JOTHI menentang keras segala bentuk aturan dan produk hukum yang mendiskriminasikan orang   terinfeksi HIV dan populasi kunci lainnya di dalam pemenuhan Hak Asasi Manusia.

2. JOTHI menentang keras segala bentuk budaya yang dikembangkan baik oleh individu maupun secara sistemik yang menempatkan orang terinfeksi HIV dan populasi kunci lainnya tidak mempunyai pilihan di dalam pemenuhan Hak Asasi Manusia.

JOTHI memberikan rekomendasi kepada seluruh pihak yang melibatkan diri dan dilibatkan secara sadar dalam penanggulangan AIDS di Indonesia:

1. Segala bentuk aturan dan produk hukum yang bersinggungan dengan keberlangsungan hidup serta bermasyarakat orang terinfeksi HIV dan populasi kunci lainnya di Indonesia harus menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia.

2. Pelibatan secara bermakna orang terinfeksi HIV dan populasi kunci lainnya di dalam proses pembentukan produk hukum yang bersinggungan dengan keberlangsungan hidup dan bermasyarakat orang terinfeksi HIV dan populasi kunci lainnya harus menjadi prioritas.

3. Ketersediaan obat anti retro viral (ARV) sebagai penunjang kehidupan orang terinfeksi HIV di Indonesia harus mendapatkan jaminan penuh dari pemerintah.

4. Mekanisme distribusi, pelaporan serta monitoring dan evaluasi penggunaan obat anti retro viral (ARV) sebagai penunjang kehidupan orang terinfeksi HIV di Indonesia harus dibenahi.

5. Program PMTCT (Prevention Mother To Child Transmision) sebagai metode efektif pencegahan pertambahan infeksi baru HIV harus tersedia secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

6. Sistem Jaminan Kesehatan dengan berbasis komunitas orang terinfeksi HIV dan populasi kunci lainnya harus dikembangkan bersama oleh komunitas dan pemerintah Indonesia.

7. Segala bentuk hambatan dan pengkondisian yang menyebabkan orang terinfeksi HIV dan populasi kunci lainnya kesulitan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di dalam pemenuhan Hak Asasi Manusia harus dihilangkan.

JOTHI akan terus berjuang demi terpenuhinya Hak Asasi Manusia… !!!

Cipanas, 5 Desember 2008
A/n Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI)

ttd

Abdullah Denovan
Koordinator Nasional JOTHI

Sumbar juga telah membentuk jaringan ini, dan berharap adanya keterlibatan semua pihak dalam memutus rantai dan memberikan akses yang baik terhadap ODHA yang ada di Sumbar khususnya. Dengan semangat Tak lakang dek paneh, tak lapuak dek hujan…kami akan terus memperjuangkan terpenuhinya Hak asasi manuasia di Sumbar……

Salam….

JOTHI Sumbar

disadur dari sini

Possibly Related Posts:


Setiap Satu Jam, Satu Pemuda Terjangkit AIDS

December 1st, 2008 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS | 2 Comments »

Setiap satu jam, seorang pemuda di Indonesia terjangkit HIV. Demikian menurut data Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN). Sementara itu, berdasarkan data Departemen Kesehatan RI, hingga September 2008 tercatat 21.151 orang Indonesia telah terinfeksi HIV, 15.136 orang berada dalam fase AIDS, sebanyak 54,3 persen di antaranya adalah kaum muda usia 15-29 tahun.

“Persentase kaum muda dengan HIV/AIDS itu mengingatkan kita untuk segera bertindak guna menyelamatkan generasi penerus kita. Namun, bukan berarti kampanye kondom di kampus itu untuk melegalkan hubungan seks di luar nikah, intinya memberi informasi yang benar kepada generasi muda terhadap perilaku seksual beresiko,” ujar Ketua KPAN Aburizal Bakrie seusai membuka Konferensi Kondom di JW Marriot, Jakarta, Senin (1/12).

Klik untuk melanjutkan………….

Possibly Related Posts:


33 Juta Orang Hidup dengan HIV

December 1st, 2008 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS | 1 Comment »

JAKARTA, SENIN - Situasi epidemi HIV di dunia menunjukkan saat ini ada 33 juta orang hidup dengan HIV. Menurut laporan UNAIDS, pada tahun 2007 terdapat sebanyak 2,7 juta infeksi baru HIV dan dua juta orang meninggal karena AIDS.

“45 persen infeksi baru terjadi pada usia antara 15-24 tahun,” kata Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat sekaligus Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional Aburizal Bakrie saat membuka Pekan Kondom Nasional 2008 di Jakarta, Senin (1/12).

Pada Pekan Kondom yang dibarengi dengan Konferensi Kondom bertema Gunakan Kondom dan Selamatkan Banyak Jiwa tersebut dipaparkan bahwa hampir 1.800 orang yang hidup dengan HIV positif adalah anak di bawah usia 15 tahun yang tertular dari ibunya, dan sekitar 1.400 anak meninggal akibat AIDS.

“Penularan virus HIV melalui hubungan seksual berisiko di Indonesia cukup tinggi, yakni sekitar 50,2 persen,” kata Sekretaris KPA Nasional Nafsiah Mboi.

Klik untuk melanjutkan………….

Possibly Related Posts:


Tema Peringatan Hari AIDS Sedunia 2008

December 1st, 2008 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS | No Comments »

Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.

Konsep ini digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia mengenai Program-program untuk Pencegahan AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu, ia mulai diperingati oleh pihak pemerintah, organisasi internasional dan yayasan amal di seluruh dunia….diambil dari sini

Klik untuk melanjutkan ……..

Possibly Related Posts:


Obat Prezista, Harapan Baru Bagi Penderita AIDS dan Anti-Retroviral (ARV) obat generik anti-virus HIV/AIDS

November 22nd, 2008 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS | 2 Comments »

Dunia selalu dicemaskan dengan virus yang bernama HIV/AIDS. Betapa tidak, virus ini menyerang manusia tanpa bisa terdeteksi dan baru dapat terasa jika sudah menginjak stadium lanjut yang parah dan berujung pada kematian.

Disaat penyebaran virus HIV/AIDS yang sangat mematikan sudah sangat menyebar ke berbagai pelosok negara, kota bahkan desa, sampai saat ini pun belum ditemukan obat yang benar-benar dapat menyembuhkan penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia tersebut.

Obat-obatan yang ada sekarang sifatnya hanya memperlambat proses penyebaran didalam tubuh si penderita, namun sama sekali tidak menyembuhkan secara tuntas. Disamping kelemahan tersebut, harganya yang relatif mahal, sulit untuk dijumpai, dan mempunyai tingkat kegagalan yang tinggi dalam proses menahan penyebaran virus tersebut. Apalagi setelah diketahui bahwa obat-obatan tersebut memiliki efek samping bagi para peminumnya.

Para peneliti dan ilmuwan dari University of California Los Angeles (UCLA) dan Purdue University di Indiana, Amerika Serikat (AS), telah menemukan petunjuk baru tentang efek samping obat anti-AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome ) yang digunakan secara luas, yakni menimbulkan penimbunan lemak.

Laporan ilmiah yang dikeluarkan jurnal Proceedings of the National Academy of Science (16/7/2007), melaporkan, protease inhibitors, komponen penting dalam campuran obat HIV, ternyata dapat membantu mengendapkan lemak yang sering kali membuat pasien lemah. Di samping itu, protease inhibitors juga menyebabkan terjadinya penuaan dini.

Baca kelanjutannya…..

Possibly Related Posts:


Next »