May 20th, 2011 -- Posted in Dejavu Nge-Paste, Dejavu Ngomong HIV/AIDS |
INILAH.COM, San Fransisco â Dokter mengatakan, pria 45 tahun di California ini mungkin menjadi orang pertama yang sembuh dari AIDS. Ini diketahui dari gen kebal HIV miliknya. Seperti apa?
Timothy Ray Brown diketahui positif HIV (human immunodeficiency virus) pada 1995. Kini, ia masuk jurnal ilmiah sebagai orang pertama yang berhasil âmenghapusâ virus HIV dari tubuhnya secara sepenuhnya. Dokter menyebut kondisi ini âpenyembuhan fungsionalâ.
Pada 2008, Brown tinggal di Berlin dan mengidap HIV dan leukemia. Di sana, ilmuwan melakukan cangkok tulang sumsum untuk mengobati leukemianya. Ilmuwan mengatakan, Brown mendapat sumsum dari donor yang termasuk dalam 1% Caucasia kebal HIV.
âSaya berhenti berobat HIV di hari saya mendapat transplan itu,â papar pria yang dijuluki âPasien Berlinâ itu.
continue reading »
Possibly Related Posts:
Sharing di Situs Jejaringmu:
November 30th, 2010 -- Posted in Dejavu Charity, Dejavu Ngomong HIV/AIDS |
Dear SahabatkuâŚ
Saya positif HIV dan sudah pada stadium AIDS. Saya minum  ARV hampir 2 tahun. Suami dan putri saya yang berumur 4 tahun telah meninggalkan saya menghadap Sang Khaliq karena menderita penyakit yang sama.
Saya tidak habis pikir, kenapa kami orang dengan HIV selalu dicap buruk. Memang beberapa teman kami terinfeksi karena perilaku mereka yang beresiko. Tapi haruskah kami selalu disalahkan ? Sedangkan Tuhan saja Maha PengampunâŚ.mengapa makhluk ciptaannya manusia selalu mengatakan kami adalah pendosa ?
Baca Kelanjutannya…(dejavu)
Possibly Related Posts:
Sharing di Situs Jejaringmu:
November 18th, 2010 -- Posted in Dejavu Nge-Paste, Dejavu Ngomong HIV/AIDS |
Jakarta, Kompas â Sekitar 1,6 juta perempuan berisiko terinfeksi HIV lantaran menikah atau berhubungan seksual dengan laki-laki berisiko tinggi. Penularan HIV lewat hubungan heteroseksual saat ini paling sulit dikendalikan.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Nafsiah Mboi mengatakan di Jakarta, Senin (15/11/2010), berdasarkan pemodelan dari KPAN, laki-laki berisiko tinggi merupakan laki-laki pelanggan atau pembeli seksâjumlahnya sekitar 3,1 jutaâdan 230.000 pengguna narkoba jarum suntik yang juga kemungkinan membeli seks. Pria berisiko tinggi karena melakukan aktivitas seksual tidak aman (tanpa kondom) dan kemudian menularkan HIV kepada pihak lain.
Menurut Nafsiah Mboi, masih amat sulit mengubah perilaku, termasuk membiasakan penggunaan kondom. âPerempuan pekerja seks punya posisi tawar sangat rendah sehingga sulit memastikan pelanggannya memakai kondom. Apalagi ada iming-iming dibayar lebih banyak jika tanpa kondom,â kata Nafsiah.
Padahal, berdasarkan survei KPAN, pengetahuan laki-laki sebetulnya cukup tinggi tentang bahaya penularan penyakit dan manfaat penggunaan kondom. âKecuali di Jepang yang laki-lakinya terbiasa memakai kondom,â ujarnya.
Upaya penanggulangan HIV/AIDS di kalangan perempuan pekerja seks pun semakin tidak mudah karena pembubaran lokalisasi yang sepertinya bertujuan baik sebenarnya kontraproduktif dengan penanggulangan HIV/AIDS.
âKebijakan yang menyatakan prostitusi sebagai maksiat dan pembubaran lokalisasi, misalnya, mengakibatkan pekerja seks komersial masuk populasi umum dan rumah-rumah penduduk sehingga sulit terjangkau program penanggulangan HIV dan tes kesehatan,â ujarnya. (INE)
Possibly Related Posts:
Sharing di Situs Jejaringmu:
May 10th, 2010 -- Posted in Bebas, Dejavu Ngomong HIV/AIDS, Kayak Berita di Koran |
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring merasa prihatin dengan semakin maraknya peredaran pornografi di kalangan remaja dan anak-anak. Bahkan, Komisi Perlindungan Anak (KPA) mengungkapkan 97 persen remaja pernah menonton atau mengakses pornografi. Pula didapatkan, sebanyak 62,7 persen remaja pernah melakukan hubungan badan atau dalam istilah remaja ML (making love).
“Survei KPA yang dilakukan terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar seluruh Indonesia juga menemukan 93 persen remaja pernah berciuman, dan 62,7 persen pernah berhubungan badan, dan 21 persen remaja telah melakukan oborsi,” ujar Tifatul dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (9/5/2010).
“Ini sangat memprihatinkan, saya minta semua pihak ikut mendukung upaya pembatasan distribusi konten negatif, baik melalui internet, maupun dunia perfilman. Semuanya harus terlibat menjaga generasi muda kita,” ujar Tifatul.
Menkominfo juga menyatakan, pertarungan antar nilai-nilai budaya, pengaruh asing, setiap hari terus berlangsung, sehingga bangsa ini harus menjaga kekokohan nilai-nilai karakter bangsa. Jika tidak, maka Indonesia akan kehilangan identitas sebagai bangsa besar.
“Penyebaran konten negatif tersebut banyak disalurkan melalui sarana IT, terutama konten asing yang dijual kepada kita, bahkan konten tersebut banyak yang merusak nilai-nilai budaya bangsa,” ujarnya.
Possibly Related Posts:
Sharing di Situs Jejaringmu:
December 1st, 2009 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS |
Tema
Tema peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2009 telah ditetapkan secara internasional yaitu Universal Acces & Human Right. Untuk Indonesia, tema tersebut diterjemahkan menjadi Akses Universal dan Hak Asasi Manusia.
Makna dari tema peringatan adalah bahwa setiap masyarakat khususnya mereka yang memerlukan, mampu memperoleh akses terhadap informasi, pencegahan, dukungan dan pengobatan. Kesehatan pada dasarnya merupakan hak asasi manusia yang utama (health is the first human right), dengan demikian setiap orang termasuk orang yang terinfeksi layak hidup sehat dan memperoleh fasilitas kesehatan. Dengan meningkatnya akses pelayanan dan pengobatan yang baik diharapkan akan dapat menurunkan resiko penularan dan mengurangi laju epidemi HIV di Indonesia.
Baca Kelanjutannya…(dejavu)
Possibly Related Posts:
Sharing di Situs Jejaringmu: