Archive for the 'Kayak Berita di Koran' Category
December 16th, 2008 -- Posted in Kayak Berita di Koran |

Pagi itu Jam di HP saya menunjukan angka 7.28 WIB, saya mesti bergegas ke kantor karena takut telat (absen dikantor bakal merah kalo masuknya lewat dari jam 7.45). Biasanya sih nggk telat, karena dari eksperimen terakhir saya….waktu tempuh dari rumah ke kantor bisa saya lakukan dalam 7 menit (kalo standarnya sih lebih kurang 15-an menit gitu). Rumah saya di kawasan metropolitan, nama daerahnya Amsterdam…”Ampang terus ke Dalam“..kira-kira 5 km dari pusat kota.
Lanjutin baca…….
Possibly Related Posts:
September 26th, 2008 -- Posted in Kayak Berita di Koran |

Tujuan utama pembangunan rumah ibadah (masjid, mushalla) dalam Islam adalah untuk tempat beribadah kepada Allah. Ibadah utama yang dikerja-kan di masjid/mushalla itu meliputi salat wajib, salat sunat, zikir, membaca Alquran, dan berdo’a. Namun demikian, masjid/mushalla berfungsi juga sebagai tempat kegiatan pendidikan agama, kegiatan sosial, dan kegiatan ekonomi. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, selain tempat salat, masjid dijadikan tempat menanamkan nilai-nilai kebajikan dan kemaslahatan umat manusia. Masjid digunakan sebagai tempat membangun ekonomi dan kesejahteraan melalui baitulmal (Rumah Perbendaharaan), dari masjid dikembangkan berbagai kegiatan yang meng-arah pada terwujudnya masyarakat yang sejahtera. Sidi Gazalba menyebut masjid sebagai pusat keagamaan dan kebudayaan Islam.
Baca Kelanjutannya……..
Possibly Related Posts:
September 1st, 2008 -- Posted in Kayak Berita di Koran |
Hari minggu kemarin merupakan hari terakhir umat islam bisa mencicipi makanan di siang hari dan dalam kurun waktu sebulan kedepan semua umat islam akan menghadapi bulan ramadhan yang dipenuhi berkah dan setiap muslim akan berlomba-lomba dalam melengkapi dan memaksimalkan ibadahnya.
Di Sumatera Barat khususnya di Kota Padang pergantian bulan Sya’ban ke Ramadhan ini di lakukan dengan sebuah tradisi yang di beri nama ”BALIMAU”. Balimau ini dimaknai oleh masyarakat sebagai kegiatan mensucikan diri dengan mandi-mandi di tempat pemandian umum. Tradisi ini sudah berjalan cukup lama, seiring waktu dan kemajuan zaman yang terlindas oleh modernisasi, Balimau sudah dimaknai menjadi sesuatu yang tidak sakral lagi tapi cuma untuk ajang mandi-mandi saja. Lebih parahnya di beberapa tempat di kota Padang kegiatan Balimau ini dihiasi dengan beberapa kegiatan yang dirasa tidak cocok untuk menyambut sebuah bulan yang begitu mulia. Seperti contoh di Jembatan By Pass Polsek Kuranji, disana diadakan kegiatan Balimau yang sepertinya telah dikoordinir sec
ara baik karena ada beberapa rambu-rambu yang bertuliskan “tempat balimau Laki-laki’ dan bagi yang tidak balimau disuguhi dengan hiburan dari sebuah grup band yang panggungnya diletakkan di depan Polsek Kuranji. Sebuah perhelatan yang di restui oleh pihak yang berwajib, tetapi ada beberapa hal yang disayangkan dilokasi tersebut. Pertama rambu-rambu untuk mandi sesuai dengan tempat yang disediakan tidak berjalan sebagaimana mestinya (Gabung antara cewek dengan cowok), kemudian dengan adanya hiburan gratis yang disuguhkan kepada masyarakat pada sore itu menyebabkan antrian kendaraan dari dua arah yang menyebabkan kemacetan yang cukup panjang.
Lain lagi di Jembatan Kelawi, digawangi oleh persatuan pemuda daerah setempat diadakanlah hajatan untuk menyambut Bulan Ramadhan dengan me
nghadirkan hiburan berupa orgen tunggal yang ditonton oleh masyarakat banyak. Ada beberapa hal yang disayangkan juga dengan rangkaian kegiatan tersebut, seharusnya dengan kegiatan yang bertemakan menyambut bulan ramadhan lagu-lagu yang ditampilkan juga lagu-lagu yang lebih islami atau minimal tidak seperti penampilan orgen tunggal disaat Baralek. Akan tetapi lagu yang ditampilkan masih seronok dan kurang tepat dengan kondisi, walaupun pakaian yang dipakai artisnya masih terlihat sopan akan tetapi goyangannya masih terlihat sensual dan mengundang. Dengan ditonton oleh banyak orang dan tidak terkecuali oleh anak-anak, apakah tradisi yang telah dikemas apik ini memberikan efek yang baik, apa tinda
kan pemerintah memaknai kegiatan-kegiatan seperti ini, malahan di Jembatan Kelawi ini kegiatan tersebut dibuka dan diramaikan oleh satu pasang calon Walikota dan Wakil Walikota Padang yang notabene akan memimpin Kota Padang kedepan. Mau dibawa kemana adat dan istiadat yang dari hari kehari dihilangkan demi mengikuti kemajuan zaman.
Apakah ini sebuah makna tradisi balimau yang selama ini dilakukan oleh seluruh masyarakat di Sumatera Barat. Apa yang harus diwariskan kepada masyarakat jika makna adat dan tradisi pun telah dikelola secara modern
Possibly Related Posts:
August 11th, 2008 -- Posted in Kayak Berita di Koran |
Padang, 11 Agustus 2008, sekitar pukul 14.00 WIB di jalan Belakang Olo yang merupakan salah satu akses jalan utama kota Padang dilewati iring-iringan Bendi dan beberapa kendaraan Roda dua yang konvoi dalam rangka memproklamirkan salah satu pasangan yang akan ikut bertarung dalam Pilkada Kota Padang. Kontan saja kegiatan ini menyebabkan kemacetan yang cukup panjang, terlebih lagi saat itu merupakan jadwal padat lalu lintas. pada pukul 16.00 WIB terjadi lagi iring-iringan promosi dari salah satu provider kartu telpon selular yang mengambil jalan dari arah simpang Haluan ke arah jalan Ratulangi.
Lanjutin bacanya
Possibly Related Posts:
August 11th, 2008 -- Posted in Kayak Berita di Koran |
Setiap tahun pemilihan Uda Uni Duta Wisata Sumatera Barat menampilkan inovasi-inovasi dan penampilan yang memukau dari finalis yang mengikuti kegiatan ini. Pada tanggal serba delapan kemaren bertempat di pangeran Beach hotel diadakan ajang final Uda Uni tahun 2008 yang di menangkan oleh Uda dari Pessel dn Uni dhamasraya. Hal ini membuktikan keberagaman budaya tidak menjadi penentu dalam menyatukan visi dan misi dalam membangun pariwisata Sumatera Barat. kedepan uda uni tersebut akan mengemban tugas yang cukup berat dalam mempromosikan adat istiadat dan keberagaman wisata yang ada di Sumatera Barat.
Dari history pemilihan Uda Uni Sumatera Barat yang dimulai pada tahun 1971 sampai dengan tahun 2008 saat ini, kita melihat sudah banyak lulusan ajang ini yang setelah mengemban tugas sebagai duta wisata kembali mengabdi di masyarakat dalam berbagi bentuk. Timbul pertanyaan, apa yang dilakukan Uni Uda ini setelah mereka tidak mengemban tugas lagi…?? Apakah mereka tetap memperjuangkan dan mengharumkan pariwisata Sumatera Barat baik di dalam maupun di luar Sumatera Barat. Dari beberapa hasil percakapan dengan masyarakat, di dapat banyak statement yang rasanya mangaburkan fungsi-fungsi dari pemilihan ini. “itu kan untuk gaya-gaya se tunyo, kalau lah abihnyo jadi uda ndak ado gai sumbangsihnyo ka Sumbar lai tu do” apakah hal ini yang tergambar di masyarakat. ” Ndak cocok dipanggia uda uni kegiatan ko do, masak iyo udanyo masih baumua 19 tahun, alun cocok dipanggia uda lai tu do” Ini juga menjadi catatan penting untuk kegiatan Uda Uni kedepan, mestinya ada pembatasan umur, bukan hanya maksimal tapi umur minimal juga harus ditetapkan supaya finalis yang akan tampil dalam pemilihan memang merupakan karakter-karakter individu dewasa yang berwibawa dan memiliki aura seorang pengayom.
Selanjutnya lebih seru lagi
Possibly Related Posts:
Next »