November 16th, 2010 -- Posted in Pemikiran Dejavu |
Hari ini sebahagian umat muslim di Indonesia khususnya di Sumatera Barat menggelar dan merayakan hari raya kurban atau idul adha. Besok ada lagi hari raya idul adha…..hari ini dianggap versinya Muhammadiyah, dan besok dianggap menjadi versinya pemerintah.
Saya heran, kenapa sampai saat ini Indonesia tidak bisa mempunyai satu suara untuk hal-hal yang menyangkut kepada kepentingan bersama. Ataukah politik beragama saat ini sudah sedemikian bejatnya.
Saya pribadi bukanlah penganut dari faham-faham kelompok yang digaungkan oleh para petinggi di negeri ini. Saya memilih berlebaran hari ini karena, memang nyata….di mekkah sana kemaren ummat islam sedunia melakukan wukuf di arafah…..dan kita yang tidak menunaikan haji melakukan puasa arafah untuk menghormatinya…JELAS….tapi tidak jelas bagi kelompok-kelompok keagamaan yang lain, apakah ini sebuah ajang gengsi-gengsian atau sok berkuasa.
Sampai kapan negeri ini akan dikuasai oleh faham kegamaan yang sudah mengarah kepada perpolitikan, SAYA MUAK dengan ketidak berdayaan ummat karena dijebak oleh beberapa kelompok.
Hari ini saya menjalankan hari raya dengan ketidak khidmatan, pasalnya…pagi-pagi sebelum menunaikan sholat ied, saya harus ke kantor terlebih dahulu untuk mengambil absen dan baru meluncur ke lapangan imam bonjol, setelah selesai sholat saya mengantarkan keluarga ke rumah….saya kembali lagi ke kantoir untuk mengikuti kegiatan perkantoran seperti biasa.
Kalaupun negara ini menganut paham kemajemukan…..LIBURKAN semua masyarakatnya pada hari selasa ini, supaya tidak ada penjajahan hak pribadi di negeri ini.
Orang sibuk memotong kurban di masjid-masjid disekitar rumah….eh…jamaahnya diwajibkan masuk kantor karena hari ini bukanlah hari libur.
Dari hasil pandangan dilapangan, hampir tiga perempat masjid dan mushalla di Kota Padang yang melakukan sholat idul adha hari ini. Tapi kasihan, ada keluarga yang mesti terpisah-pisah sholatnya, karena anaknya mesti masuk sekolah…karena bapaknya mesti masuk kerja dan memilih sholat di dekat kantor…dan karena ketidak berdayaan lainnya. Akhirnya kebersamaan yang menjadi salah satu tradisi di minangkabau pada hari-hari besar islam menjadi terkikis oleh kebijakan yang tidak pro kepada ummat.
Kita semua menghormati PERBEDAAN, tapi jangan hanya sekedar hormat saja, tapi perlihatkan dengan tindakan nyata….berikan kenyamanan kepada seluruh ummat.
Saya berharap, kedepan pemerintah lebih jeli dan tegas untuk menghadapi keberagaman bangsa ini. Sikapi perbedaan itu benar-benar dengan keindahan…jangan dengan ketidak pedulian…..
Possibly Related Posts:
Sharing di Situs Jejaringmu:
November 5th, 2010 -- Posted in Dejavu Charity, Pemikiran Dejavu |
Semua koran hari ini masih menyajikan berita mengenai wedus gembel dan terjangan gempa dan tsunami di mentawai……kayaknya semua halaman media massa dinegeri ini dihiasi berita tersebut. Bukan hanya di media massa, tapi di media elektronik pun selalu terpampang gamabaran bencana yang silih berganti menyinggahi bumi Indonesia.
Sudah sepatutnya kok berita tersebut menjadi headline untuk beberapa hari kedepan.
Baca Kelanjutannya…(dejavu)
Possibly Related Posts:
Sharing di Situs Jejaringmu:
July 4th, 2010 -- Posted in Info Unik Dejavu, Pemikiran Dejavu |

Cincin yang melekat di jari kedua mempelai ini memperlihatkan bentuk yang cukup aneh dan unik, detail cincin tersebut sengaja di desain layaknya sebuah mur dan baut. Nggak nyangka aja, kalau pasangan saya menyetujui dan mau dibikinin model cincin seperti itu, kata sang pangeran. Filosofi yang melekat pada cincin inilah yang menjadi pertimbangan bagi sang puteri untuk memberikan kata setuju.
Baca Kelanjutannya…(dejavu)
Possibly Related Posts:
Sharing di Situs Jejaringmu:
June 11th, 2010 -- Posted in Dejavu Lucu - lucuan, Kayak Berita di Koran, Pemikiran Dejavu |

Undangan diatas merupakan sebuah awal dari pelaksanaan sebuah acara yang sangat sakral dan akan selalu dikenang baik oleh yang mempunyai hajatan maupun bagi keluarga dan orang-orang terdekat dari sang pengantin.
Undangan diatas terinspirasi kepada sebuah keprihatinan akan perlakuan terhadap hasil karya undangan yang dengan susah payah telah di buat dan didesain oleh para pengantin dengan pembuatnya. Biasanya, kalau kita menerima undangan….setelah melihat: (1) nama pengantin, (2) nama orang yang mengundang, (3) tanggal acara, (4) lokasi acara….undangan tersebut akan di simpan di dalam lemari,laci,ataupun terkadang ada yang langsung membuang (tanpa perasaan berdosa).
Hal ini sangat lumrah terjadi…..dari hal inilah, tercetus keinginan untuk membuat sebuah undangan yang secara tidak langsung akan memberikan sebuah tampilan baru dan unik dengan mengedepankan unsur kreatifitas.
Undangan ini saya bikin selama dua minggu, satu minggu untuk menyiapkan materi yang akan dicantumkan di dalam undangan dan satu minggu lagi untuk finalisasi desain.
Undangannya tidak begitu rumit, dan setelah negosiasi dengan percetakan, biayanyapun tidak berat dikantong….malahan lebih ringan 50% dari undangan standar yang dibuat oleh percetakan tersebut.
Desain undangan ini sengaja dibikin seperti layaknya sebuah koran, ada 4 kolom di masing-masing sisinya dan berisikan cerita dan beberapa isian yang membuat penerima undangan akan memiliki pekerjaan tambahan untuk membaca sampai selesai undangan tersebut. Di bagian belakang juga di tampilkan sebuah karikatur yang hanya berupa gambar tanpa ada narasi yang menceritakan maksud dari gambar tersebut, sehingga para pembaca bisa menafsirkan dan memberikan alur cerita sendiri pada karikatur tersebut.
Karikatur tersebut sengaja di order langsung dari seorang teman lama (satu SMA) yang dulunya pernah join dalam membangun sebuah kerajaan bisnis “kartu lebaran” di waktu SMA dulu.
Selain itu ada juga beberapa ornamen iklan yang berisikan ucapan “selamat menempuh hidup baru” dari perusahaan dan instansi tempat saya bekerja. Iklan inipun juga menganut paham kreatif, karena pada salah satu iklan, sengaja diselipkan produk-produk yang dijual oleh perusahaan perbankan tersebut lengkap dengan alamat kantor tersebut. Sehingga dari 1.500 orang yang menerima undangan tersebut secara tidak langsung mereka akan mengetahui dan mengenal produk dan jasa yang dijual oleh perusahaan perbankan tersebut.

Undangan ini memiliki ukuran kira-kira sebesar 2 halaman kertas quarto (A4), dikemas dengan empat lipatan dan di tutupi dengan amplop tempat nama dan terakhir di percantik dengan plastik transparan (karena ukurannya tidak standar, maka harus dipesan langsung dari Jakarta).
Halaman depan, berisikan profil kedua mempelai dan juga undangan ekslusif (sebagai inti undangan tersebut). Dibagian belakang terdapat karikatur, cerpen, sebuah filosofi, iklan, dan juga denah lokasi pesta.
Dari beberapa cerita rekan-rekan yang menerima undangan ini, banyak yang mengakui bahwa baru kali ini mereka menerima undangan seperti ini, dan merekapun menghabiskan waktu untuk membaca dan menikmati seluruh materi yang ada dalam undangan berbentuk koran ini.
Dengan bentuk undangan seperti ini diharapkan, kedepan akan muncul bentuk-bentuk undangan baru yang lebih kreatif lagi, sehingga undangan tersebut tidak akan terbuang sia-sia.
Possibly Related Posts:
Sharing di Situs Jejaringmu:
March 17th, 2010 -- Posted in Dejavu Kritis, Dejavu Nge-Paste, Info Unik Dejavu, Inspiration Dejavu, Pemikiran Dejavu, Saatnya Photo berbicara |
Pikiran adalah sesuatu yang luar biasa – sangat banyak bagian yang masih menjadi misteri hingga saat ini. Ilmu pengetahuan dapat menjelaskan fenomena aneh, tapi tak dapat memberitahu asalnya. Kebanyakan dari kita mengenali satu atau dua fenomena itu dalam daftar ini, tetapi banyak yang belum kita ketahui yang sebenarnya sudah pernah kita alami. Inilah daftar sepuluh fenomena aneh pikiran teratas.
“Kita semua pernah mengalami perasaan tertentu yang datang pada diri kita, apa yang kita katakan dan lakukan pernah dikatakan dan dilakukan sebelumnya, di suatu waktu – kita dikelilingi oleh wajah, benda, dan situasi yang sama – sehingga kita tahu apa yang akan dikatakan selanjutnya, karena tiba-tiba kita mengingatnya!” – Charles Dickens
Baca kelanjutannya…(dejavu)
Possibly Related Posts:
Sharing di Situs Jejaringmu: