Archive for the 'Dejavu Ngomong HIV/AIDS' Category

33 Juta Orang Hidup dengan HIV

December 1st, 2008 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS | 1 Comment »

JAKARTA, SENIN - Situasi epidemi HIV di dunia menunjukkan saat ini ada 33 juta orang hidup dengan HIV. Menurut laporan UNAIDS, pada tahun 2007 terdapat sebanyak 2,7 juta infeksi baru HIV dan dua juta orang meninggal karena AIDS.

“45 persen infeksi baru terjadi pada usia antara 15-24 tahun,” kata Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat sekaligus Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional Aburizal Bakrie saat membuka Pekan Kondom Nasional 2008 di Jakarta, Senin (1/12).

Pada Pekan Kondom yang dibarengi dengan Konferensi Kondom bertema Gunakan Kondom dan Selamatkan Banyak Jiwa tersebut dipaparkan bahwa hampir 1.800 orang yang hidup dengan HIV positif adalah anak di bawah usia 15 tahun yang tertular dari ibunya, dan sekitar 1.400 anak meninggal akibat AIDS.

“Penularan virus HIV melalui hubungan seksual berisiko di Indonesia cukup tinggi, yakni sekitar 50,2 persen,” kata Sekretaris KPA Nasional Nafsiah Mboi.

Klik untuk melanjutkan………….

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter
  • Add to favorites
  • email
  • Print
  • Technorati
  • PDF
  • Yahoo! Buzz

Tema Peringatan Hari AIDS Sedunia 2008

December 1st, 2008 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS | No Comments »

Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.

Konsep ini digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia mengenai Program-program untuk Pencegahan AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu, ia mulai diperingati oleh pihak pemerintah, organisasi internasional dan yayasan amal di seluruh dunia….diambil dari sini

Klik untuk melanjutkan ……..

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter
  • Add to favorites
  • email
  • Print
  • Technorati
  • PDF
  • Yahoo! Buzz

Obat Prezista, Harapan Baru Bagi Penderita AIDS dan Anti-Retroviral (ARV) obat generik anti-virus HIV/AIDS

November 22nd, 2008 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS | 3 Comments »

Dunia selalu dicemaskan dengan virus yang bernama HIV/AIDS. Betapa tidak, virus ini menyerang manusia tanpa bisa terdeteksi dan baru dapat terasa jika sudah menginjak stadium lanjut yang parah dan berujung pada kematian.

Disaat penyebaran virus HIV/AIDS yang sangat mematikan sudah sangat menyebar ke berbagai pelosok negara, kota bahkan desa, sampai saat ini pun belum ditemukan obat yang benar-benar dapat menyembuhkan penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia tersebut.

Obat-obatan yang ada sekarang sifatnya hanya memperlambat proses penyebaran didalam tubuh si penderita, namun sama sekali tidak menyembuhkan secara tuntas. Disamping kelemahan tersebut, harganya yang relatif mahal, sulit untuk dijumpai, dan mempunyai tingkat kegagalan yang tinggi dalam proses menahan penyebaran virus tersebut. Apalagi setelah diketahui bahwa obat-obatan tersebut memiliki efek samping bagi para peminumnya.

Para peneliti dan ilmuwan dari University of California Los Angeles (UCLA) dan Purdue University di Indiana, Amerika Serikat (AS), telah menemukan petunjuk baru tentang efek samping obat anti-AIDS ( Acquired Immune Deficiency Syndrome ) yang digunakan secara luas, yakni menimbulkan penimbunan lemak.

Laporan ilmiah yang dikeluarkan jurnal Proceedings of the National Academy of Science (16/7/2007), melaporkan, protease inhibitors, komponen penting dalam campuran obat HIV, ternyata dapat membantu mengendapkan lemak yang sering kali membuat pasien lemah. Di samping itu, protease inhibitors juga menyebabkan terjadinya penuaan dini.

Baca kelanjutannya…..

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter
  • Add to favorites
  • email
  • Print
  • Technorati
  • PDF
  • Yahoo! Buzz

Pemerintah Harus Menyiapkan Stok ARV Lebih Banyak

November 11th, 2008 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS | 1 Comment »

Media Indonesia,

PENGURUS Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) meminta pemerintah menyediakan obat antiretroviral (ARV) untuk pengidap HIV/AIDS sekarang juga.

Sebab, kelangkaan obat ARV di Indonesia saat ini sudah sampai tahap mengkhawatirkan. Menurut data IDI, para ODHA (orang dengan HIV/AIDS) di Bandung, Yogyakarta, Lampung, Makassar, dan Jakarta yang harus mengonsumsi ARV seumur hidup hanya memiliki persediaan ARV untuk satu minggu.

Pemerintah harus mengadakan obat sekarang juga karena ketersediaan obat tidak boleh putus. Putus obat berarti nyawa pasien jadi taruhannya, seru Ketua Umum PB IDI dr Fachmi Idris, pada diskusi publik bertemakan Menakar kembali komitmen pemberantasan penyakit menular HIV/AIDS sebagai bagian dari komitmen global MDGs dan dalam upaya peningkatan indeks pembangunan manusia di bidang kesehatan, kemarin, di Jakarta.

Menurut Fachmi, manfaat ARV bukan saja dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian pada ODHA, melainkan juga membuat pasien lebih sehat, jarang dirawat di rumah sakit, dan bisa bekerja secara normal (produktif).

Karena itu, pengadaan ARV bukan pemborosan, melainkan investasi dan efisiensi biaya penanggulangan masalah HIV/AIDS,tambah Fachmi.

Baca Kelanjutannya……

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter
  • Add to favorites
  • email
  • Print
  • Technorati
  • PDF
  • Yahoo! Buzz

Lantera MinangKabau Mengadakan Buka Bersama

September 21st, 2008 -- Posted in Dejavu Ngomong HIV/AIDS | 1 Comment »

Hari Kamis tanggal 18 september 2008 kemaren Lantera MinangKabau yang merupakan salah satu LSM yang konsen terhadap HIV/AIDS di Sumatera Barat mengadakan acara berbuka bersama dengan menghadirkan salah seorang buya terkenal kota Padang yaitu Buya Masoed abidin.

Dalam kegiatan ini, selain siraman rohani juga diadakan diskusi antara peserta yang merupakan ODHA dan OHIDHA yang berasal dari Sumatera Barat. Acara kali ini juga dihadiri oleh rekan-rekan LSM lain yang juga sering bekerjasama dengan Lantera MinangKabau seperti PKBI Cemara, Komunitas Peduli HIV/AIDS Sumbar (KAPAS), LSM Nurani dan lain-lain.

Dari acara ini terbuka kesempatan bagi rekan-rekan ODHA dan OHIDHA untuk melaksanakan follow up diskusi-diskusi yang mendatangkan narasumber dari ustadz dan ulama. Hal ini disambut baik oleh Buya Masoed Abidin yang merupakan eks Ketua MUI Kota Padang. ODHA dan OHIDHA membutuhkan pencerahan-pencerahan, bukan hanya dari segi pengetahuan tentang HIV/AIDS akan tetapi pengetahuan tentang agama merupakan hal mutlak untuk mempersiapkan diri supaya prilaku-prilaku dan semangat juang melawan penyakit tersebut bisa ditanamkan lebih maksimal. Kedepan kita mengharapkan bantuan dari semua pihak demi tujuan utama Lantera Minangkabau untuk memutus rantai penularan HIV/AIDS di ranah minang kita yang tercinta ini.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter
  • Add to favorites
  • email
  • Print
  • Technorati
  • PDF
  • Yahoo! Buzz

« Prev - Next »

Canada drugs online canadian pharmacies northwest pharmacy problems online drugs northwest pharmacy problems canadian online pharmacies reviews