Archive for the 'Dejavu Ngomong HIV/AIDS' Category

5 Tahun bersama ODHA dan OHIDHA

December 1st, 2009 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS | No Comments »

Saya dan 5 orang rekan yang berbeda profesi dan aktifitas, pada tahun 2004 mencoba mencetuskan pendirian sebuah kelompok untuk memfasilitasi kawan-kawan yang menderita HIV/AIDS khususnya di Sumatera Barat. Pertemuanpun sengaja dilakukan di lokasi-lokasi yang memang sering dikunjungi oleh kawan-kawan yang memiliki faktor resiko, mulai dari pertemuan di Bawah Jembatan Siti Nurbaya, Di Halte Pos, Di Jln. Diponegoro, Di Gor Agussalim dan juga beberapa lokasi lainnya.

Organisasi ini kami berinama “Lantera MinangKabau”, makna yang terkandung didalamnya adalah cahaya baru yang akan memberikan suasana terang bagi kawan-kawan yang positif terinfeksi HIV/AIDS. Oraganisasi ini memiliki pasang surut operasional, sama seperti organisasi-organisasi LSM lainnya. Keterbatasan Dana, keterbatasan SDM dan juga keterbatasan akses menjadi beberapa hal yang menghiasi perjalanan panjang organisasi ini.

Baca kelanjutannya…(dejavu)

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter
  • Add to favorites
  • email
  • Print
  • Technorati
  • PDF
  • Yahoo! Buzz

Berjuang Entaskan Waria dari Jalanan

September 14th, 2009 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS, Lingkar Jalanan | No Comments »

KOMPAS.com - “Mami tahu bagaimana perasaan temen-temen Mami yang disakiti dan dimanfaatkan lelaki. Mami tahu bagaimana temen-temen Mami susah meninggalkan jalanan. Mami tahu masalah mereka, karena dulu Mami bagian dari mereka,” kata Mami Vinolia.

Tidak mudah bagi Mami Vin, –begitu ia akrab disapa–, meninggalkan dunia malam. Namun posisinya sekarang, sebagai Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat Keluarga Besar Waria Yogyakarta (LSM Kebaya), sedikit banyak memang menggambarkan perjuangannya.

Di bawah kendali Mami (41), LSM Kebaya yang dibentuk pada Desember 2006 ini, mulai menyuarakan keinginan para waria dan menggelar banyak program. Selain itu mengisi sejumlah acara pemerintahan, berbagai seminar, serta acara seni-budaya.

Baca Kelanjutannya…(dejavu)

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter
  • Add to favorites
  • email
  • Print
  • Technorati
  • PDF
  • Yahoo! Buzz

Pernyataan Cipanas (JOTHI)

December 11th, 2008 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS | 2 Comments »

Setelah mendengar dan memperhatikan aspirasi dari orang terinfeksi HIV di seluruh Indonesia dalam Forum “Rapat Kerja Nasional Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia 1” (Rakernas JOTHI 1) yang dihadiri oleh perwakilan orang terinfeksi HIV dari 28 propinsi di Indonesia, maka JOTHI perlu mengeluarkan pernyataan sikap dan rekomendasi terkait dengan permasalahan- permasalahan terkini di dalam penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia.

Pernyataan Sikap JOTHI :

1. JOTHI menentang keras segala bentuk aturan dan produk hukum yang mendiskriminasikan orang   terinfeksi HIV dan populasi kunci lainnya di dalam pemenuhan Hak Asasi Manusia.

2. JOTHI menentang keras segala bentuk budaya yang dikembangkan baik oleh individu maupun secara sistemik yang menempatkan orang terinfeksi HIV dan populasi kunci lainnya tidak mempunyai pilihan di dalam pemenuhan Hak Asasi Manusia.

JOTHI memberikan rekomendasi kepada seluruh pihak yang melibatkan diri dan dilibatkan secara sadar dalam penanggulangan AIDS di Indonesia:

1. Segala bentuk aturan dan produk hukum yang bersinggungan dengan keberlangsungan hidup serta bermasyarakat orang terinfeksi HIV dan populasi kunci lainnya di Indonesia harus menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia.

2. Pelibatan secara bermakna orang terinfeksi HIV dan populasi kunci lainnya di dalam proses pembentukan produk hukum yang bersinggungan dengan keberlangsungan hidup dan bermasyarakat orang terinfeksi HIV dan populasi kunci lainnya harus menjadi prioritas.

3. Ketersediaan obat anti retro viral (ARV) sebagai penunjang kehidupan orang terinfeksi HIV di Indonesia harus mendapatkan jaminan penuh dari pemerintah.

4. Mekanisme distribusi, pelaporan serta monitoring dan evaluasi penggunaan obat anti retro viral (ARV) sebagai penunjang kehidupan orang terinfeksi HIV di Indonesia harus dibenahi.

5. Program PMTCT (Prevention Mother To Child Transmision) sebagai metode efektif pencegahan pertambahan infeksi baru HIV harus tersedia secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

6. Sistem Jaminan Kesehatan dengan berbasis komunitas orang terinfeksi HIV dan populasi kunci lainnya harus dikembangkan bersama oleh komunitas dan pemerintah Indonesia.

7. Segala bentuk hambatan dan pengkondisian yang menyebabkan orang terinfeksi HIV dan populasi kunci lainnya kesulitan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di dalam pemenuhan Hak Asasi Manusia harus dihilangkan.

JOTHI akan terus berjuang demi terpenuhinya Hak Asasi Manusia… !!!

Cipanas, 5 Desember 2008
A/n Jaringan Orang Terinfeksi HIV Indonesia (JOTHI)

ttd

Abdullah Denovan
Koordinator Nasional JOTHI

Sumbar juga telah membentuk jaringan ini, dan berharap adanya keterlibatan semua pihak dalam memutus rantai dan memberikan akses yang baik terhadap ODHA yang ada di Sumbar khususnya. Dengan semangat Tak lakang dek paneh, tak lapuak dek hujan…kami akan terus memperjuangkan terpenuhinya Hak asasi manuasia di Sumbar……

Salam….

JOTHI Sumbar

disadur dari sini

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter
  • Add to favorites
  • email
  • Print
  • Technorati
  • PDF
  • Yahoo! Buzz

Setiap Satu Jam, Satu Pemuda Terjangkit AIDS

December 1st, 2008 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS | 2 Comments »

Setiap satu jam, seorang pemuda di Indonesia terjangkit HIV. Demikian menurut data Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN). Sementara itu, berdasarkan data Departemen Kesehatan RI, hingga September 2008 tercatat 21.151 orang Indonesia telah terinfeksi HIV, 15.136 orang berada dalam fase AIDS, sebanyak 54,3 persen di antaranya adalah kaum muda usia 15-29 tahun.

“Persentase kaum muda dengan HIV/AIDS itu mengingatkan kita untuk segera bertindak guna menyelamatkan generasi penerus kita. Namun, bukan berarti kampanye kondom di kampus itu untuk melegalkan hubungan seks di luar nikah, intinya memberi informasi yang benar kepada generasi muda terhadap perilaku seksual beresiko,” ujar Ketua KPAN Aburizal Bakrie seusai membuka Konferensi Kondom di JW Marriot, Jakarta, Senin (1/12).

Klik untuk melanjutkan………….

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter
  • Add to favorites
  • email
  • Print
  • Technorati
  • PDF
  • Yahoo! Buzz

33 Juta Orang Hidup dengan HIV

December 1st, 2008 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS | 1 Comment »

JAKARTA, SENIN - Situasi epidemi HIV di dunia menunjukkan saat ini ada 33 juta orang hidup dengan HIV. Menurut laporan UNAIDS, pada tahun 2007 terdapat sebanyak 2,7 juta infeksi baru HIV dan dua juta orang meninggal karena AIDS.

“45 persen infeksi baru terjadi pada usia antara 15-24 tahun,” kata Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat sekaligus Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional Aburizal Bakrie saat membuka Pekan Kondom Nasional 2008 di Jakarta, Senin (1/12).

Pada Pekan Kondom yang dibarengi dengan Konferensi Kondom bertema Gunakan Kondom dan Selamatkan Banyak Jiwa tersebut dipaparkan bahwa hampir 1.800 orang yang hidup dengan HIV positif adalah anak di bawah usia 15 tahun yang tertular dari ibunya, dan sekitar 1.400 anak meninggal akibat AIDS.

“Penularan virus HIV melalui hubungan seksual berisiko di Indonesia cukup tinggi, yakni sekitar 50,2 persen,” kata Sekretaris KPA Nasional Nafsiah Mboi.

Klik untuk melanjutkan………….

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter
  • Add to favorites
  • email
  • Print
  • Technorati
  • PDF
  • Yahoo! Buzz

« Prev - Next »

NorthWestPharmacy.com ratings