Archive for the 'Dejavu Ngomong HIV/AIDS' Category
December 1st, 2008 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS |

Setiap satu jam, seorang pemuda di Indonesia terjangkit HIV. Demikian menurut data Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN). Sementara itu, berdasarkan data Departemen Kesehatan RI, hingga September 2008 tercatat 21.151 orang Indonesia telah terinfeksi HIV, 15.136 orang berada dalam fase AIDS, sebanyak 54,3 persen di antaranya adalah kaum muda usia 15-29 tahun.
“Persentase kaum muda dengan HIV/AIDS itu mengingatkan kita untuk segera bertindak guna menyelamatkan generasi penerus kita. Namun, bukan berarti kampanye kondom di kampus itu untuk melegalkan hubungan seks di luar nikah, intinya memberi informasi yang benar kepada generasi muda terhadap perilaku seksual beresiko,” ujar Ketua KPAN Aburizal Bakrie seusai membuka Konferensi Kondom di JW Marriot, Jakarta, Senin (1/12).
Klik untuk melanjutkan………….
Possibly Related Posts:
December 1st, 2008 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS |
JAKARTA, SENIN - Situasi epidemi HIV di dunia menunjukkan saat ini ada 33 juta orang hidup dengan HIV. Menurut laporan UNAIDS, pada tahun 2007 terdapat sebanyak 2,7 juta infeksi baru HIV dan dua juta orang meninggal karena AIDS.
“45 persen infeksi baru terjadi pada usia antara 15-24 tahun,” kata Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat sekaligus Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional Aburizal Bakrie saat membuka Pekan Kondom Nasional 2008 di Jakarta, Senin (1/12).
Pada Pekan Kondom yang dibarengi dengan Konferensi Kondom bertema Gunakan Kondom dan Selamatkan Banyak Jiwa tersebut dipaparkan bahwa hampir 1.800 orang yang hidup dengan HIV positif adalah anak di bawah usia 15 tahun yang tertular dari ibunya, dan sekitar 1.400 anak meninggal akibat AIDS.
“Penularan virus HIV melalui hubungan seksual berisiko di Indonesia cukup tinggi, yakni sekitar 50,2 persen,” kata Sekretaris KPA Nasional Nafsiah Mboi.
Klik untuk melanjutkan………….
Possibly Related Posts:
December 1st, 2008 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS |
Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.
Konsep ini digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia mengenai Program-program untuk Pencegahan AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu, ia mulai diperingati oleh pihak pemerintah, organisasi internasional dan yayasan amal di seluruh dunia….diambil dari sini
Klik untuk melanjutkan ……..
Possibly Related Posts:
November 22nd, 2008 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS |
Dunia selalu dicemaskan dengan virus yang bernama HIV/AIDS. Betapa tidak, virus ini menyerang manusia tanpa bisa terdeteksi dan baru dapat terasa jika sudah menginjak stadium lanjut yang parah dan berujung pada kematian.
Disaat penyebaran virus HIV/AIDS yang sangat mematikan sudah sangat menyebar ke berbagai pelosok negara, kota bahkan desa, sampai saat ini pun belum ditemukan obat yang benar-benar dapat menyembuhkan penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia tersebut.
Obat-obatan yang ada sekarang sifatnya hanya memperlambat proses penyebaran didalam tubuh si penderita, namun sama sekali tidak menyembuhkan secara tuntas. Disamping kelemahan tersebut, harganya yang relatif mahal, sulit untuk dijumpai, dan mempunyai tingkat kegagalan yang tinggi dalam proses menahan penyebaran virus tersebut. Apalagi setelah diketahui bahwa obat-obatan tersebut memiliki efek samping bagi para peminumnya.
Para peneliti dan ilmuwan dari University of California Los Angeles (UCLA) dan Purdue University di Indiana, Amerika Serikat (AS), telah menemukan petunjuk baru tentang efek samping obat anti-AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome ) yang digunakan secara luas, yakni menimbulkan penimbunan lemak.
Laporan ilmiah yang dikeluarkan jurnal Proceedings of the National Academy of Science (16/7/2007), melaporkan, protease inhibitors, komponen penting dalam campuran obat HIV, ternyata dapat membantu mengendapkan lemak yang sering kali membuat pasien lemah. Di samping itu, protease inhibitors juga menyebabkan terjadinya penuaan dini.
Baca kelanjutannya…..
Possibly Related Posts:
November 11th, 2008 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS |
Media Indonesia,
PENGURUS Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) meminta pemerintah menyediakan obat antiretroviral (ARV) untuk pengidap HIV/AIDS sekarang juga.
Sebab, kelangkaan obat ARV di Indonesia saat ini sudah sampai tahap mengkhawatirkan. Menurut data IDI, para ODHA (orang dengan HIV/AIDS) di Bandung, Yogyakarta, Lampung, Makassar, dan Jakarta yang harus mengonsumsi ARV seumur hidup hanya memiliki persediaan ARV untuk satu minggu.
Pemerintah harus mengadakan obat sekarang juga karena ketersediaan obat tidak boleh putus. Putus obat berarti nyawa pasien jadi taruhannya, seru Ketua Umum PB IDI dr Fachmi Idris, pada diskusi publik bertemakan Menakar kembali komitmen pemberantasan penyakit menular HIV/AIDS sebagai bagian dari komitmen global MDGs dan dalam upaya peningkatan indeks pembangunan manusia di bidang kesehatan, kemarin, di Jakarta.
Menurut Fachmi, manfaat ARV bukan saja dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian pada ODHA, melainkan juga membuat pasien lebih sehat, jarang dirawat di rumah sakit, dan bisa bekerja secara normal (produktif).
Karena itu, pengadaan ARV bukan pemborosan, melainkan investasi dan efisiensi biaya penanggulangan masalah HIV/AIDS,tambah Fachmi.
Baca Kelanjutannya……
Possibly Related Posts:
« Prev - Next »