Archive for the 'Kayak Berita di Koran' Category

Mbah Surip Tutup Usia dan Karir

August 4th, 2009 -- Posted in Bebas, Inspiration Dejavu, Kayak Berita di Koran | 1 Comment »

Penyanyi lagu fenomenal “Tak Gendong” Mbah Surip (60), Selasa 04 Agustus 2009 sekitar pukul 10:30 WIB meninggal dunia, dalam perjalanan ke Rumah Sakit Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes), Kramat Jati Jakarta Timur.

Keterangan yang dihimpun ANTARA News menyebutkan, setibanya di RS Pusdikkes Jakarta Timur, penyanyi beraliran Reggae ala Bob Marley itu tidak tertolong lagi oleh para dokter yang menanganinya. Belum diketahui secara pasti apa penyebab meninggalnya Mbah Surip.
Mbah Surip memiliki nama lengkap Urip Ariyanto, lahir di Mojokerto, Jawa Timur, 5 Mei 1949 merupakan penyanyi beraliran Reggae yang belakangan ini sangat populer dengan lagu karyanya yang berjudul “Tak Gendong”.

Baca Kelanjutannya…..(dejavu)

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter
  • Add to favorites
  • email
  • Print
  • Technorati
  • PDF
  • Yahoo! Buzz

“Angkot Terbakar” Diperempatan Pasar Alai Padang

December 16th, 2008 -- Posted in Kayak Berita di Koran, Saatnya Photo berbicara | 5 Comments »

Pagi itu Jam di HP saya menunjukan angka 7.28 WIB, saya mesti bergegas ke kantor karena takut telat (absen dikantor bakal merah kalo masuknya lewat dari jam 7.45). Biasanya sih nggk telat, karena dari eksperimen terakhir saya….waktu tempuh dari rumah ke kantor bisa saya lakukan dalam 7 menit (kalo standarnya sih lebih kurang 15-an menit gitu). Rumah saya di kawasan metropolitan, nama daerahnya Amsterdam…”Ampang terus ke Dalam“..kira-kira 5 km dari pusat kota.

Lanjutin baca…….

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter
  • Add to favorites
  • email
  • Print
  • Technorati
  • PDF
  • Yahoo! Buzz

Hilangnya Keindahan Mesjid dan Mushalla

September 26th, 2008 -- Posted in Kayak Berita di Koran | 3 Comments »

Tujuan utama pembangunan rumah ibadah (masjid, mushalla) dalam Islam adalah untuk tempat beribadah kepada Allah. Ibadah utama yang dikerja-kan di masjid/mushalla itu meliputi salat wajib, salat sunat, zikir, membaca Alquran, dan berdo’a. Namun demikian, masjid/mushalla berfungsi juga sebagai tempat kegiatan pendidikan agama, kegiatan sosial, dan kegiatan ekonomi. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, selain tempat salat, masjid dijadikan tempat menanamkan nilai-nilai kebajikan dan kemaslahatan umat manusia. Masjid digunakan sebagai tempat membangun ekonomi dan kesejahteraan melalui baitulmal (Rumah Perbendaharaan), dari masjid dikembangkan berbagai kegiatan yang meng-arah pada terwujudnya masyarakat yang sejahtera. Sidi Gazalba menyebut masjid sebagai pusat keagamaan dan kebudayaan Islam.

Baca Kelanjutannya……..

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter
  • Add to favorites
  • email
  • Print
  • Technorati
  • PDF
  • Yahoo! Buzz

Tradisi Balimau yang sudah menyalahi makna

September 1st, 2008 -- Posted in Kayak Berita di Koran | 5 Comments »
Hari minggu kemarin merupakan hari terakhir umat islam bisa mencicipi makanan di siang hari dan dalam kurun waktu sebulan kedepan semua umat islam akan menghadapi bulan ramadhan yang dipenuhi berkah dan setiap muslim akan berlomba-lomba dalam melengkapi dan memaksimalkan ibadahnya.



Di Sumatera Barat khususnya di Kota Padang pergantian bulan Sya’ban ke Ramadhan ini di lakukan dengan sebuah tradisi yang di beri nama ”BALIMAU”. Balimau ini dimaknai oleh masyarakat sebagai kegiatan mensucikan diri dengan mandi-mandi di tempat pemandian umum. Tradisi ini sudah berjalan cukup lama, seiring waktu dan kemajuan zaman yang terlindas oleh modernisasi, Balimau sudah dimaknai menjadi sesuatu yang tidak sakral lagi tapi cuma untuk ajang mandi-mandi saja. Lebih parahnya di beberapa tempat di kota Padang kegiatan Balimau ini dihiasi dengan beberapa kegiatan yang dirasa tidak cocok untuk menyambut sebuah bulan yang begitu mulia. Seperti contoh di Jembatan By Pass Polsek Kuranji, disana diadakan kegiatan Balimau yang sepertinya telah dikoordinir secara baik karena ada beberapa rambu-rambu yang bertuliskan “tempat balimau Laki-laki’ dan bagi yang tidak balimau disuguhi dengan hiburan dari sebuah grup band yang panggungnya diletakkan di depan Polsek Kuranji. Sebuah perhelatan yang di restui oleh pihak yang berwajib, tetapi ada beberapa hal yang disayangkan dilokasi tersebut. Pertama rambu-rambu untuk mandi sesuai dengan tempat yang disediakan tidak berjalan sebagaimana mestinya (Gabung antara cewek dengan cowok), kemudian dengan adanya hiburan gratis yang disuguhkan kepada masyarakat pada sore itu menyebabkan antrian kendaraan dari dua arah yang menyebabkan kemacetan yang cukup panjang.



Lain lagi di Jembatan Kelawi, digawangi oleh persatuan pemuda daerah setempat diadakanlah hajatan untuk menyambut Bulan Ramadhan dengan menghadirkan hiburan berupa orgen tunggal yang ditonton oleh masyarakat banyak. Ada beberapa hal yang disayangkan juga dengan rangkaian kegiatan tersebut, seharusnya dengan kegiatan yang bertemakan menyambut bulan ramadhan lagu-lagu yang ditampilkan juga lagu-lagu yang lebih islami atau minimal tidak seperti penampilan orgen tunggal disaat Baralek. Akan tetapi lagu yang ditampilkan masih seronok dan kurang tepat dengan kondisi, walaupun pakaian yang dipakai artisnya masih terlihat sopan akan tetapi goyangannya masih terlihat sensual dan mengundang. Dengan ditonton oleh banyak orang dan tidak terkecuali oleh anak-anak, apakah tradisi yang telah dikemas apik ini memberikan efek yang baik, apa tindakan pemerintah memaknai kegiatan-kegiatan seperti ini, malahan di Jembatan Kelawi ini kegiatan tersebut dibuka dan diramaikan oleh satu pasang calon Walikota dan Wakil Walikota Padang yang notabene akan memimpin Kota Padang kedepan. Mau dibawa kemana adat dan istiadat yang dari hari kehari dihilangkan demi mengikuti kemajuan zaman.



Apakah ini sebuah makna tradisi balimau yang selama ini dilakukan oleh seluruh masyarakat di Sumatera Barat. Apa yang harus diwariskan kepada masyarakat jika makna adat dan tradisi pun telah dikelola secara modern

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter
  • Add to favorites
  • email
  • Print
  • Technorati
  • PDF
  • Yahoo! Buzz

Jangan Korbankan Lalu Lintas Untuk Promosi

August 11th, 2008 -- Posted in Kayak Berita di Koran | No Comments »
Padang, 11 Agustus 2008, sekitar pukul 14.00 WIB di jalan Belakang Olo yang merupakan salah satu akses jalan utama kota Padang dilewati iring-iringan Bendi dan beberapa kendaraan Roda dua yang konvoi dalam rangka memproklamirkan salah satu pasangan yang akan ikut bertarung dalam Pilkada Kota Padang. Kontan saja kegiatan ini menyebabkan kemacetan yang cukup panjang, terlebih lagi saat itu merupakan jadwal padat lalu lintas. pada pukul 16.00 WIB terjadi lagi iring-iringan promosi dari salah satu provider kartu telpon selular yang mengambil jalan dari arah simpang Haluan ke arah jalan Ratulangi.

Lanjutin bacanya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Possibly Related Posts:


Sharing di Situs Jejaringmu:
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • RSS
  • Twitter
  • Add to favorites
  • email
  • Print
  • Technorati
  • PDF
  • Yahoo! Buzz

« Prev - Next »

Canadian online pharmacies Canadian pharmacy ratings Canadian pharmacies Canadian online pharmacy NorthWestPharmacy.com