Archive for the 'Kayak Berita di Koran' Category

My Wedding 1 : Undangan Kreatif

June 11th, 2010 -- Posted in Dejavu Lucu - lucuan, Kayak Berita di Koran, Pemikiran Dejavu | No Comments »

Undangan diatas merupakan sebuah awal dari pelaksanaan sebuah acara yang sangat sakral dan akan selalu dikenang baik oleh yang mempunyai hajatan maupun bagi keluarga dan orang-orang terdekat dari sang pengantin.

Undangan diatas terinspirasi kepada sebuah keprihatinan akan perlakuan terhadap hasil karya undangan yang dengan susah payah telah di buat dan didesain oleh para pengantin dengan pembuatnya. Biasanya, kalau kita menerima undangan….setelah melihat: (1) nama pengantin, (2) nama orang yang mengundang, (3) tanggal acara, (4) lokasi acara….undangan tersebut akan di simpan di dalam lemari,laci,ataupun terkadang ada yang langsung membuang (tanpa perasaan berdosa).

Hal ini sangat lumrah terjadi…..dari hal inilah, tercetus keinginan untuk membuat sebuah undangan yang secara tidak langsung akan memberikan sebuah tampilan baru dan unik dengan mengedepankan unsur kreatifitas.

Undangan ini saya bikin selama dua minggu, satu minggu untuk menyiapkan materi yang akan dicantumkan di dalam undangan dan satu minggu lagi untuk finalisasi desain.

Undangannya tidak begitu rumit, dan setelah negosiasi dengan percetakan, biayanyapun tidak berat dikantong….malahan lebih ringan 50% dari undangan standar yang dibuat oleh percetakan tersebut.

Desain undangan ini sengaja dibikin seperti layaknya sebuah koran, ada 4 kolom di masing-masing sisinya dan berisikan cerita dan beberapa isian yang membuat penerima undangan akan memiliki pekerjaan tambahan untuk membaca sampai selesai undangan tersebut. Di bagian belakang juga di tampilkan sebuah karikatur yang hanya berupa gambar tanpa ada narasi yang menceritakan maksud dari gambar tersebut, sehingga para pembaca bisa menafsirkan dan memberikan alur cerita sendiri pada karikatur tersebut.

Karikatur tersebut sengaja di order langsung dari seorang teman lama (satu SMA) yang dulunya  pernah join dalam membangun sebuah kerajaan bisnis “kartu lebaran” di waktu SMA dulu.

Selain itu ada juga beberapa ornamen iklan yang berisikan ucapan “selamat menempuh hidup baru” dari perusahaan dan instansi tempat saya bekerja. Iklan inipun juga menganut paham kreatif, karena pada salah satu iklan, sengaja diselipkan produk-produk yang dijual oleh perusahaan perbankan tersebut lengkap dengan alamat kantor tersebut. Sehingga dari 1.500 orang yang menerima undangan tersebut secara tidak langsung mereka akan mengetahui dan mengenal produk dan jasa yang dijual oleh perusahaan perbankan tersebut.

Undangan ini memiliki ukuran kira-kira sebesar 2 halaman kertas quarto (A4), dikemas dengan empat lipatan dan di tutupi dengan amplop tempat nama dan terakhir di percantik dengan plastik transparan (karena ukurannya tidak standar, maka harus dipesan langsung dari Jakarta).

Halaman depan, berisikan profil kedua mempelai dan juga undangan ekslusif (sebagai inti undangan tersebut). Dibagian belakang terdapat karikatur, cerpen, sebuah filosofi, iklan, dan juga denah lokasi pesta.

Dari beberapa cerita rekan-rekan yang menerima undangan ini, banyak yang mengakui bahwa baru kali ini mereka menerima undangan seperti ini, dan merekapun menghabiskan waktu untuk membaca dan menikmati seluruh materi yang ada dalam undangan berbentuk koran ini.

Dengan bentuk undangan seperti ini diharapkan, kedepan akan muncul bentuk-bentuk undangan baru yang lebih kreatif lagi, sehingga undangan tersebut tidak akan terbuang sia-sia.

Possibly Related Posts:


62,7 Persen Remaja Indonesia Pernah ML

May 10th, 2010 -- Posted in Bebas, Dejavu Ngomong HIV/AIDS, Kayak Berita di Koran | No Comments »

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring merasa prihatin dengan semakin maraknya peredaran pornografi di kalangan remaja dan anak-anak. Bahkan, Komisi Perlindungan Anak (KPA) mengungkapkan 97 persen remaja pernah menonton atau mengakses pornografi. Pula didapatkan, sebanyak 62,7 persen remaja pernah melakukan hubungan badan atau dalam istilah remaja ML (making love).

“Survei KPA yang dilakukan terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar seluruh Indonesia juga menemukan 93 persen remaja pernah berciuman, dan 62,7 persen pernah berhubungan badan, dan 21 persen remaja telah melakukan oborsi,” ujar Tifatul dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (9/5/2010).

“Ini sangat memprihatinkan, saya minta semua pihak ikut mendukung upaya pembatasan distribusi konten negatif, baik melalui internet, maupun dunia perfilman. Semuanya harus terlibat menjaga generasi muda kita,” ujar Tifatul.

Menkominfo juga menyatakan, pertarungan antar nilai-nilai budaya, pengaruh asing, setiap hari terus berlangsung, sehingga bangsa ini harus menjaga kekokohan nilai-nilai karakter bangsa. Jika tidak, maka Indonesia akan kehilangan identitas sebagai bangsa besar.

“Penyebaran konten negatif tersebut banyak disalurkan melalui sarana IT, terutama konten asing yang dijual kepada kita, bahkan konten tersebut banyak yang merusak nilai-nilai budaya bangsa,” ujarnya.

Possibly Related Posts:


Lembah Anai Mengamuk

March 31st, 2010 -- Posted in Dejavu Jalan-jalan, Kayak Berita di Koran | No Comments »

Inilah gambar terakhir Air Terjun Lembah Anai yang merupakan salah satu ikon pariwisata di Sumatera Barat. Dikarenakan hujan lebat yang mengguyur Sumatera Barat beberapa hari ini, dan pada tgl 30 Maret 2010 kemaren kondisi curah hujan ini cukup tinggi dan turun tanpa henti. Hal ini mengakibatkan volume air membesar dan meluluh lantakan jalanan yang mengitari bibir sungai di Lembah Anai ini. Tercatat, beberapa ruas jalan rusak parah termasuk jembatan yang terletak didekat air terjun (yang pernah melalui jalan ini, biasa menemukan orang berjualan perkedel jagung yang masih panas). Jembatan yang berada di jalur itupun hilang di terjang air (seperti terlihat di pict diatas).

continue reading »

Possibly Related Posts:


Kecelakaan Tragis di Bengkolan BPOM Gunung Pangilun Padang

February 8th, 2010 -- Posted in Kayak Berita di Koran | 2 Comments »

Hari Minggu sekitar pukul16.55 WIB di bengkolan Balai POM Gunung Pangilun terjadi kecelakaan tragis antara dua sepeda motor, Yamaha Mio dan Satria FU. Diperkirakan tabrakan ini dikarenakan salah satu pengendara mencoba untuk menyalib mobil yang berada di depannya dan tanpa diduga ada sepeda motor lain yang melaju kencang dari arah berlawanan. Bengkolan tersebut cukup sering memakan korban, walaupun belokannya cuman sedikit akan tetapi sering pengendara hilang konsentrasi dan terjadilah kecelakaan. Penulis sendiri pernah mengalami kecelakaan tersebut di tahun 1998 yang mengakibatkan robeknya beberapa bagian tubuh akibat terlempar dari motor karena menabrak motor lainnya.

Baca kelanjutannya…(dejavu)

Possibly Related Posts:


Pangeran Antasari dan Tarian Dayak Memudar

December 8th, 2009 -- Posted in Bebas, Kayak Berita di Koran, Pemikiran Dejavu | No Comments »

Sungguh memprihatinkan, disaat nilai-nilai kebangsaan kita terusik oleh banyaknya klaim yang dilakukan oleh Pihak Malaysia. Kita sendiri telah mulai mengeyampingkan nasib tradisi dan juga pahlawan kita yang telah kita jadikan sebagai sebuah identitas pada  sebuah daerah di belahan bumi Indonesia ini. Banyak orang yang tidak mencintai warisan daerahnya sendiri, banyak orang yang dengan sengaja meremehkan hasil karya budaya bangsanya sendiri. Jangan pernah bilang negara kita ini terhormat jika kita sendiri tidak menghormatinya.

Ungkapan diatas patut disampaikan kepada generasi muda yang menjadi tumpuan harapan bangsa ini kedepan. Bagaimana Negara ini kedepan bisa kita lihat dari tindak tanduk yang tercermin dari perbuatan generasi mudanya. Banyaknya penderita HIV/AIDS yang di dominasi oleh kaum muda, tindakan kekerasan, tawuran antar mahasiswa/pelajar dan banyak hal lainnya yang secara kongkrit memperlihatkan ketidak beresan pemaknaan sebuah siklus globalisasi.

Baca kelanjutannya…(dejavu)

Possibly Related Posts:


Next »